Cerita Sex cerita ngentot Cerita Seks thor hammer Cerita Dewasa Cerita Sex cerita dewasa cerita sex terbaru Cerita Sex Terbaru cerita bokep terbaru Cerita Hot Terbaru Cerita Sex Terbaru
Cerita Dewasa Terbaru banner-agenqq-728x90-2 banner-raja3651
Cerita Bokep, Cerita Bokep Terbaru
Breaking News
Cerita Dewasa Terbaru

Patricia Innocent Sex Girl

Cerita Ngentot Download Video Bokep 3GP

Patricia Innocent Sex Girl kisah dewasa 2016, kisah dewasa terbaru, kisah dewasa, kisah mesum 2016, kisah mesum terbaru,kisah mesum, Patricia duduk di kursi belakang mobil bersama Ayahnya. Sementara sopirnya mengendarai mobil itu.
Mereka baru pulang dari acara resepsi pernikahan putra rekan bisnis Ayahnya. Pada waktu itulah
Patricia berkata,

kisah dewasa 2016, kisah dewasa terbaru, kisah dewasa, kisah mesum 2016, kisah mesum terbaru,kisah mesum,Kisah Mesum

”Aduh, kok kepalaku agak pusing dan perut mual ya.”
“Apa mungkin karena pengaruh makanan tadi,” tanya Ayahnya.
“Bisa jadi. Sebelumnya aku nggak apa-apa kok.”
“Memang kamu demam?”
“Nggak sih, aku nggak ngerasa demam. Cuman pusing dan mual aja.”
“Mau mampir ke dokter dulu?”
“Boleh deh.”

Akhirnya mereka mampir ke dokter praktek yg sejalan dgn rumahnya. Sesampainya di tempat
dokter, mereka harus menunggu di ruang tunggu kira-kira 15 menit. Waktu itulah ada seorang
bapak-bapak dan dua lelaki muda yg sejak kehadiran Patricia, jadi melirik-lirik ke arahnya. Tak
perlu heran. Karena memang kehadiran Patricia begitu mencolok disitu. Ibaratnya dunia ini hitam
putih sebelum kehadirannya. Sejak kehadirannya, menjadi penuh warna. Karena memang
perempuan itu sangat cakep dan menarik. Bentuk tubuhnya pun juga indah. Kulitnya putih.
Ditambah lagi waktu itu ia menggunakan parfum mahal dan berdandan penuh karena menghadiri
pesta pernikahan. Wuaahh! Tentu saja ia langsung menarik perhatian orang-orang disana dan
mereka yg punya pikiran kotor (seperti tiga orang tadi) seketika jadi langsung mupeng
membaygkan wajahnya yg cakep dan tubuhnya yg sexy menggairahkan.

Gaun pesta yg dikenakannya waktu itu berwarna putih dari bahan kain yg cukup tebal dan
sangat pas dgn tubuhnya. Tidak kekecilan dan tidak kebesaran, betul-betul pas menempel di
tubuhnya. Sehingga terlihat jelas keindahan bentuk tubuhnya. Pinggangnya yg ramping, pinggulnya
yg menonjol, dan juga dadanya yg menonjol di balik gaun tebal yg membalut tubuh indah itu.
Ditambah pula, belahan dada atas yg sedikit kelihatan. Maklumlah, namanya juga gaun pesta
perempuan. Biarpun tidak bisa dikatakan sangat terbuka, tetapi tetap saja menunjukkan ke-sexy-
an pemakainya. Apalagi kalau pemakainya adalah Patricia! Membuat orang sakit pun dibuat jadi
mupeng dan lupa akan sakitnya, seperti tiga orang tadi.

Kunjungi Juga Gelorabirahi.com

Akhirnya dipanggillah nama Patricia. Dan masuklah Patricia kedalem ditemani oleh Ayahnya.
Memang pantas kalau Ayahnya masuk mendampinginya. Anak perempuan umur 18 tahun tentu tidak baik
dibiarkan masuk sendirian ke dalem kamar tertutup berdua dgn dokter lelaki yg usianya dalem masa
puber kedua. Apalagi kalau anak perempuannya secantik dan se-sexy Patricia. Lagipula hal itu bisa
membuat orang mupeng yg sedang menunggu di ruang tunggu jadi melayg-layg pikirannya
membaygkan kejadian yg nggak-nggak di dalem ruangan itu (betul nggak sih? hehehe). Dokter yg
memeriksanya adalah dokter Warsitho. Usianya 40 tahun lebih. Wajahnya kebapakan dan tutur
bahasanya sangat sopan sepertinya ia berasal dari kalangan priyayi.

Ia mendengarkan dgn penuh pengertian sambil memandang Patricia dgn serius. Tetapi tampangnya sangat sulit ditebak apakah ia mendengarkan serius keluhan Patricia ataukah diam-diam juga mupeng dgn perempuan itu? Setelah mendengar keluhan Patricia, ia akan memeriksanya di ruang periksa.. Ruang periksa adalah ruangan kecil di dalem ruang konsultasi itu yg dibatasi oleh swinging
door yg tak ada kuncinya. Patricia masuk ke ruang periksa itu bersama dokter Warsitho tanpa
diantar Ayahnya. Mungkin Ayahnya tak ikutan masuk karena ia tak ingin melihat waktu Patricia
membuka bajunya. Lagipula situasinya cukup aman karena ruang periksa itu hanya dibatasi swinging
door yg tak ada kuncinya. Hal itu juga dijelaskan oleh dokter Warsitho karena ia tidak ingin orang
berpikiran yg bukan-bukan kalau ia punya niat jelek terhadap putrinya. Apalagi ia sadar kalau Patricia
itu adalah perempuan muda yg luar biasa cakepnya dan sexy pula.
Di dalem ruangan itu, seperti biasa dokter Warsitho akan memeriksa dgn alatnya. Untuk itu ia
berkata dgn sopan,

“Maaf dik, bajunya tolong dibuka sebentar ya.”
“Wah, kalau begini saja apa nggak bisa, dok?”
“Takutnya kurang jelas, tapi ok, saya coba dulu ya.”
“Waduh, maaf, mungkin baju kamu ini terlalu tebal, jadi saya nggak bisa mendengar.”
Tiba-tiba Patricia menjadi kelihatan gelisah.
“Waduh gimana ya…”
“Cuman sebentar aja kok,” kata Dokter Warsitho dgn senyum pengertian seolah ia maklum akan
keresahan perempuan ini. Ia mengerti bahwa perempuan muda seperti dia, tentulah risih kalau disuruh
membuka bajunya di depan seorang pria berumur seperti dirinya. Biarpun kepada seorang dokter
sekalipun.

“Saya hanya ingin memeriksa bagian perut kamu yg mual itu. Nggak lama kok.. Paling juga beberapa
menit.”
“Apa nggak ada jalan lain, dok?”
“Ya nggak ada. Kalo kamu mau sembuh ya mesti diperiksa,” katanya mulai tidak sabar. Ia merasa
sedikit tersinggung karena dikiranya tentu perempuan ini mengira ia punya pikiran yg bukan-bukan.
“Ehmmm….ok deh,” kata Patricia dgn ragu.

Tetapi yg dilakukan Patricia setelah itu sangat aneh. Seharusnya ia membuka retsleting gaun di
punggungnya. Tetapi yg dilakukan justru ia mengangkat rok gaunnya itu dan menaikkannya ke atas
sampai ke pangkal pahanya. Baru kemudian disadarinya bahwa gaun itu bagian pinggangnya cukup
ketat. Sehingga tak mungkin ia mengangkatnya terus sampai ke perutnya. Sehingga akhirnya
gaunnya diturunkan kembali. Tapi ia terlanjur memamerkan pahanya yg putih mulus serta celana
dalem warna coklat mudanya di depan dokter Warsitho.

“Nggak perlu begitu dik,” kata dokter Warsitho rupanya ia heran juga dan mulai curiga jangan-jangan
perempuan ini cakep cakep tapi perkembangan otaknya agak nggak beres.
“Saya cuman mau periksa perut kamu di bagian sini yg tadi kamu bilang agak sakit itu,” katanya
sambil menunjuk bagian atas perutnya sendiri dgn harapan supaya Patricia mengerti maksudnya
tanpa perlu mengatakannya secara eksplisit.
“OK,” kata Patricia dgn lemah. Rupanya akhirnya Patricia mengerti juga. Karena ia mulai membuka
retsleting gaunnya di punggungnya. Kemudian setelah sempat ragu-ragu sejenak, diturunkannya
gaun itu sampai sebatas perut.

“Ahh!”

Dokter Warsitho secara spontan berseru kaget dan matanya terbelalak. Karena kini bagian atas
tubuh Patricia telanjang tanpa ada penutup sehelai benang pun! Sehingga ia bisa melihat jelas buah
dada ranum nan indah milik perempuan muda yg menggairahkan terutama bagi pria seumur seperti
dirinya itu. Sejak tadi ia sudah agak-agak mupeng dgn kecantikan dan ke-sexy-an perempuan ini.
Apalagi sekarang disuguhi pemandangan indah seperti itu dalem jarak begitu dekat! Buah dada putih
itu nampak padat berisi dan kencang dgn kedua puting mungilnya yg segar kemerahan menonjol ke
depan. Apalagi ac ruangan yg agak dingin, membuat puting buah dada Patricia jadi makin perky dan
menonjol.

Dokter Warsitho sudah belasan tahun menjadi dokter dan ia sudah cukup sering memeriksa pasien
perempuan. Tetapi waktu itu jantungnya berdegup kencang juga melihat buah dada ranum nan
indah dan segar terpampang jelas di depan matanya. Dan itu bukan dada seorang ibu-ibu setengah
umur yg bodinya sudah nggak karuan, tapi itu dada milik perempuan muda yg cakep!

Gaun pesta Patricia itu memang bukan gaun yg beli jadi melainkan gaun yg khusus dibuat untuk
dirinya. Maka itu gaun itu begitu pas di tubuhnya. Apalagi Patricia termasuk perempuan yg sangat
perhatian dalem hal merawat tubuhnya sehingga ia tidak kegemukan semenjak gaun itu dibuat. Dan
di bagian depan gaun itu telah ada semacam bra yg menempel menjadi satu dgn gaun itu. Sehingga
pemakainya tak perlu memakai bra lagi.

Tentu untuk membuat gaun seperti ini tidaklah gampang karena harus diukur betul-betul akurat
supaya pas dipakai oleh si pemakai. Tak heran kalau gaun itu mahal harganya dan pembuatnya pun
adalah seorang penjahit top (omong-omong, penjahitnya perempuan bukan lelaki). Itulah sebabnya
kenapa sedari tadi Patricia nampak ragu untuk menurunkan gaunnya. Karena untuk membuka
bagian perut tentu harus melewati dada. Sementara ia tak memakai bra yg terpisah dari gaunnya itu.
Dgn diturunkannya gaun itu tentu otomatis dadanya jadi terbuka bebas.

