Vimax cerita ngentot Cerita Seks Cerita Dewasa Cerita HOt Terbaru Cerita Sex Terbaru
Cerita Dewasa Terbaru Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex Terbaru
Breaking News
Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex online online online online banner-agenqq-728x90-2 banner-raja3651

Cerita Bokep Kisah Si Sexy

Vimax

Cerita Bokep Kisah Si Sexy – Aqu sebenarnya bukanlah perempuan penggoda. Hanya aqu sering mendengar dari kawan-kawan kuliahku bahwa aqu termasuk perempuan yg berpenampilan sexy dan sering membuat para lelaki turun naik jaqunnya. Terlebih aqu suka memakai kaos longgar, sehingga jika aqu menunduk sering terlihat gundukan buah dadaqu yg terbungkus bra hitam kesukaanku.

Di rumahku sendiri, setiap habis mandi, aqu selalu hanya membungkus badanku menggunakan kimono mandi warna biru muda berbahan handuk. Seringkali karena habis tersiram air yg dingin, membuat puting susuku tercetak di balik kimono. Kamar mandiku sendiri terletak di ruang tamu, dan sering pada saat aqu mandi, kekasih ciciku datang sedang ngapelin ciciku. Meski aqu tak pernah berpikiran ngeres, tapi sering aqu melihat kekasih ciciku menelan ludah jika melihat aqu habis mandi hanya berbalut kimono itu.

Cerita Mesum, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Mesum 2017, Cerita Mesum Hot, Cerita Mesum Nyata, Cerita Mesum TerbaikBaca cerita mesum terbaru lainnya di Halamandewasa.com

Ayahku adalah seorang penyalur TKI yg akan diberangkatkan ke luar negeri. Sering kali ada TKI baik lelaki maupun perempuan menginap di rumah sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Hari Minggu kemarin papa baru saja membawa pulang 3 orang TKI lelaki berusia sekitar 20 tahunan yg kuketahui bernama Surahman, Mulyadi, dan Munarman. Mereka bertiga orang desa yg berbadan kekar dan berkulit gelap. Mereka sedang menunggu akan berangkat ke Malaysia.

Pagi itu hari Senin, aqu sendirian di rumah bersama ke 3 orang calon TKI itu. Mamaqu sedang pergi ke Jakarta bersama papaqu ada keperluan mendadak. Sementara ciciku pergi bersama kekasihnya entah kemana.

Aqu saat itu habis beraerobik ria di rumah, dan kemudian ingin mandi. Seperti biasa kubawa saja kimono biruku ke kamar mandi. Dan setelah aqu beberapa saat aqu selesai mandi, maka kubalut badan telanjangku itu dgn kimonoku tanpa apa-apa lagi di baliknya.

Kemudian aqu berjalan ke halaman belakang hendak menjemur pakaian dalem yg baru kupakai semalam untuk tidur. Kulihat para TKI itu sedang menikmati sarapan pagi. Mereka menyapaqu ramah.

Kulihat mereka memandangiku saat aqu memeras BH hitam dan celana dalem kuningku yg sexy itu. Sebenarnya aqu risih juga dilihatin begitu, tapi aqu pikir tanggung, sebentar lagi aqu akan kekamar untuk ganti pakaian. Maka aqu kemudian menjemur pakaian dalemku itu. Pada saat aqu berjinjit untuk menaruh pakaian dalemku di jemuran, tak terasa kimonoku sedikit tertarik ke atas, padahal kimono itu hanya sepaha. Maka, tak elak lagi, rambut rambut kemaluanqu yg tak tertutup itu sedikit kelihatan membuat mereka melotot.

Tapi aqu tak menyadari hal itu, kemudian aqu berbalik dan masuk ke kamar. Kamarku sendiri ada jendela besar ke halaman belakang. Aqu ingat ada para TKI itu, maka korden aqu tutup, tetapi rupanya tak tertutup rapat dan masih bisa kelihatan dari halaman belakang.

Aqu melepas kimonoku, dan mulai melotioni badan telanjangku ini. Aqu tak sadar ada 3 pasang mata yg melotot memandangi badan telanjangku ini. Beberapa saat kemudian aqu baru sadar saat melihat baygan di cermin. Maka aqu berteriak dan segera menutup buah dada dan kemaluanku dgn tangan.