Sebelumnya dikiranya dokter bisa memeriksa dirinya tanpa ia perlu membuka gaunnya. Kalau tahu
begini, tentu ia tidak akan ke sini sebelum pulang ke rumah dan ganti pakaian dulu. Tapi karena
sudah terlanjur sampai disini dan masuk ke ruang periksa dan takut dokter itu tersinggung, jadi ya
apa boleh buat, terpaksa direlakan dadanya dilihat dokter itu. Toh itu demi kesehatan dirinya. Yg tak
jelas adalah seruan kaget dokter Warsitho tadi adalah betul-betul kaget ataukah karena terkagum-
kagum oleh buah dada perempuan muda ini?

Tetapi dokter Warsitho rupanya tahu bagaimana cara bersikap secara profesional. Karena setelah
sejenak kaget dan secara spontan menatap buah dada ranum nan indah itu, ia segera memalingkan
wajahnya 30 derajat waktu menempel-nempelkan alatnya itu di beberapa tempat di perut Patricia.
Tapi, sebenarnya, apalah artinya memalingkan wajah seperti itu, karena toh ia masih bisa melihat
dgn jelas sekali dalem posisi seperti itu. Karena jaraknya memang begitu dekat. (Tapi memang kalau
tidak bisa melihat sama sekali, justru lebih bahaya. Kalau salah tempat malah lebih gawat lagi.)
Tak lama kemudian, ia berkata,

”OK, sudah selesai,” sambil memandang wajah Patricia. Tentu waktu itu pun ia bisa melihat buah
dadanya dgn jelas sekali tanpa perlu menatapnya langsung. Tetapi setelah itu malah pandangan
matanya melirik ke buah dada telanjang itu, sebelum akhirnya ditutup kembali dgn gaun itu.

Setelah dgn rapi Patricia menutup gaunnya kembali, Dokter Warsitho berkata,

” Seharusnya kalau tahu begitu tadi kamu nggak perlu diperiksa. Bisa langsung saya kasih obat saja.”
(Sangat aneh, kenapa ngomongnya baru sekarang ya??)
Setelah itu kembalilah mereka ke ruang konsultasi itu.
“Bagaimana dok?”
“Ooh, nggak apa-apa kok. Bukan masalah serius. Mungkin karena salah makanan saja,” katanya
sambil senyum-senyum. Entah apa maksud senyumannya itu.

“Apalagi putri bapak tubuhnya sangat sehat dan masih begini muda. Sehingga sakit apa pun juga
cepat sembuhnya. Oh ya, omong-omong, putrinya umur berapa?”
Aneh juga dokter ini, ngapain nanya umur segala?
“18 tahun.”
“Ooh, masih muda sekali. Tubuh juga masih segar. Pasti cepat sembuh. OK, ini saya kasih resepnya.”
“Terima kasih dok.”
“Terima kasih dok.”
“Sama-sama. Nanti kalo belum sembuh juga, jangan sungkan-sungkan mampir kesini lagi.”
“Dan ingat,” tambahnya,
“Kesehatan tubuh itu penting sekali.”’

Patricia sedang mengendarai mobilnya menuju ke tempat fitness. Ia mulai rajin berolahraga karena
ingin supaya tubuh tetap fit. Selain itu juga untuk menjaga supaya berat dan bentuk tubuh tetap
bagus. Juga supaya otot-otot tubuh tetap kenceng. Terutama bagian buah dadanya. Ia khawatir
kalau buah dadanya akan cepat mengendur atau sagging. Apalagi belakangan ini mulai sering
diremas-remas dan juga terguncang-guncang akibat benda tumpul. Ia tidak ingin buah dadanya jadi
mengendur dan jelek setelah umur 30-an atau akhir 20-an. Oleh karena itu ia rajin berolahraga sejak
dari sekarang. Sebelum semuanya terlambat. Walaupun masih muda, tapi ia cukup wise juga
rupanya. Setelah memarkir mobilnya, tak lama kemudian masuklah ia ke tempat fitness itu. Disana
cukup banyak orangnya. Ada yg tua maupun yg seumuran dia atau lebih tua sedikit.

Baik lelaki maupun perempuan. Waktu itu Patricia memakai celana pendek putih yg cukup pendek.
Sehingga nampak jelas pahanya yg putih mulus. Sementara atasannya ia memakai kaus tanktop
cukup ketat tanpa lengan warna kuning. Nampak jelas dadanya yg menonjol di balik kaus tanktopnya
itu. Dan nampak sedikit belahan bagian atas dadanya karena kaus yg dikenakan itu berleher rendah.
Rambutnya digulung-gulung dan diikat. Supaya tidak mengganggu waktu berolahraga. Ia waktu itu
bersiap mengikuti kelas aerobik. Di dalem ruangan itu ada beberapa lelaki dan bapak-bapak yg sejak
semula mencuri-curi pandang kearahnya. Tak lama kemudian, dimulailah latihan aerobiknya.

Selama satu jam penuh Patricia berkonsentrasi penuh dgn exercise-nya itu. Tetapi yg kasihan lelaki-
lelaki dan para bapak disitu karena banyak yg terpecah konsentrasinya. Setelah selesai aerobik,
tubuh Patricia menjadi basah penuh dgn keringat dan napasnya terengah-engah. Kaus tanktop-nya
kini jadi basah kuyup karena keringatnya. Sehingga jadi basah menempel di tubuhnya. Dan bra yg
dikenakan di dalemnya jadi tercetak dgn jelas, terutama karena warnanya yg agak gelap. Ia tidak
langsung mandi di shower tapi menunggu sampai dirinya cooling down dan tubuhnya kering terlebih
dahulu. Ia melepas ikatan rambutnya sehingga kini rambutnya terurai bebas. Rambutnya pun jadi
agak basah karena keringat di kepalanya.

Waktu itu ia berjalan menuju ke bagian lain, ke tempat latihan mengencangkan otot dgn
menggunakan alat. Tidak banyak orang yg berolahraga disana waktu itu. Waktu itu ia melakukan
sesuatu, yg apabila orang melihatnya, pasti dibuat mupeng abis oleh tindakannya itu. Karena tiba-
tiba ia melepas kaus tanktop yg melekat basah di tubuhnya itu. Yg melihatnya agak kecele karena di
dalemnya bukan bra biasa yg tipis dan sexy tapi sport bra. (Sport bra adalah bra khusus digunakan
untuk olahraga jadi bentuknya lebih besar dan kuat dibanding bra biasa.

Fungsi utamanya selain menutupi dada juga untuk melindungi buah dada dari guncangan waktu
melakukan olahraga yg sifatnya “high impact”, seperti aerobik barusan). Sebenarnya untuk sajam
sekarang adalah hal yg cukup normal perempuan hanya memakai atasan sport bra doang di tempat
fitness. Tapi tetap saja ada yg mupeng dibuatnya karena bagaimana pun menyaksikan pemandangan
perempuan melepas bajunya, biarpun di dalemnya masih ada lapisan yg menutupi tubuhnya, tentu
merupakan pemandangan yg sangat merangsang bagi lelaki. Apalagi kalau perempuannya cakep dan
tubuhnya putih mulus dan sexy seperti Patricia. Waktu Patricia sedang berjalan-jalan dan melihat-
lihat orang yg berolahraga disitu, tiba-tiba ada suara yg memanggilnya. Suara yg tak asing baginya.

“Patricia?! Lho kok kamu ada disini?” Patricia segera menoleh ke arah datangnya suara,
“Eh, Pak Rohmad. Lho, kok bapak juga ada disini?”
“Saya khan part-time instructor disini. Kamu sudah lama fitness disini?”
“Baru bulan lalu jointnya.”
“Bagus sekali kamu ikut fitness disini. Karena olahraga itu penting sekali bagi kesehatan tubuh. Dan
kesehatan tubuh itu penting sekali artinya,” kata Pak Rohmad.
“Setuju Pak. Oleh karena itu sekarang saya olahraga dgn teratur. Supaya tubuh tetap sehat,” kata
Patricia.

Selanjutnya mereka berbincang-bincang sejenak.
Pak Rohmad adalah guru olahraga di sekolah Patricia. Di usianya yg akhir 30-an atau awal 40-an itu,
ia termasuk seorang dgn stamina yg cukup tinggi dan fisik yg kuat. Maklum, ia adalah orang yg rajin
berolahraga berbagai macam. Tubuhnya kekar. Kulitnya sawo matang. Rambutnya dipotong cepak
dan berkumis, membuat tampangnya kelihatan garang. Pak Rohmad adalah suami dari Bu Ratinuk,
kepala sekolah di sekolah itu. Meski tubuhnya kekar, tetapi Pak Rohmad tergolong sebagai suami
takut istri. Mungkin karena Bu Ratinuk adalah atasannya di sekolah. Atau mungkin karena Bu Ratinuk
lebih tinggi penghasilannya. Atau mungkin karena Bu Ratinuk berasal dari keluarga cukup kaya. Atau
mungkin karena Bu Ratinuk orangnya sangat cerewet. Sehingga dalem kehidupan sehari-hari Pak
Rohmad lebih banyak menurut dan tak berani melawan istrinya. Hanya satu saja Bu Ratinuk selalu
menurut dan takluk dgn suaminya, yaitu ketika di atas ranjang. Dalem hal ini, Bu Ratinuk sangat puas
dgn “performance” suaminya itu.

Sementara waktu mereka berbincang-bincang itu, diam-diam kemaluan Pak Rohmad jadi mengeras juga.
Biasanya ia melihat Patricia di sekolah waktu ia selalu memakai pakaian seragam yg rapi dan sopan.
Ia tahu perempuan ini selalu memakai pakaiannya dgn rapi. Bahkan melihatnya memakai pakaian
olahraga sekolah pun juga jarang sekali atau mungkin malah tidak pernah. Karena ia adalah guru
olahraga untuk murid lelaki. Sedangkan guru olahraga untuk murid perempuan adalah Bu Zaire. Dan
olahraga untuk lelaki dan perempuan selalu dipisahkan. Tetapi kini Patricia sangat berbeda. Ia
nampak begitu sexy dgn pakaian yg minim melekat di tubuhnya. Ia melihat Patricia yg tubuhnya
hanya dibalut sport bra dan celana pendek sport yg benar-benar pendek dan lumayan ketat.
Sementara sebagian besar tubuhnya ter-ekspos dgn jelas.

Dalem jarak begitu dekat ia bisa melihat dgn jelas daya tarik seksual anak didiknya itu yg begitu
menggairahkan dan membangkitkan nafsu setiap lelaki normal, termasuk dirinya waktu itu.
Wajahnya yg cantik innocent. Tubuhnya yg basah mengkilap penuh dgn keringat. Rambutnya yg juga
agak basah karena keringat, terurai dgn bebas. Kulitnya yg putih mulus. Dadanya yg menonjol dibalik
sport branya. Belahan atas buah dadanya yg terbuka seolah menggoda untuk membuat para lelaki
termasuk dirinya penasaran ingin tahu seperti apa bentuknya secara keseluruhan.

Perut dan kedua tangannya yg telanjang. Pahanya yg putih mulus terlihat jelas sampai hampir
pangkalnya. Pinggulnya yg menonjol dibalik celana sport yg pendek dan ketat itu. Sehingga Pak
Rohmad, yg di sekolah selalu bersikap sopan, kini jadi mupeng juga dgn Patricia, perempuan favorit
sekolah itu. Setelah itu Pak Rohmad membawa Patricia berkeliling sambil menunjukkan beberapa
alat olahraga. Tujuan baiknya tentu menjelaskan manfaat alat-alat itu ke anak didiknya. Tetapi ia
juga punya tujuan tersembunyi, yaitu untuk cuci mata menikmati tubuh Patricia yg sexy dan mulus
itu. Mumpung ia dapat kesempatan sangat bagus hari itu. Belum tentu ia mendapat kesempatan
seperti ini lagi.

Patricia memakai kaus olahraga tanpa lengan dgn celana pendek yg ketat. gelorabirahi.com Kali ini ia
berolahraga melatih otot tubuhnya terutama bagian tubuh depannya.. Waktu itu ia sedang
dibimbing oleh Pak Rohmad. Rupanya ia sengaja mencari kesempatan supaya bisa “membimbing”
Patricia berolahraga secara benar. Dan hari itu akhirnya ia mendapat kesempatan yg diidam-
idamkan itu. Waktu itu Patricia sedang duduk di alat fitness itu. Kedua tangannya bergerak
membuka dan menutup sambil memegang bagian dari alat itu (nggak tahu apa nama alat ini. Tapi
alat ini selalu ada di tempat fitness). Sementara Pak Rohmad di sebelahnya memperhatikannya. Apa
yg diperhatikannya? Memperhatikan exercise yg dilakukan Patricia tentunya.

Tetapi sangat sulit dipercaya kalau sedari tadi ia tidak juga sambil memperhatikan paha Patricia yg
putih mulus itu. Juga dadanya yg menonjol di balik baju olahraganya. Apalagi waktu Patricia
membuka tangannya, membuat dadanya nampak lebih terbuka dan membusung. Dan posisinya yg
berdiri lebih tinggi dibanding Patricia yg sedang duduk, membuatnya bisa melihat lebih banyak lagi
gumpalan daging buah dada Patricia. Setelah itu Patricia latihan sit up. Pak Rohmad memotivasinya
untuk sanggup melakukannya 40 kali.

Sampai akhirnya Patricia berhasil juga melakukannya 40 kali. Setiap kali Patricia membungkuk ke
depan dan mengangkat tubuhnya, Pak Rohmad selalu berusaha mengintip gundukan buah dada
bagian atas perempuan itu yg terlihat dari celah bajunya. Sehingga ia bisa melihatnya sebanyak 40
kali juga. Setelah itu Patricia tiduran telungkup di atas matras yg agak tinggi. Sementara Kakinya
dikaitkan ke alat fitness dgn diberi beban. Kemudian kakinya digoygnya naik turun dan ditekuk untuk
mengangkat beban itu.

Pak Rohmad mengawasinya sambil mengelilingi di samping, belakang, dan depan. Sehingga ia bisa
memberi nasehat serta memotivasi anak didiknya itu. Sementara matanya tentu juga jelalatan
memandangi tubuh sexy yg sedang telungkup itu. Apalagi ia bisa dgn bebas memelototinya tanpa
resiko ketahuan terutama waktu di samping dan dibelakang. Waktu di samping: ia bisa memelototi
dgn jelas pinggul Patricia yg menonjol yg terbalut celana pendek yg ketat dan sexy itu. Juga bisa
melihat punggung perempuan yg sedang telungkup itu secara keseluruhan. Waktu di belakang: ia
bisa menatap pahanya yg putih mulus dan juga pinggul serta bagian kemaluannya yg tertutup celana
pendek itu. Waktu di depan: ia bisa melihat gundukan buah dada bagian atas yg terlihat dari belahan
leher bajunya.

Terakhir Patricia latihan mengangkat tubuhnya. Kedua tangannya meraih dua ring di atas kepalanya.
Kemudian berusaha mengangkat tubuhnya ke atas. Ini sangat berat sekali. Sehingga Pak Rohmad
membantu mengangkatnya ke atas dgn memegang pinggangnya dan juga kaki serta pahanya. Waktu
memegang pinggang, tentu ia tidak memegang bajunya tapi kulit pinggangnya. Karena memegang
bajunya tentunya akan licin. Selain pinggang juga kadang ia membantu mengangkat tubuh Patricia
dgn memegang paha perempuan itu. Bahkan sempat pula ia melingkarkan kedua tangannya di paha
Patricia sambil ia berdiri di belakangnya dgn jarak sangat dekat. Sampai-sampai kepalanya hampir
menyentuh pinggul perempuan itu.

“Bagaimana rasanya, Patricia,” tanya Pak Rohmad setelah sesi latihan itu selesai.
“Wah, cape banget dan tubuh jadi pegal-pegal sih Pak. Tapi rasanya enak sekali. Apalagi nanti
malem, bisa tidur enak deh,” kata Patricia.
“Memang olahraga itu penting bagi kesehatan tubuh,” kata Pak Rohmad.
Apalagi olahraga yg juga memberikan kepuasan batin, kata Pak Rohmad dalem hatinya.
Tak lama kemudian…

Patricia sedang telanjang bulat di dalem kamar mandi fitness itu. Ia menyiram sisa-sisa sabun di
tubuhnya dgn air hangat yg keluar dari shower. Pak Rohmad juga telah berdiri telanjang bulat di
dekatnya. Jarak antara keduanya paling sekitar 1/2 meter saja. Tentu saja kemaluannya pun juga telah
ikutan “berdiri”. Tapi meski begitu keduanya tak bisa saling melihat. Karena seorang berada di
ruangan khusus perempuan dan yg lain lagi di ruangan khusus lelaki yg pintu masuk keduanya
berjauhan. Hanya saja kebetulan waktu itu keduanya mengambil tempat di ujung. Sehingga kalau
diukur dgn GPS, keduanya berdiri sangat berdekatan. Akan tetapi ada tembok pemisah yg tebal.
Malamnya,

Pak Rohmad tampil luar biasa di atas ranjang, sampai-sampai Bu Ratinuk istrinya yg biasanya
cerewet waktu itu jadi “jinak” dan begitu penurut kepadanya.. Dan demikianlah keadaan seterusnya.
Pada hari-hari dimana Pak Rohmad “membimbing” Patricia berolahraga secara benar, malamnya ia
selalu tampil dgn lebih perkasa.

Matahari baru saja terbenam. Hari telah berubah menjadi gelap. Suasana sekolah itu tampak telah
sunyi dan tak terlihat seorang pun. Apabila orang melihat dari luar, tentu mereka mengira bahwa di
dalem kompleks sekolah yg besar itu tidak ada seorang manusia pun. Tetapi hal itu tidaklah benar.
Karena ada rumah Pak Sarip yg terletak di bagian belakang sekolah yg dihuni oleh penghuninya,
yaitu Pak Sarip dan Bu Sarip. Tapi di bagian depan kompleks sekolah, seharusnya sudah tidak ada
orang sama sekali. Apalagi pintu gerbang yg menghubungkan bagian depan dan belakang sekolah
telah dikunci dari depan. Sehingga Pak Sarip pun juga tak bisa masuk ke daerah ini. Seandainya ia
ingin keluar kompleks, ia harus keluar lewat pintu belakang sekolah. Selain mereka, seharusnya tidak
ada orang lain di dalem kompleks sekolah itu..

Tapi…ternyata nggak benar juga. Karena di dalem satu ruangan tertutup, tepatnya di dalem aula
olahraga di bagian depan sekolah, sebagian lampu menyala dan terdengar suara-suara aneh di
dalemnya. Hantukah itu??? Ternyata bukan hantu. Di dalem aula itu terdapat dua orang yg
semuanya serba berlainan, yaitu berlainan jenis kelamin, berbeda generasi, perbedaan warna
kulitnya kontras sekali, tetapi keduanya sedang asyik melakukan satu kegiatan olahraga secara
bersama-sama. Dan olahraga yg dilakukan itu bukan olahraga biasa. Karena perempuan muda dan
putih itu nampak sedang mendesah-desah. Dirinya sedang ditindih oleh bapak berkulit sawo matang
yg usianya sekitar 40 tahunan. Keduanya telanjang bulat. Kemaluan bapak itu telah menyodok-
nyodok ke dalem kemaluan perempuan putih tadi. Ternyata perempuan itu adalah Patricia, pelajar
favorit sekolah itu. Dan bapak yg sedang menindihnya itu adalah Pak Rohmad, guru olahraga sekolah
itu.
Untuk itu marilah flashback sebentar…

Sore itu selesai praktikum, Patricia tidak langsung pulang ke rumah. Ia bermain-main dgn beberapa
temannya, bergantian melempar bola basket ke dalem ringnya. Di ujung satunya juga ada beberapa
murid dari kelas lain melakukan hal yg sama. Selain itu ada pula beberapa murid yg sedang duduk-
duduk sambil berbicara dan bercanda. Sementara itu, di bagian lain ruangan, Pak Rohmad sedang
mengajar olahraga kepada murid kelas siang. Olahraga yg diajarkan waktu itu adalah senam matras,
seperti roll depan, roll belakang, dll. Setelah jam pelajaran olahraga selesai, Pak Rohmad mendatangi
anak-anak yg sedang bermain-main basket itu kemudian ia memberi contoh dan masukan-masukan
kepada mereka. Setelah itu ia meberbicara dgn murid-murid yg sedang duduk-duduk itu. Tak lama
kemudian Pak Rohmad bersama tiga murid lelaki berjalan ke arah matras yg sebelumnya dipakai
buat olahraga itu dan berbicara mengenai olahraga matras disana. Tak lama kemudian Patricia
merasa cukup bermain-main. Ia hendak segera pulang. Setelah pamitan dgn teman-temannya ia
berjalan ke arah pintu keluar aula itu. Tetapi waktu itu ia melihat Pak Rohmad dan beberapa murid
itu yg sedang meberbicara seru. Karena ingin tahu, ia ikutan nimbrung, sampai agak lama.. Tentu tiga
murid lelaki tadi bagai kejatuhan rejeki nomplok, tiba-tiba bisa berbicara bareng dgn Patricia.