Ketiga TKI itu segera lari dan masuk ke kamarku yg memang tak pernah kukunci. Aqu kaget melihat mereka bertiga masuk ke kamarku.

“Non, kami telah melihat badan non yg mulus itu. Sebaiknya non tak usah melawan karena di sini tak ada siapa-siapa lagi “ kata Munarman cengengesan. Aqu masih berusaha galak dan menyuruh mereka keluar.

Tetapi Surahman dan Mulyadi segera maju dan memegangi tanganku. Kemudian aqu mereka banting di ranjang. Aqu kemudian berpikir daripada aqu melawan malah mendapat celaka, maka lebih baik aqu pasrah saja dan tak melawan.

“Sabar-sabar, jangan pada main kasar gitu donk. Saya kan belum pernah gituan… pelan2 kek” tegurku.

Mereka kemudian tak lagi beringas, dan mendekatiku. Surahman segera memelukku dan menciumi bibirku dgn ganas. Mula-mula aqu berusaha menolak bibirnya yg bau itu, tetapi saat Mulyadi mulai menjilati buah dadaqu, dan Munarman mulai mengelus-elus bibir kemaluanqu dgn tangannya yg kasar itu, aqu mulai terangsang dan bibirku mulai membuka untuk membalas serbuan bibir Surahman yg tangannya sibuk meremasi pantatku yg bulat itu.

Tanganku mulai meraba-raba celana mereka. Dan Mulyadi berinisiatif membuka celananya dan menyodorkan kemaluannya yg lumayan besar itu ke tanganku. Aqu agak kaget melihat kemaluan lelaki sebesar itu. Aqu telah sering melihat kemaluan milik kekasih-kekasihku tetapi tak ada yg sebesar itu. Apalagi Surahman dan Munarman menyusul bugil. Ternyata kemaluan mereka begitu besar.

Aqu sempat ketaqutan, tetapi dgn halus, Munarman memegang tanganku dan menaruhnya di gagang kemaluannya. Aqupun perlahan mulai mengelus kemaluannya. Surahman melanjutkan menyusu di buah dadaqu yg montok itu.

Aqu yg telah makin terangsang, mulai bergantian menjilati gagang kemaluan Munarman dan Mulyadi secara bergantian, sementara Surahman kini mulai menjilati klitorisku yg memerah.

Tiba-tiba aqu merasa ingin pipis dan akhirnya keluar cairan banyak dari kemaluanqu. Ketiga lelaki itu segera saja berebut menjilati kemaluanqu sampai aqu kegelian.

Mulyadi kemudian menelentangkan aqu di ranjang. Aqu merasa inilah saatnya aqu akan kehilangan keperawananku. Saat Mulyadi menempelkan kepala kemaluannya yg besar itu di bibir kemaluanqu aqu sempat berusaha menolaknya. Tetapi dari belakang Munarman mendorong Mulyadi sehingga kemaluannya langsung amblas ke kemaluanku. Aqu menjerit kesakitan.

Tetapi Munarman segera berinisiatif menjilati puting buah dadaqu sehingga aqu kegelian. Mulyadi sendiri perlahan mulai menarik majukan kemaluannya sehingga aqu merasakan kegelian yg amat sangat di lubang kemaluanqu. Terasa kemaluannya memenuhi lubang kemaluanqu.

Tiba-tiba sambil memelukku, Mulyadi menggulingkan aqu sehingga aqu berada di atasnya. Mulutnya segera menyerbu ke puting buah dadaqu yg menggantung bebas. Belum sempat aqu berpikir tiba-tiba dari belakang Munarman menyodokkan kemaluannya yg besar itu ke dalem lubang duburku. Aqu yg berteriak kesakitan, segera disumpal mulutku dgn kemaluan Surahman samai aqu nyaris muntah.