Mereka berbicara agak lama, sehingga akhirnya teman-teman mainnya yg tadi malah pulang duluan.
Tak lama kemudian, tiga lelaki yg sedang meberbicara bersamanya pamitan pulang juga. Karena
mereka pulang, Patricia ikut pamitan juga. Tapi sewaktu kemudian Pak Rohmad mengajaknya bicara
tentang olahraga fitness. Karena pada dasarnya suka berbicara, akhirnya ia asyik berbicara dgn Pak
Rohmad. Waktu itu ia tak terlalu kuatir karena diliriknya masih ada beberapa murid yg tak
dikenalnya sedang melempar-lempar bola ke ring basket. Jadilah ia dan Pak Rohmad keasyikan
berbicara macam-macam tentang olahraga. Malahan Pak Rohmad memberi beberapa contoh
tentang olahraga matras. Sementara Patricia sibuk memperhatikannya dan bercakap-cakap dgn Pak
Rohmad.

Tak terasa telah lewat setengah jam mereka meberbicara. Tiba-tiba Patricia tersadar kalau waktu itu
ruangan aula telah sepi. Semua orang telah pergi. Hanya ia dan Pak Rohmad saja yg masih tinggal di
aula itu. Waktu itu ia merasa agak risih berdua sendirian dgn Pak Rohmad di dalem ruangan yg luas
tetapi lengang itu. Lagipula waktu itu ia berada dalem jarak cukup dekat dgn Pak Rohmad.
Sementara ia telah mendapati beberapa kali Pak Rohmad memandangi dirinya seolah seperti
menggeraygi tubuhnya saja. Ditambah lagi ia melihat adanya tonjolan cukup besar di balik celana
training yg dikenakan Pak Rohmad. Karena itu ia segera pamitan pulang,

”Wah, sudah mau gelap nih. Saya mesti pulang dulu deh Pak.” Tetapi Pak Rohmad malah berkata,
“Wah, sekarang lagi hujan, Patricia. Kalau kamu pulang sekarang, begitu keluar pagar depan juga
pasti basah kuyup. Lagipula, satpam yg tugas jaga di depan hari ini adalah Pak Sudin. Dia orangnya
suka nyebar gosip. Saya nggak mau dia ngelihat kita keluar berdua lalu nyebar gosip yg nggak-nggak
ke anak-anak. Hal itu tidak baik buat saya tapi lebih tidak baik lagi buat kamu, anak perempuan yg masih
perawan. Bagaimana kalau kita tunggu dulu beberapa waktu? Sepuluh / lima belas menit lagi sudah
waktunya jam pulang baginya. Dan siapa tahu waktu itu hujan telah reda,” katanya menasehati.

“Dan kamu tak perlu khawatir, saya akan menunggu dan menjaga kamu disini sampai kamu pulang,”
tambahnya lagi.

Entah mungkin karena sifat bitchy dalem dirinya diam-diam mulai muncul, atau sekedar iseng ingin
tahu apa yg akan dilakukan Pak Rohmad selanjutnya, atau memang karena takut kehujanan dan
digosipin, atau karena kena pengaruh wibawa Pak Rohmad, waktu itu Patricia menuruti saja kata-
kata gurunya itu. Sejenak ia nampak ragu, tetapi akhirnya ia berkata, “Ehmmm, baiklah kalo cuma
sepuluh menit.”

“OK, kalau begitu, untuk mengisi waktu, saya tunjukkan beberapa kegiatan olahraga yg berguna,”
kata Pak Rohmad.

“Olahraga itu penting sekali untuk menjaga kesehatan tubuh, lho, Patricia.”
“Dan kesehatan tubuh itu penting sekali artinya dalem kehidupan kita,” demikian ceramah singkat
Pak Rohmad kepada Patricia.

Sambil berkata, ia berjalan ke dalem menjauhi pintu keluar. Patricia mengikuti langkah kaki Pak
Rohmad itu. Tetapi waktu Patricia berjalan menuju ke tengah ruangan itu, sewaktu kemudian malah
Pak Rohmad berbalik arah dan menutup pintu keluar itu serta menguncinya. Sehingga kini tak ada
seorang pun yg tahu mereka berdua ada di dalem, dan tak ada seorang pun yg bisa membuka pintu
itu dari luar kecuali yg memiliki kuncinya. Dan Bu Zaire, guru olahraga perempuan yg juga memegang
kunci telah pulang sejak tadi, begitu jam pelajaran olahraga selesai.

“Sini, saya tunjukkan bagaimana kamu bisa menggunakan alat ini untuk kesehatan tubuh kamu,”
kata Pak Rohmad. Ia berjalan menuju ke pipa besi horizontal yg disangga oleh dua pipa besi vertikal
di pinggirnya (yg biasa digunakan untuk senam di olimpiade). Lalu ia memberi contoh. Ia melompat
meraih palang horizontal itu dgn kedua tangannya. Kemudian ia menarik tubuhnya keatas beberapa
kali. Sangat hebat sekali! Meski usia sudah atau hampir kepala empat, tapi ia sanggup melakukannya
beberapa kali tanpa membuat napasnya ngos-ngosan.

“Nah, sekarang giliran kamu mencoba.”
“Wah, saya nggak bisa Pak. Itu berat sekali. Khan dulu sudah pernah coba di tempat fitness,” kata
Patricia.
“Nggak apa-apa coba lagi. Siapa tahu malah bisa. Ayuk, mari saya bantu naik, maaf,” kata Pak
Rohmad. Meski mulutnya mengucapkan kata “maaf” tetapi ia tak memberi kesempatan perempuan
itu menolak. Karena waktu itu ia langsung memegang pinggang perempuan itu dan mengangkatnya.
Sehingga kini mau tak mau Patricia harus memegang palang besi itu dgn kedua tangannya kalau
tidak mau dirinya dipegang terus oleh Pak Rohmad.

Setelah Patricia meraih palang itu, baru Pak Rohmad melepaskan pegangannya. Lalu ia berkata,
“Nah, sekarang coba angkat tubuh kamu,” kata Pak Rohmad.
“Wah, saya nggak kuat Pak. Berat sekali,” kata Patricia yg cuma bisa menggeser tubuhnya ke atas
beberapa senti saja.
“Kalau begitu, mari saya bantu,” kata Pak Rohmad sambil ia berjongkok di depan perempuan itu dan
memegang pergelangan kakinya.
“Huuahhh,” serunya waktu mengangkat kedua kaki Patricia keatas.
“Kamu coba angkat tubuh kamu lebih tinggi lagi, sudah saya bantu nih,” kata Pak Rohmad sambil
menengadahkan kepalanya ke atas. Sangat ia adalah orang yg pandai memanfaatkan kesempatan.
Padahal waktu itu Patricia mengenakan rok abu-abu yg panjangnya beberapa senti di atas lutut!
Tentu waktu itu Pak Rohmad bisa melihat pemandangan indah di atas kepalanya itu. Paling tidak,
paha putih mulus itu pasti kena dilihatnya. Semakin tinggi Patricia mengangkat tubuhnya, semakin
banyak pula yg dipihatnya. Bahkan mungkin celana dalem perempuan itu juga berhasil diintipnya
sekalian. Tetapi setelah itu malah lebih kurang ajar lagi.
“Sebentar, tahan dulu ya……Nah sekarang saya bantu lagi.”
Dan…dipegangnya bokong perempuan itu yg nampak sedikit menonjol di balik rok abu-abunya itu.
Patricia merasa bokongnya dipegang gurunya itu, tentu jadi risih. Tetapi ia tak bisa berontak dalem
posisi seperti itu. Akhirnya yg bisa dilakukan hanyalah melepas pegangannya itu supaya bisa
mendarat di lantai lagi. Waktu ia melakukan itu tentu tubuhnya langsung turun ke bawah sampai
kakinya menyentuh lantai lagi. Tetapi yg tak disangkanya, waktu ia menjatuhkan dirinya itu, Pak
Rohmad tidak melepaskan pegangannya malah ia berusaha menangkap tubuhnya. Akibatnya…kini
kedua tangan pak Rohmad jadi menempel di tubuhnya, dan….kedua tangannya persis menempel di
kedua buah dadanya! Tentu ini sangat kejutan yg tak disangka-sangka bagi Pak Rohmad. Ibarat
pepatah, maksud hati memeluk gunung, apa daya tiba-tiba “gunungnya” sudah berada di dalem
genggaman tangan duluan. Dirasakannya buah dada Patricia yg empuk dan nyaman itu. Patricia
seketika memerah mukanya mengetahui kedua tangan Pak Rohmad yg hitam dan berotot itu tepat
mendarat di dadanya. Cerita Sex
“Kamu nggak apa-apa, Patricia?” tanya Pak Rohmad dgn kurang ajar karena kedua tangannya masih
aja menempel, seakan enggan melepas gunung kembar milik perempuan itu.

“Oh nggak, sa-saya nggak apa-apa, Pak,” kata Patricia masih belum hilang rasa terkejutnya itu. Ia
memundurkan dirinya melepaskan dadanya dari tangan Pak Rohmad. Tetapi tiba-tiba malah Pak
Rohmad mendekatkan diri ke dirinya dan…mmphhhh!…segera dicium dan dikuncinya bibir
perempuan itu dgn bibirnya, yg karena gerakan cepatnya, perempuan itu tak sempat (atau tak
mau??) menghindar. Bibirnya dicium begitu tentu Patricia berusaha berontak. Tetapi Pak Rohmad
terlalu kuat untuk dilawannya. Atau mungkin karena ia melakukannya dgn setengah hati saja? Yg
jelas kini malah dirinya jadi didekap erat-erat oleh Pak Rohmad, membuat dirinya sama sekali tak
bisa berkutik! Kini Pak Rohmad dgn leluasa melumat habis bibir perempuan itu.

Ia nampak bernafsu sekali dgn Patricia. Dijelajahi seluruh bibirnya. Dirasakannya bibir Patricia yg
sangat segar dan nikmat itu. Sementara Patricia yg tak bisa melawan di dalem dekapan itu berusaha
meronta. Tetapi tak jelas apakah itu hanyalah rontaan tipu-tipuan saja ataukah memang betul-betul
tak berkutik. Mungkin ia setengah meronta tetapi juga setengah menikmati. Setengah berontak tapi
setengah pasrah. Waktu itu Patricia ibarat kucing malu-malu yg sepertinya ingin melepaskan diri,
tapi sebenarnya ingin terus dibelai-belai. Yg jelas bagi Pak Rohmad waktu itu sangat membuatnya
terangsang hebat kepada kucing betina

muda yg manja tapi malu-malu itu. Apalagi ia merasakan harum tubuh dan harum rambut Patricia yg
begitu jelas. Juga dirasakannya tubuhnya yg hangat yg menempel pada tubuhnya sendiri. Bahkan
kedua dada perempuan itu kini juga melekat ditubuhnya! Sementara perempuan itu, meski
berusaha meronta-ronta, tetapi sepertinya malah pasrah bibirnya diciumi oleh pak gurunya. Sangat
kontradiktif sekali! Betul-betul seperti kucing. Waktu ingin didekati, berusaha kabur. Tetapi begitu
kena di tangan, mau saja sekujur tubuhnya dibelai-belai.