Kini dalem keadaan menelungkup, ketiga lubangku telah dimasuki kemaluan yg berbeda. Tetapi aqu merasakan sensasi yg luar biasa. Seluruh badanku serasa dilolosi. Aqu mengalami orgasme sampai 3 kali.
Akhirnya aqu merasa ingin orgasme lagi, dan bersamaan dgn orgasmeku, kurasakan Mulyadi menyemprotkan banyak sekali spermanya di dalem kemaluanku. Kemudian aqu jatuh lunglai di pelukan Mulyadi.

Munarman kemudian segera menarikku duduk di pangkuannya sambil kemaluannya masih menancap di lubang duburku. Dari belakang ia meremas-remas buah dadaqu yg berguncang-guncang. Surahman yg belum klimaks, segera menyodokkan kemaluannya ke dalem kemaluanqu yg nganggur itu.

Aqu benar-benar telah merasa kepayahan, hingga akhirnya aqu merasa ingin keluar lagi. Tak lama kemudian aqu benar-benar tak tahan lagi dan akhirnya aqu menyemprotkan cairan orgasmeku yg kelima. Surahman tak lama kemudian menyusul menyemprotkan maninya di dalem kemaluanku.

Munarman rupanya memang yg terkuat di antara mereka. Dia belum keluar, sehingga dia kemudian menunggingkan aqu dan kemaluannya pindah ke kemaluanqu. Dari belakang aqu disodoknya sambil tangannya memeras-meras buah dadaqu.

15 menit kemudian dia akhirnya mencapai klimaks dan aqu pun juga mencapai orgasmeku lagi. Kami berempat akhirnya lunglai di atas ranjang.

Kulihat jam, ternyata telah hampir 2 jam kami melaqukan pesta sex. Aqu kemudian mengajak mereka untuk mandi bersama karena aqu khawatir sebentar lagi papa mamaqu pulang. Kemudian kami berempat mandi bersama. Di kamar mandi ketiga laki-laki itu selalu berebutan untuk menjamah badanku yg mulus ini.

Sungguh pengalaman ini tak terlupakan bagiku dan aqu mulai mengerti nikmatnya sex sejak itu. Lain kali akan kuceritakan pengalamanku bersama tetanggaqu.

Sejak peristiwa itu, aqu merasa agak bersalah kepada kekasihku, yg justru terhadapnya aqu belum pernah berhubungan sex. Paling-paling hanya sebatas saling menjilat kemaluan sampai kami sama-sama klimaks.

Pagi itu, aqu lupa hari apa, aqu masih tertidur di ranjangku, yg kebetulan sekamar dgn orang tuaqu. Kata orang tuaqu sich, kami tidur seranjang untuk menghemat biaya AC yg cukup mahal itu. Saat itu aqu memakai baju tidur satin warna pink yg tak berlengan. Di dalemnya hanya mengenakan celana dalem warna kuning yg mini, sehingga kalau ada lelaki yg melihat pasti akan terangsang melihatnya.

Hari itu, mama dan papaqu kembali sedang pergi ke Jakarta. Sedang ciciku telah ke kantornya. Memang telah kebiasaan di rumahku, jika ada orang di rumah, pintu depan tak pernah terkunci, hanya dirapatkan saja.

Pagi itu, aqu tak tahu bahwa mamaqu memanggil tetanggaqu Benny yg tukang servis AC itu, untuk menservis AC di rumah. Benny adalah seorang lelaki chinese yg wajahnya jauh dari tampan. Rambutnya agak botak. Badannya tinggi. Usianya tak jauh beda dari ciciku. Katanya sich dia pernah naksir aqu.

Pagi itu, sekitar jam 8, Benny datang ke rumahku membawa peralatan hendak menservis AC. Dia mengetuk pintu tetapi tak ada jawaban karena aqu masih pulas tidur di kamar. Maka dia memberanikan diri, karena telah kenal, masuk ke rumah.

Saat dia mendekati kamarku, rupanya mamaqu lupa merapatkan pintu kamar, hingga agak terbuka sedikit. Benny tanpa kusadari membuka pintu itu pelan-pelan. Aqu saat itu sedang tertidur pulas tanpa ditutupi selimut. Baju tidurku juga telah tersingkap sampai di pusar, sehingga celana dalemku yg berwarna kuning menyala itu terpampang bebas di hadapan Benny.