Lalu Pak Rohmad membelakangi Patricia. Dipegangnya kedua tangan perempuan itu dari belakang.
Dirasakannya kedua tangannya yg hangat. Diraba-rabanya. Kini ia sangat menyadari betapa halus
kulit tangan perempuan itu. Sementara itu, hidungnya mencium rambut Patricia, mencium bau
harum semerbak. Diciuminya rambut itu. Kemudian ia mencium tengkuk leher perempuan itu.
Hmmm, begitu putih dan halus. Patricia tergerak tubuhnya waktu Pak Rohmad menciumi
tengkuknya. Kumis tipisnya menggelitik tengkuk lehernya yg putih halus. Membuat dirinya
menggeliat kegelian.

“Emhh” Patricia mendesah perlahan.

Hal itu membuat Pak Rohmad makin berani. Terus diciuminya tengkuknya sambil bahunya dipegang.
Setelah itu ia mendekatkan wajahnya ke wajah perempuan itu. Mendekatkan pipinya dgn pipi
perempuan itu. Sementara kedua tangannya mulai menggeraygi tubuh perempuan itu. Dirabanya
seluruh tangan perempuan itu dari lengan turun ke bawah. Dirabanya pinggangnya. Sementara
diciumnya pipinya. Dirabanya perutnya dan kedua tangannya terus bergerak naik ke atas. Dan
mulutnya bergeser mencium ujung bibir dan pipinya. Kini kedua tangannya memegang dadanya.

Diciumnya bibir perempuan itu. Karena Patricia malah menoleh ke samping seakan membiarkan
bibirnya diciumi oleh gurunya yg berumur 40 tahunan itu. Kini dadanya kembali berada dalem
dekapan kedua tangan yg perkasa itu. Kedua tangan itu meraba-raba dadanya. Menggoyg-goygnya.
Meremas-remasnya…..Sambil Pak Rohmad terus menciumi bibirnya. Kini Pak Rohmad sudah tak
memikirkan apa pun selain nafsu birahi yg memuncak. Untuk masalah kayak gini khan memang
biasanya “sikat dulu, yg lain urusan belakangan”. Apalagi kalo perempuan yg akan disikat sekaliber
Patricia gini.

Lalu dibalikkan tubuh Patricia menghadap ke arahnya. Kemudian kedua tangannya meraih kancing
baju seragam putih Patricia yg paling atas. Tetapi Patricia mencegah tangan gurunya itu membuka
kancing seragamnya.
“Jangan, Pak.”
“Kenapa Patricia? Udah kamu jangan malu-malu. Saya nggak akan bilang ke siapa pun. Biar ini jadi
rahasia kita berdua.”
“Tapi saya takut Pak,” kata Patricia sambil menundukkan kepalanya.
“Kenapa takut? Ooh, saya tahu. Kamu belum pernah melakukan ini ya?”
Patricia hanya mengangguk sambil tetap menundukkan kepalanya.
“Justru karena kamu belum pernah itu maka saya ingin nyobain. Lagian enak kok. Kamu juga pasti
suka. Saya jamin deh.”
Patricia tadi bukannya berbohong. Maksudnya mengangguk tadi, karena ia belum pernah melakukan
dgn beast yg segarang Pak Rohmad begini dan yg umurnya sudah kepala empat.

Tetapi setelah itu ia diam saja waktu Pak Rohmad membuka kancing bajunya paling atas. Entah takut
atau pasrah atau memang mau. Demikian pula waktu dilepasnya kancing di bawahnya. Dan satu lagi.
Lagi… Sampai akhirnya terbukalah baju seragam putih yg dikenakan Patricia itu. Sehingga terlihatlah
sebagian dada Patricia yg putih yg sangat menggairahkan itu. Setelah seluruh kancing bajunya
terbuka, dikeluarkannya baju seragam putih itu dari rok abu-abunya.

Kemudian disibakkan baju seragam itu dan diloloskannya baju itu dari kedua tangannya. Sehingga
baju seragam putih itu jatuh ke lantai. Kini tubuh bagian atas Patricia sebagian besar telah terbuka di
depan Pak Rohmad. Sementara bra yg dikenakannya itu berwarna ungu! Dan model bra yg tanpa tali
di bahunya. Wow! Sangat sexy sekali. Lekukan atas dadanya nampak kelihatan di balik bra ungu yg
menutup buah dada perempuan muda itu. Sementara seluruh bahunya yg putih telah terbuka.
Warna bra ungu itu sangat sexy sekali dipakai oleh Patricia yg berkulit putih. Setelah itu giliran rok
abu-abu perempuan itu yg dibuka kaitan dan retsletingnya dan dilepaskannya. Sehingga rontok
jugalah rok abu-abu itu ke lantai. Kini nampak tubuh Patricia yg hampir telanjang dibalut bra dan
celana dalem doang. Sangat anak smu yg putih cakep dan innocent itu kini nampak sexy sekali dgn
bra dan celana dalem doang, yg keduanya berwarna ungu. Kini nampak jelas kemulusan tubuh
Patricia yg putih di depan mata Pak Rohmad.

Apalagi celana dalemnya yg dipakainya itu agak mini modelnya. Setelah itu Pak Rohmad
membimbing perempuan itu untuk melepas kedua sepatunya. Lalu ia berlutut di dekat kakinya
melepas kedua kaus kakinya. gelorabirahi.com Pandangannya persis mengarah ke ujung bawah
celana dalem perempuan itu. Setelah itu ia berdiri, dan…kedua tangannya merengkuh ke belakang
punggungnya. Tentu yg dituju adalah kaitan bra perempuan itu. Segera dibukanya kaitan itu.
Sehingga seketika bra itu menjadi longgar dan buah dadanya jadi bergerak sedikit. Diloloskannya bra
itu dari kedua tangannya dan dijatuhkannya bra itu ke lantai dgn tanpa melihatnya.

Karena kini tentu pandangannya terfokus ke buah dada perempuan itu. Dan Pak Rohmad nampak
terpana melihatnya dgn penuh kekaguman sekaligus penuh kemupengan. Hatinya menggelora
karena kini ia sedang menatap buah dada milik Patricia, yg di sekolah itu terkenal sebagai The
Innocent Girl itu. Buah dada yg telanjang. Buah dada yg padat berisi. Buah dada yg berdiri tegak dan
kencang. Buah dada dgn putingnya yg kemerahan. Buah dada yg sangat menggairahkan yg membuat
nafsunya langsung naik ke ubun-ubun.

Sementara Patricia nampak tertunduk malu waktu kedua mata Pak Rohmad dgn lebar menatap
dadanya yg telanjang itu. Apalagi mengingat waktu itu ia telanjang di aula olahraga sekolah yg besar
dan luas. Aula tempat biasa ia berolahraga di sekolah. Tetapi kini jadi tempat dimana dirinya
ditelanjangi dan pakaian seragamnya dibelejeti satu-satu oleh Pak Rohmad, guru olahraganya. Tetapi
Pak Rohmad tak puas hanya sampai disitu saja. Kini akan diloloskannya penutup tubuhnya yg
terakhir. Dipegangnya ujung celana dalem itu dgn kedua tangannya. Tetapi Patricia malah
memegang bagian tengahnya dgn kedua tangannya. “Yg ini jangan deh Pak,” katanya lirih sambil
tetap menunduk. Pak Rohmad tidak meneruskan aksinya itu. Ia memaklumi perempuan itu yg masih
malu-malu. Kini ia memegang bahu telanjang Patricia yg kedua tangannya masih memegang celana
dalemnya sendiri, seakan masih ingin melindungi agar penutup bagian rahasia dirinya itu tidak
dilepas. Lalu kembali diciumnya bibir Patricia sebentar.

Kemudian kedua tangannya tak tahan untuk tak merengkuh buah dada yg terbuka lebar itu, masing-
masing satu. Diraba-rabanya, dirasakan kekenyalannya. Diusap-usapnya kedua putingnya. Diremas-
remasnya gunung kembar indah yg kenyal dan padat berisi itu. Pak Rohmad membuka kaus training-
nya. Sehingga kini telanjang dada. Dadanya sangat tegap dan bidang dan berwarna hitam. Sangat
kontras berbeda dgn milik Patricia yg ramping tetapi membusung dan putih. Lalu ia membuka tali
pengikat celana trainingnya. Sehingga kini melorot ke bawah. Nampaklah kulit tubuh Pak Rohmad yg
coklat sawo matang. Sementara celana dalemnya dgn ketat menutup sebagian kecil tubuhnya itu.
Membentuk tonjolan cukup besar di tengahnya. Sementara kepala kemaluannya sudah “mengintip”
keluar seakan ingin ikutan menyaksikan tubuh mulus telanjang Patricia. Lalu ia melepas sepatu dan
kaus kakinya. Ia sengaja tidak membuka celana dalemnya itu sekarang. Ia takut membuat
perempuan itu kaget.

Pak Rohmad mendorong punggung perempuan itu diajaknya menuju ke matras. Sambil ia
mengagumi keindahan lekuk punggung telanjang Patricia. Diraba-rabanya punggung telanjang yg
putih mulus itu. Sampai di matras, ditidurkannya perempuan itu di atas matras dgn telentang. Yg
paling menarik perhatiannya tentu buah dada ranum nan indah menggairahkan itu. Tetapi diciumi
dulu leher perempuan itu. Diciumi dgn penuh nafsu. Leher kiri, leher kanan, maupun leher tengah.
Lalu turun ke bawah. Ke bagian atas dadanya. Turun sedikit. Sampailah di tengah-tengah belahan
dadanya. Dijilatnya belahan dada yg putih itu. Lidahnya menjulur-julur di antara belahan kedua
gunung itu. Lalu lidahnya turun ke bagian bawah buah dadanya.

Dijilatinya bagian itu. Lalu bergerak ke tengah. Dan dijelajahinya seluruh bagian buah dada putih itu
dgn lidah dan jari-jarinya. Tetapi ia menyisakan bagian yg paling enak dan paling sensitif bagi Patricia
paling akhir. Kedua puting yg kemerahan itu! Bagian itu jadi santapan terakhirnya. Santapan yg
paling lezat. Apalagi puting Patricia berwarna segar kemerahan yg sangat membuatnya makin
gemas, mungkin karena berbeda dgn yg biasa dilihatnya tiap malam. Juga buah dadanya secara
keseluruhan yg masih kencang. Juga beda dgn yg biasa dilihatnya tiap malam. Demikian pula kulitnya
yg putih mulus. Dan usia perempuan itu yg masih belia, 18 tahun. Lagi-lagi beda dgn yg biasa
dilihatnya tiap malam. Dgn penuh nafsu dijilati dan diemut-emutnya puting mungil yg menonjol itu.
Ahh! Begitu nikmat rasanya! Puting yg segar! Puting yg indah. Dikenyot-kenyotnya terus puting itu.