Aqu merasa ada tangan yg meraba-raba pahaqu. Tetapi aqu saat itu sedang memimpikan bersebadan dgn kekasihku. Saat tangan itu membelai-belai selangkanganku yg masih tertutup CD itu, aqu merasa bahwa itu adalah jilatan-jilatan dari kekasihku.

Kurasakan tangan itu semakin berani merabai badanku. Diselipkan jarinya dibalik Cdku yg telah mulai basah itu. Diraba-rabanya bibir kemaluanqu dari luar.

Tiba-tiba di halaman belakang ada suara genteng jatuh sehingga aqu terkaget dan terbangun. Lebih kaget lagi saat kulihat Benny sedang mempermainkan kemaluanqu dgn jari-jarinya sambil cengegesan.

“Pagi Dya, sorry gua masuk tanpa permisi, abis ngga ada yg bukain pintu. Pas gua masuk eh gua liat lu lagi bobo dgn baju seksi gini.” “Gua ngga tahan kalo liat lu begini”

Aqu berusaha menolak Benny, tapi tangannya kuat mencengkeram bahuku sambil jari tangan yg satunya sibuk mengorek-ngorek isi kemaluanqu dari balik Cdku yg telah basah itu.

Aqu merasakan geli yg amat sangat, tetapi aqu juga tak begitu rela disebadani oleh si Bandot ini.

“Telah Ben… gua ngga tahan nich… entar ketahuan orang ngga enak “ kataqu sambil berusaha memegang tangannya. Tetapi dia tetap bertahan “Tenang aja Dya, bentar lagi pasti enak koq…. Ayo lah… kita kan udah kenal lama, sekali-sekali kasih donk gua kesempatan…” kata Benny sambil terus mengorek-ngorek kemaluanqu.

Tak lama kemudian aqu merasakan akan orgasme, sehingga pahaqu menjepit kuat tangan Benny yg ada di selankanganku. Kira-kira 5 menit kemudian aqu merasakan ada cairan yg keluar deras dari kemaluanqu. Aqu jadi lemas karenanya dan telentang tak berdaya, pasrah membiarkan apa yg akan dilaqukan Benny.

Benny kemudian menaikkan dasterku ke atas hingga lewat kepala dan membuangnya entah kemana. Dia tersenyum mesum melihat buah dadaqu yg terpampang bebas dgn putingnya yg merah kecoklatan itu.

Dia segera mengenyot buah dada kananku, sambil lidahnya bermain-main di atas putingku. Tangan kanannya perlahan-lahan melorot Cdku hingga bugil. Kemudian jari-jarinya kembali ditusuk-tusukkan ke dalem kemaluanqu yg telah becek itu. Mulutnya berganti-ganti mengenyot kedua buah dadaqu.

Aqu yg telah terangsang itu tak sadar mulai mengelus-elus kepala Benny yg botak itu seperti kekasihku. Padahal sebelumnya aqu sama sekali tak kepengen disentuh Benny. Tetapi Benny sungguh sangat pandai menaikkan nafsuku.

Kemudian Benny melepas seluruh pakaiannya hingga terlihatlah kemaluannya yg berukuran sekitar 18 cm dgn diameter 4 cm itu. Dia menyuruhku untuk menjilatnya.

Mulanya aqu menolak karena kemaluan itu agak bau, tetapi dia menjejalkan kemaluannya ke mulutku hingga aqu mulai mengemutnya. Kepalaqu digerakkannya maju mundur seperti sedang dientot oleh kemaluannya.

Tiba-tiba aqu dikagetkan oleh suara. “Wah, lagi apa nich… lagi asik ya… ikutan donk…” Kami berdua menoleh. Rupanya Bang Man, sopir tetanggaqu masuk ke dalem rumahku yg tak terkunci itu. “Sorry non, tadinya mau minjem tangga, eh ternyata lagi pada asyik….” Kata Bang Man.

Aqu merasa kepalang basah, maka mendiamkan saja keadaanku yg sedang bugil bersama Benny. Kulihat Bang Man segera melepas celana panjang dan Cdnya. Kemaluan Bang Man sedikit lebih panjang dari Benny tapi lebih kurus. Selain itu warnanya juga hitam.