Puting yg kemerahan! Puting yg menggairahkan! Dimain-mainkan lidahnya di kedua puting Patricia
bergantian. Sehingga kini seluruh bagian buah dada Patricia The Innocent Girl itu telah habis
dikenyot-kenyotnya. Tak ada yg tersisa. Tak ada bagian yg terlewat, tidak satu milimeter pun!
Patricia menggeliat-geliat dan mendesah-desah kecil waktu buah dadanya dijilat-jilat dan dikenyot-
kenyot oleh Pak Rohmad. Terutama waktu kedua putingnya dimainin. Karena memang Pak Rohmad
sangat berpengalaman dan tahu bagaimana cara membangkitkan gairah perempuan. Apalagi kumis
tipisnya itu menempel dan menggelitik buah dada Patricia yg sensitif. Membuat Patricia jadi makin
kegelian. Sehingga ia telah lupa dgn rasa malunya.
“Ahhh…ahhhhh….aduuuhhh…geli pak….ahhhhh…uuuhh…”
“Ahhhh… ahhhhhh….ahhhhhh.”
Patricia mulai “naik”.

Setelah itu Pak Rohmad memainkan lidahnya di sekitar pahanya. Terutama pangkal pahanya.
Frekuensi desahan Patricia mulai meningkat waktu kumis Pak Rohmad menggelitik pangkal pahanya
yg putih mulus. Ia semakin menjadi-jadi waktu lidah Pak Rohmad kini menari-nari di atas celana
dalemnya, di wilayah sekitar kemaluannya. Ia menjilat-jilat liang kemaluan perempuan itu dari balik
celana dalemnya. Sehingga kini mulai ada rembesan cairan yg membasahi celana dalem itu, yg makin
lama makin melebar dan meluas. Pak Rohmad tersenyum puas menyaksikan aksinya itu
mengakibatkan perempuan yg terkenal innocent itu kini jadi hilang rasa malunya dan berekspresi
secara bebas dgn mendesah-desah. Setelah itu ia mencoba melepas celana dalem hijau muda itu.
Kali ini perempuan itu tidak menahannya.

Sehingga dgn sekali tarik, bereslah sudah. Kini terbukalah semuanya. Patricia, The Innocent Girl itu,
kini terbuka sudah semuanya. Dan telentang telanjang bulat di depannya! Ia sangat takjub
menyaksikan betapa bulu-bulu kemaluan Patricia ternyata lebat sekali. Kalau tak melihatnya sendiri
sekarang ini, sangat ia tak menygka perempuan bertampang polos ini bisa mempunyai bulu
sedemikian lebat! Dan keindahan tubuhnya sangat menakjubkan apalagi dalem keadaan telentang
telanjang bulat begini. Betul-betul menggairahkan! Terutama bagi orang setengah baya seperti
dirinya. Sangat suatu kesempatan langka yg harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal
mungkin! Setelah akhirnya membuka celana dalem Patricia, kini dibukanya kedua kaki perempuan
itu lebar-lebar. Sehingga liang kemaluan Patricia terpampang lebar di hadapannya.

Lalu, ia menjilati kemaluan muda dan segar itu. Patricia merintih-rintih nikmat. Dibukanya lipatan
liang kemaluan yg sempit itu. Dijilatinya liang itu terutama dinding bagian dalemnya. Lalu dibukanya
kemaluan bagian atasnya. Sampai ditemukannya klitoris perempuan itu. Kini, dijilat-jilatnya klitoris
itu. Sampai membuat perempuan itu menggelinjang-gelinjang dan mendesah-desah. Patricia
nampak sudah makin terangsang. Apalagi karena kumis tipis Pak Rohmad yg makin menggelitik
kemaluannya. Sampai desahan-desahannya jadi makin liar. Dan kemaluannya benar-benar jadi
kuyup.Cerita Sex

Akhirnya dirasanya kini tibalah waktunya untuk menikmati perempuan innocent itu. Kondisi
perempuan itu telah siap untuk menerima kemaluannya. Sehingga dibukanya celana dalemnya.
Nampak kemaluan hitam ukuran king size mengacung ke atas. Dan kemaluan itu sangat besar!
Membuat Patricia pun diam-diam jadi agak kaget dibuatnya. Apalagi kepala kemaluannya yg disunat
itu nampak lebih besar lagi. Gila! Kemaluan sebesar itu akan masuk ke dalem liang kemaluan sempit
dirinya, pikirnya! (Catatan penting: Sebagian dari posisi-posisi seks berikut berpotensi menyebabkan
cedera. Jadi mohon jangan ditiru tanpa pengalaman yg memadai atau konsultasi dgn Pak Rohmad.
Resiko cedera ditanggung pelaku!!!).

Kembali dibukanya kedua kaki Patricia. Dan didekatkannya kemaluannya ke liang kemaluan
perempuan itu. Dan, didorongnya…Ugh! Alangkah sempitnya. Pak Rohmad merasakan bahwa
kemaluannya itu belum masuk ke dalem kemaluan sempit Patricia itu. Lalu dicobanya
lagi,emmhhhhh, emhhhhhh, emmhhhhh, setelah beberapa kali didesak ke dalem dan dgn agak
dipaksanya, akhirnya masuklah kepalanya ke dalem kemaluan Patricia.

“OH!! jerit Patricia.
“OOHH!!
Dan, bleesss, akhirnya kemaluan raksasa itu masuk juga seluruhnya ditelan di dalem kemaluan
Patricia.

Dalem posisi terduduk itu, ia mengocok-ngocok kemaluannya di dalem kemaluan Patricia sambil
memegang kedua kaki Patricia.
“Ooohhh, ohhhhh, ohhhhhhh.”
“Aaahhhhh…..ahhhhhhhh…..ahhhhhhh”

Mula-mula waktu kemaluan itu pertama kali menembus kemaluannya, ia merasa sakit dan perih.
Tetapi setelah itu jadi perih-perih enak. Lama-kelamaan jadi tinggal enaknya doang. Karena setelah
itu Patricia mendesah-desah dan merintih-rintih.

Setelah beberapa waktu kemaluan Pak Rohmad menembus masuk, kemaluannya jadi melentur.
Kemudian disodok-sodoknya kemaluannya di dalem kemaluan sempit itu, menikmati tubuh
muridnya. Benar-benar seret dan kuat cengkeramannya. Sangat beda dgn yg dirasakannya selama
ini. Saking seret dan sempitnya, sampai-sampai waktu Pak Rohmad mencabut kemaluannya, liang
kemaluan Patricia jadi agak menganga. Dan ia juga melihat ada darah yg menetes dari kemaluan
Patricia menodai kain matras itu! (Kadang memang ada perempuan yg bisa mengeluarkan darah
lebih dari satu kali. Dan Patricia adalah salah satu perempuan seperti itu. Mungkin waktu pertama
kali diperawani, masih ada sebagian selaput dara yg tidak robek. Sebaliknya, ada pula perempuan yg
masih perawan tapi tidak

mengeluarkan darah waktu disetubuhi pertama kali). Kini Pak Rohmad menindih tubuh Patricia
diatas matras itu. Setelah itu Pak Rohmad yg gagah kekar itu menindih tubuh Patricia yg ramping
dan putih itu. Kembali ia menyetubuhi perempuan itu. Kemaluannya dimasukkan ke dalem
kemaluannya. Kali ini lebih mudah masuknya meski masih seret. Dan kembali dikocoknya
kemaluannya itu maju mundur. Patricia kembali mendesah-desah lagi karena kocokan itu. Kini
desahannya itu terdengar cukup keras. Apalagi desahannya itu jadi menggema di dalem aula yg luas
dan kosong itu. Sementara tubuhnya bagaikan berdentam-dentam dihantam benda tumpul besar
bertubi-tubi. Tetapi kini ia lebih siap karena kemaluannya telah beradaptasi. Kini kemaluan Pak
Rohmad yg besar itu merangsang bagian-bagian dalem kemaluannya yg peka terhadap rangsangan..
Pak Rohmad dgn perkasa terus mengocok dirinya beberapa waktu lamanya, sampai akhirnya ia tidak
tahan lagi dan mencapai orgasme. Itu orgasmenya yg pertama.

“oooohhhhh…..oooooohhhhhh…..ooooohhhhhhhhh…..ooooohhhhhhhhhhhhhhh.”

Setelah Patricia orgasme, Pak Rohmad mencabut kemaluannya dari dalem tubuh perempuan itu.
Tubuh Patricia dihadapkan ke bawah dalem posisi doggy style. Kemudian ia menjilati kemaluan
Patricia yg basah kuyup itu. Setelah itu Pak Rohmad tidak menghajarnya dari belakang. Tetapi ia
menyusup di bawah Patricia untuk kemudian memainkan buah dada Patricia yg menggantung itu.
Kedua tangannya menggoyg dan meremas-remas buah dada yg kelihatan makin besar karena
menggantung itu.. Sambil sesekali buah dada itu ditepuk-tepuknya. Plok, plok, plok. Kedua
tangannya yg hitam menempel di buah dada putih Patricia, digenggam dan diremas-remasnya.
Kepalanya berada di bawah buah dada Patricia. Lalu dibenamkannya kepalanya di buah dada
Patricia. Bagaikan bantal saja ibaratnya. Kepalanya digesek-gesekkan di buah dada Patricia. Dan dgn
rakus ia menjilati buah dada putih yg menggantung itu dgn bibir dan lidahnya.

Setelah puas memainkan buah dada, diarahkannya kemaluannya persis di dekat lubang kemaluan
Patricia, dan didorongnya kemaluannya masuk ke dalem kemaluan Patricia. Setelah itu sambil
pegangan kedua lengan Patricia, tubuhnya digeser maju mundur dan naik turun untuk mengocok
kemaluan perempuan itu. Posisi ini perlu mengeluarkan tenaga karena harus menahan bokongnya
agak naik ke atas. Apabila bokongnya menempel di matras, tentu kemaluannya terlepas dari
kemaluan Patricia. Tetapi Pak Rohmad adalah orang yg sering berolahraga sehingga staminanya
cukup kuat untuk melakukan ini. Bahkan waktu ini pun ia bisa dikatakan berolahraga yaitu menahan
berat tubuhnya sambil sekaligus menyetubuhi Patricia. Inilah yg dinamakan sexercise, sex dan
exercise jadi satu. Setelah itu Pak Rohmad menyuruh Patricia untuk menggerakkan tubuhnya 90
derajat sehingga kini tubuh Patricia tegak vertikal. Lalu Pak Rohmad menurunkan bokongnya
bersamaan dgn Patricia juga menurunkan bokongnya sehingga kini ia duduk di atas Pak Rohmad.
Sehingga posisi mereka kini berubah jadi Cowgirl Position. Kali ini tentu lebih mudah bagi Pak
Rohmad karena ia tinggal tiduran di matras. Tetapi perlu dicatat bahwa semua gerakan merubah
posisi ini dilakukan dgn kemaluan Pak Rohmad tetap berada di dalem kemaluan Patricia. Artinya
tubuh mereka tetap menjadi satu walaupun posisi tubuh mereka berubah. Lalu Pak Rohmad
menyuruh Patricia untuk menggerakkan tubuhnya naik turun, yg segera dipatuhinya. Dgn manis
Patricia “olahraga duduk di tempat” dgn menggerakkan tubuhnya naik turun. Buah dadanya ikut
bergoyg-goyg seirama dgn gerakan tubuhnya itu.