Kini kedua lelaki itu mendekatkan kemaluan mereka ke bibirku. Sambil terus mengocok kemaluan Benny yg telah tegang itu, kemaluan Bang Man yg masih lemas itu mulai kujilat-jilat. Perlahan tapi pasti kemaluan itu mulai menegang, hingga akhirnya sama tegangnya seperti kemaluan Benny.

“Bang, aqu udah ngga tahan… langsung masukin aja ya… Ben, elu masukin dari bawah aja dech..” kataqu kepada keduanya.

Benny kemudian menelentang hingga kemaluannya mengacung tegak ke atas. Perlahan aqu naik ke atas badan Benny dan memasukkan kemaluannya ke kemaluanqu.

Mula-mula agak sakit, tetapi Benny menghentakkan badannya ke atas hingga blesss…. Kemaluannya langsung masuk ke dalem lubang kemaluanku.

Aqu perlahan-lahan mulai menaik turunkan badanku. Tak terlalu susah karena kemaluanqu telah basah. Aqu merasakan kegelian yg amat sangat saat kemaluan Benny keluar masuk badanku.

Tiba-tiba Bang Man memaksaqu agak menelungkup. Kemudian… blesss…. Kurasakan kemaluannya yg panjang itu menyodok lubang pantatku hingga aqu agak terdongak ke atas. Bang Man segera menjambak rambutku dan menjadikannya sebagai pegangan.

Aqu semakin kegelian karena buah dadaqu yg tergantung bebas itu dijilat-jilat Benny dari bawah. Sungguh sensasi yg luar biasa. Saat Bang Man menyodokkan kemaluannya, saat itu pula kemaluan Benny tertanam makin dalem ke liang kemaluanqu. Aqu sampai dibuat orgasme 2 kali.

15 menit kemudian mereka berganti posisi. Benny masih menelentang, tetapi dia mendapat jatah lubang duburku. Sementara itu dari depan, Bang Man menyodokkan gagangnya kedalem kemaluanqu yg telah becek. Bang Man menggenjot kemaluannya maju mundur dgn cepat sambil tangannya berebutan dgn tangan Benny meremasi buah dadaqu.

Aqu dibuat menggelinjang kesana kemari oleh terjangan dua lelaki ini, hingga akhirnya aqu tak tahan dan orgasme untuk entah yg keberapa.

Tak berapa lama kurasakan kemaluan Benny berdenyut-denyut, dan dia mencengkeram keras buah dadaqu. Dia kemudian menyemprotkan spermanya banyak sekali di dalem duburku.

Rupanya Bang Man masih perkasa. Tanpa mempedulikanku yg kecapean, dia segera memangkuku, sambil kemaluannya naik turun menusuk kemaluanqu. Bibirnya yg hitam itu sibuk mengenyot-ngenyot putting susuku hingga aqu kegelian.

Akhirnya aqu kepengen orgasme lagi. “ Bang… aqu mau keluar lagi…” “Tahan non, abang juga dah mau nyampe… barengan aja “

Akhirnya kurasakan aqu mulai mengejang, Bang Manpun juga demikian. Akhirnya pertahananku jebol. Dari kemaluanqu keluar cairan banyak sekali. Tak lama kurasakan Bang Man juga menyemprotkan banyak sekali air maninya ke dalem kemaluanqu.

Kami berdua kecapean hingga telentang di ranjang. Rupanya Benny telah bangkit lagi. Hingga tanpa memberiku saat istirahat, dia segera menancap kemaluanqu.

Hari itu, kami bertiga bermain sex sampai kira-kira hampir sore. Aqu merasa sangat kelelahan sekali, tetapi juga sekaligus puas sekali. Ini adalah pengalamanku yg sangat hebat.

“Nadya, elu sungguh hebat, kapan-kapan kita main lagi ya” kata Benny sebelum pulang sambil menciumku. Dalem hati aqu hanya bisa mendongkol. Enakan di dia, ngga enak di guanya, gerutuku dalem hati.

TAMAT

cerita sex terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.