Lalu mereka sedikit mengubah posisi. Diwaktu kemaluannya masih di dalem kemaluan Patricia,
ditidurkannya tubuh Patricia mendekat kepadanya. Sehingga kini mirip posisi missionaris tapi
bedanya perempuannya ada di atas. Sehingga lagi-lagi Patricialah yg lebih banyak melakukan
pergerakan. Kali ini ia bergerak maju mundur, mengocok kemaluan hitam besar di dalem
kemaluannya. Atau mengocok kemaluannya terhadap kemaluan hitam besar yg stasioner itu.
Tergantung dari sudut mana melihatnya. Tetapi yg jelas, hasilnya sama. Kemaluan Patricia disodok-
sodok oleh kemaluan Pak Rohmad yg perkasa dan Patricia jadi mendesah-desah dibuatnya. Setelah
itu tubuh Patricia diangkat kembali ke posisi semula yg tegak vertikal dan Pak Rohmad juga
mengangkat tubuhnya sehingga kini tubuh keduanya kembali berdekatan tetapi dalem posisi tegak.

Kembali tubuh Patricia naik turun sementara Pak Rohmad meremas-remas kedua buah dada
Patricia. Kemudian Kedua kaki Patricia yg sebelumnya ditekuk kini diluruskan. Sehingga kedua
pahanya yg putih menempel di pinggul Pak Rohmad yg sawo matang dan paha Pak Rohmad yg sawo
matang menempel di pinggulnya yg putih, dan kemaluan Pak Rohmad yg sawo matang kehitaman
masih tetap di dalem kemaluan Patricia. Sementara Patricia terus menggerakkan tubuhnya turun
naik sambil Pak Rohmad menciumi dan menjilati buah dada Patricia. Nampak begitu kontras
perbedaan warna kulit tubuh keduanya yg melekat menjadi satu itu. Dan berbeda pula tubuh
mereka. Pak Rohmad tubuhnya gagah dan berotot. Sementara Patricia tubuhnya ramping tetapi
sexy. Gelorabirahi.com Dada Pak Rohmad sangat bidang dan kekar.

Sementara dada Patricia, hmm, sangat putih dan sexy. Tak heran kalau Pak Rohmad dgn ganas
menikmati buah dada perempuan itu, terutama menjilati dan menyedot-nyedot kedua putingnya yg
kemerahan. Demikianlah mereka melakukan proses persetubuhan dalem lima posisi yg berbeda
tanpa putus. Setelah itu urutan posisinya dibalik. Dari posisi lima, balik ke posisi 4, 3, 2, dan 1, juga
secara berkesinambungan. Sehingga total mereka melakukan sepuluh posisi persetubuhan yg proses
perubahannya dilakukan secara tanpa putus artinya kemaluan Pak Rohmad terus berada di dalem
kemaluan Patricia dari sejak posisi 1 sampai posisi 5 lalu balik ke posisi 1 lagi. Sehingga mereka
berdua seperti melakukan senam saja. Tetapi tentu itu bukan senam biasa tetapi senam sexercise.

Setelah itu barulah mereka memisahkan tubuh mereka. Kini mereka main pangku-pangkuan. Pak
Rohmad duduk di atas matras itu sambil ia memangku Patricia yg membelakangi dirinya. Tetapi
bukan sekedar pangkuan biasa karena kemaluannya dimasukkan ke dalem kemaluan Patricia. Dan,
lagi-lagi Patricia kembali menaik turunkan tubuhnya sehingga kemaluan di bawahnya itu
menghunjam-hunjam masuk di dalem tubuhnya. Sementara Pak Rohmad menciumi punggung
Patricia yg betul-betul putih mulus itu dan tangannya ke depan untuk meremas-remas buah dada
perempuan itu. Oleh karena sejak tadi mereka kebanyakan main dalem posisi dimana ia harus aktif
menggoyg tubuhnya, kini tubuh Patricia mulai berkeringat. Sehingga kini ia juga termasuk melakukan
sexercise, olahraga dan seks secara bersamaan. Yg memberikan rasa cape sekaligus nikmat. Apalagi
tak lama kemudian di posisi itu ia kembali mendapatkan orgasme. Itulah orgasmenya yg kedua.
Demikianlah Patricia yg awalnya innocent dan malu-malu dan

berhati-hati, kini sudah berubah menjadi perempuan liar yg sejak tadi terus mendesah-desah dan
merintih-rintih malah kini dirinya telah bobol dua kali karena tak tahan akan keperkasaan Pak
Rohmad. Skor 2-0 untuk Pak Rohmad! Setelah itu mereka melakukan posisi yg lebih aneh lagi. Waktu
itu sepertinya Pak Rohmad mengajar Patricia melakukan posisi kayg. Karena ia menyuruh
perempuan itu melakukan kayg sambil diperhatikan dan dibantunya. Sampai akhirnya Patricia
berhasil juga mengangkat tubuhnya yg telanjang bulat dgn kedua kakinya terbuka lebar. Itulah posisi
kayg yg sempurna. Waktu itu nampak jelas liang kemaluannya yg terbuka menganga diantara kedua
paha mulusnya yg terbuka lebar.

Bulu-bulu kemaluannya yg lebat nampak menyembul keatas. Membuat Pak Rohmad segera
mengelus-ngelus bulu-bulu lebat yg menyembul ke atas itu. Siapa yg tidak mau mengelus-ngelus
bulu kemaluan Patricia, perempuan innocent itu. Dan ternyata latihan kayg tadi bukan cuma
olahraga doang. Karena Pak Rohmad setelah itu menumpuk-numpuk sejumlah bantal di bawah
tubuh Patricia untuk menygga tubuh perempuan itu. Kemudian, dgn kedua tangannya yg memegang
tubuh perempuan itu, dimasukkannya kemaluannya ke dalem liang kemaluan Patricia yg menganga
lebar itu. Sehingga disetubuhinya perempuan itu selagi ia sedang dalem posisi kayg sempurna itu.
“Ohhh…ohhhhhhh.ohhhhhhhhh…..ohhhhhhhhh.” Kisah Sex

Sangat mantap sekali! Benar-benar sensasi yg hebat. Cape berkeringat karena olahraga, tetapi juga
nikmat dikocok-kocok!

Setelah Pak Rohmad membantu Patricia keluar dari posisi kaygnya, ia bergerak menuju ke pipa besi
yg digunakan untuk olahraga angkat tubuh tadi. Ia menyusun beberapa balok yg ditumpuk di bawah
pipa besi itu. Kedua orang itu berdiri di atas tumpukan balok itu. Dalem posisi berdiri itu, Pak
Rohmad kembali menyetubuhi Patricia dalem posisi berdiri. Waktu ini, karena berdiri di atas balok,
Patricia dapat dgn mudah meraih pipa besi horizontal itu dgn kedua tangannya. Setelah itu Pak
Rohmad menyuruh Patricia untuk berolahraga angkat tubuh lagi. Yaitu ia harus mengangkat
tubuhnya dgn kedua tangannya.. Pada waktu ia mengangkat tubuhnya tentu rasanya seperti
kemaluan Pak Rohmad akan keluar dari kemaluannya. Tetapi belum sampai keluar, ia kembali
menurunkan tubuhnya yg rasanya seperti kemaluan itu masuk kembali menghunjam ke dalem
kemaluannya. Jadi di waktu Patricia melakukan olahraga angkat tubuh itu, kemaluan Pak Rohmad
seakan mengocok-ngocok tubuhnya, meski Pak Rohmad sendiri berdiri stasioner tak bergerak.

Sehingga Patricia jadi makin giat mengangkat tubuhnya. Dan dalem hal ini ia mencapai kemajuan yg
luar biasa yg sulit ditandingi bahkan oleh atlit kelas olimpiade sekalipun. Sebelumnya ia berhasil
mengangkat tubuhnya cuma beberapa senti saja. Tetapi kini ia mencapai kemajuan hampir sepuluh
kali lipat! Karena sekarang ia berhasil mengangkat tubuhnya sampai hampir dua puluh senti! Dan itu
kira-kira sama dgn panjang kemaluan Pak Rohmad. Setelah cape tapi puas melakukan itu, Patricia
menghentikan exercise-nya itu. Kini tinggi balok itu diatur sedemikian rupa supaya mereka bisa
bertukar posisi dgn pas. Patricia berdiri di balok itu. Kali ini giliran Pak Rohmad yg melakukan
exercise. Ia harus mengangkat tubuhnya supaya kemaluannya bisa masuk ke dalem kemaluan
Patricia. Dan, Pak Rohmad sangat hebat! Ia sanggup melakukan itu sampai lebih dari 20 kali! Waktu
itu Pak Rohmad adalah orang yg melakukan exercise, tetapi justru Patricia yg sedang “menonton”
persis di depannya yg menjerit dan mendesah-desah tiap kali Pak Rohmad berhasil mengangkat
tubuhnya. Sangat ia adalah seorang suporter yg hebat, karena jeritan dan desahan itu jadi membuat
Pak Rohmad makin bersemangat. Hal ini membuktikan bahwa fungsi suporter sangatlah penting
dalem suatu kegiatan olahraga.

Sehabis itu malah lebih hebat lagi. Karena Patricia sambil memeluk leher Pak Rohmad, mengangkat
kedua kakinya dan ditekuknya di bagian atas pinggul Pak Rohmad. Sehingga kini Pak Rohmad selain
harus mengangkat tubuhnya juga harus mengangkat tubuh Patricia! Sehingga Patricia kini jadi lebih
aktif menaik-turunkan tubuhnya sambil memeluk Pak Rohmad. Jadi kedua orang itu kini sama-sama
aktif melakukan sexercise. Tetapi yg hebat adalah Pak Rohmad yg mampu mengangkat tubuhnya
plus tubuh Patricia yg menempel di tubuhnya. Dan kemaluannya yg sedari tadi mengoyak dan
mengocok-ngocok kemaluan Patricia dgn gagah perkasa, masih belum juga terlihat tanda-tanda
ejakulasi. Betul-betul ia adalah seorang dgn otot kawat tulang besi kemaluan perkasa!! Setelah puas
olahraga angkat tubuh, mereka ganti posisi yg lebih “membumi”.

Patricia dalem posisi push-up. Tetapi ia tidak melakukan push up karena Pak Rohmad mengangkat
kedua kakinya dari belakang. Diangkatnya kedua kaki Patricia dan ia maju terus mendekati tubuh
perempuan itu sampai berhasil dipegangnya pangkal pahanya. Sampai ia bisa mendekatkan
kemaluannya ke kemaluan Patricia, lalu dimasukkannya kemaluannya ke dalem tubuh mulus
perempuan itu dari belakang. Kemaluannya mengocok-ngocok menembus kemaluannya dari
belakang. Sodokan-sodokan Pak Rohmad itu sangat kuat, sehingga waktu ia menyodok, waktu itu
pula tubuh Patricia terdorong ke depan dan ia otomatis menggerakkan satu tangannya maju ke
depan.. Sementara Pak Rohmad tentu ingin terus menikmati kemaluan Patricia yg sempit dgn terus
memaju-mundurkan kemaluannya berulang-ulang. Hal itu dilakukannya terus menerus.

Dan setiap kali Pak Rohmad mendorong kemaluannya ke depan, waktu itu pula Patricia
menggerakkan tangannya ke depan bergantian sehingga tubuhnya maju selangkah demi selangkah.
Hal itu berlangsung terus menerus sampai akhirnya tanpa terasa mereka telah membuat satu
putaran mengelilingi lapangan basket. Dan di sepanjang perjalanan Patricia terus mendesah-desah
pertanda nikmat dan Pak Rohmad pun tentu juga puas hatinya. Memang begitulah olahraga
seharusnya dilakukan, berkeringat dan mengeluarkan banyak tenaga tetapi waktu lewat dgn cepat
tanpa terasa karena begitu enjoy dikala melakukannya.

Setelah itu Pak Rohmad menggendong Patricia. Tubuh Patricia yg putih mulus dan telanjang bulat itu
digendong oleh gurunya yg kulitnya sawo matang. Tetapi, itu bukan sekedar gendong-gendongan
biasa, karena waktu Patricia digendong itu, kemaluannya tertembus oleh kemaluan hitam Pak
Rohmad. Kemudian Pak Rohmad menggerak-gerakkan tubuh Patricia naik turun, dan Patricia pun
juga ikut menggerakkan tubuhnya naik turun di dalem gendongan Pak Rohmad. Lagi-lagi Patricia
mendesah-desah dibuatnya. Setelah itu mereka melakukan itu dgn Pak Rohmad berjalan dan
berjalan sampai ke tengah-tengah aula itu. Setelah itu malah Pak Rohmad berlari sambil
menggendong Patricia yg terus menggerak-gerakkan tubuhnya! Sampai dua kali bolak balik.
Sementara dada Patricia kini jadi berguncang-guncang dgn hebat.

Pertama karena gerakan lari, kedua karena disodok-sodok kemaluan yg besar dan hitam itu. Tentu
semua orang tahu pepatah “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Tetapi pepatah itu sudah
kuno ketinggalan jaman. Karena sekarang ini jadi “guru dan murid barengan lari sambil orgasme”.
Karena Patricia jadi tak tahan lagi kemaluannya disodok-sodok kemaluan Pak Rohmad sekaligus
digendong sambil dibawa lari begitu, sehingga akhirnya ia, orgasme lagi. Itulah orgasmenya yg
ketiga! Dan kemaluannya jadi basah kuyup. Dan tak lama setelah itu, Pak Rohmad pun juga akhirnya
tak bisa menahan lebih lama lagi dan ia mengalami ejakulasi. Ditumpahkannya seluruh spermanya yg
banyak sekali keluarnya di dalem kemaluan Patricia.

Tetapi setelah ejakulasi pun, kemaluannya masih mengeras. Karena itu, ditelentangkan Patricia di
matras, lalu ia kembali menusuk-nusuk kemaluan Patricia. Sepertinya ia ingin menghisap dan
menyerap sari madu perempuan itu sampai betul-betul tak bisa diserap lagi. Sampai akhirnya
kemaluannya melembek, baru ia menghentikan tusukan-tusukannya itu. Jadi skor akhir: 3-1 untuk
Pak Rohmad.

Setelah itu, barulah Pak Rohmad mencabut kemaluannya dari dalem tubuh Patricia. Kemaluan hitam
perkasa yg tadi begitu keras itu pun kini mulai melembek. Setelah itu ia membantu perempuan itu
berdiri. “Kamu bisa berdiri, Patricia?” tanyanya.. Perempuan itu tak menjawab hanya
menganggukkan kepalanya. Dirasakannya kemaluannya agak nyeri dan berdenyut-denyut. Pak
Rohmad melihat sebagian sperma yg sebelumnya ditumpahkan di dalem kemaluan perempuan itu
kini meleleh keluar, bagaikan anak sungai mengalir turun di pahanya yg putih. Ia sangat puas hatinya
bahwa Patricia yg innocent, cakep, sexy, dan putih mulus itu akhirnya dibuatnya menjadi bukan
perawan lagi. Karena ia menganggap dirinyalah yg telah memerawani Patricia yg tentu sekarang
nggak bisa disebut innocent lagi. Ia melihat adanya darah di kemaluan perempuan itu waktu
kemaluannya pertama kali menembus kemaluannya. Dan ia merasakan betapa sempitnya
kemaluannya.

Ditambah lagi karena perempuan ini belum pernah pacaran, jadi tentu dianggapnya masih perawan.
Karena itu ia sangat bangga bahwa kemaluannya yg perkasa akhirnya berhasil menembus dan
mengoyak kemaluan pelajar teladan itu untuk kali pertama. Selain berhasil memerawani perempuan
itu, ia juga merasa aman dgn kariernya serta hubungannya dgn istrinya. Karena ia yakin Patricia tidak
akan melaporkan kejadian itu, meski ia melakukan pelanggaran seksual terhadap diri pelajar itu.
Terutama setelah perempuan itu juga mendapat orgasme tiga kali! Sehingga ia tidak dapat dikatakan
telah memaksanya atau memperkosanya.

Masa diperkosa kok malah orgasme tiga kali! Sementara ia sendiri juga tidak akan membocorkan hal
itu, demi karier dan takut dgn istri karena istrinya lebih dominan. Setelah itu tanpa berkata sepatah
pun keduanya mengenakan pakaian masing-masing. Kemudian mereka berjalan keluar kompleks
sekolah itu tanpa ada satu orang pun. Waktu itu Patricia merasakan kemaluannya agak nyeri
sehingga ia harus berjalan sambil kedua kakinya agak dibuka melebar. Tak lama kemudian suasana
sekolah itu jadi betul-betul sunyi senyap di tengah kegelapan malam. Tetapi apa yg dialami oleh para
pelaku setelah itu tidaklah sesunyi seperti tempat kejadian itu.

Tadi dikatakan untuk urusan ginian biasanya “sikat dulu, yg lain urusan belakangan”. Nah, “yg lain”
ini muncul waktu Pak Rohmad tiba di rumahnya. Istrinya agak curiga dgn suaminya itu. Apalagi
pulang telat sampai hari gelap. Ia curiga kalau suaminya baru “jajan” di luar. Apalagi suaminya
langsung membasahi serta merendam celana dalemnya. Suatu hal yg tak biasa. Ia curiga, apakah itu
untuk menghilangkan jejak sisa-sisa sperma sehabis pertempuran di luar? Untuk itu malamnya ia
mengetest suaminya di ranjang. Dan hasilnya? Sangat spektakuler! Karena istrinya itu dibuatnya
berkejab-kejab sambil merem melek! Memang hebat Pak Rohmad ini. Sorenya baru menghajar
Patricia sampai tiga kali, malamnya masih bisa membuat istrinya menggelepar-gelepar dan megap-
megap kayak ikan mas kekurangan air. Tetapi bagaimana pun ia adalah manusia biasa yg tak bisa
melawan proses alam. Ia tak bisa menipu istrinya yg jeli bagai anjik pelacak itu. Istrinya curiga karena
volume sperma yg keluar jauh lebih sedikit dari biasanya. Untung istrinya tidak mendesaknya lebih
lanjut.

Seandainya ia terpaksa harus mengaku pun, ia bertekad tidak akan memberitahukan identitas
sesangatnya perempuan yg disetubuhinya waktu itu. Itu sudah menjadi komitmen pribadinya
terhadap Patricia. Istrinya hanya bisa curiga saja tapi ia tak punya bukti nyata. Tetapi semenjak itu
hidup Pak Rohmad jadi semakin menderita di bawah ketiak istrinya. Karena Bu Ratinuk jadi semakin
ketat mengontrol suaminya. Setelah hari itu, ia tak mendapat kesempatan untuk mengulangi hal yg
sama lagi dgn Patricia atau perempuan mana pun, karena kontrol super ketat dari istrinya, termasuk
pengecekan reguler isi botol dari pengosongan yg illegal. Yah, paling tidak aku sudah pernah
menikmati Patricia, perempuan idaman satu sekolah, katanya menghibur diri. Tak lama setelah
kejadian itu, Patricia lulus SMU dan pindah ke kota lain untuk melanjutkan kuliahnya.

Sementara Patricia malam itu sedang tiduran di kamarnya. Tubuhnya pegal-pegal. Seperti sehabis
melakukan exercise. Tapi juga puas. Karena itu bukan exercise biasa melainkan Sexercise. Belum
pernah ia merasakan seperti yg barusan dialami. Pak Rohmad memang hebat. Tiga kali ia dibuatnya
orgasme! Sekarang kemaluannya sudah tidak nyeri lagi. Tapi rasanya perlu waktu untuk istirahat
paling tidak berhari-hari, setelah barusan dihajar bertubi-tubi dari berbagai posisi oleh kemaluan
raksasa Pak Rohmad yg hitam perkasa itu. Kini memang waktu untuk pemulihan otot-otot tubu
h terutama otot kemaluannya agar kembali ke posisi semula dan rapat kembali. Ada waktunya
exercise (atau Sexercise), ada pula waktunya istirahat. Karena kesehatan tubuh memang penting.
Olahraga penting bagi kesehatan tubuh. Apalagi olahraga yg memberikan kepuasan batin kayak gini,
pikirnya. Sekarang waktunya tidur deh. Ia bangkit dari ranjangnya untuk mematikan lampu
kamarnya. Tak lama kemudian ia tidur dgn nyenyak di dalem kamarnya yg gelap.
kisah dewasa 2016, kisah dewasa terbaru, kisah dewasa, kisah mesum 2016, kisah mesum terbaru,kisah mesum,

Free Bokep Indo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.