Cerita Sex cerita ngentot Cerita Seks thor hammer Cerita Dewasa Cerita Sex cerita dewasa cerita sex terbaru Cerita Sex Terbaru cerita bokep terbaru Cerita Hot Terbaru Cerita Sex Terbaru
Cerita Dewasa Terbaru banner-agenqq-728x90-2 banner-raja3651
Cerita Bokep, Cerita Bokep Terbaru
Breaking News
Cerita Dewasa Terbaru

Gelora Birahi Sang Wanita Karir

Cerita Ngentot Download Video Bokep 3GP

Gelora Birahi Sang Wanita KarirCerita Dewasa, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Terbaik, Cerita Dewasa HOt, Aqu adalah seorang lelaki yg berusia 23 tahun dan aqu baru saja selesai kontrakku dgn salah satu
perusahaan pelayaran luar negeri. Sekarang aqu adalah pengangguran karena aqu tak punya
rencana untuk kembali berlayar setelah 2 tahun lamanya. Semua yg aqu ceritakan dibawah ini
adalah nyata. Memang cerita ini terlalu bertele-tele bila dibandingkan dgn cerita-cerita yg pernah
aqu baca di beritaseks.com, tetapi inilah cerita yg ingin aqu ceritakan bagi pembaca juga
penggemar beritaseks.com.

Cerita ini berawal dari seringnya aqu pergi bolak-balik ke rumah sakit untuk menjaga Ayah aqu di
rumah sakit swasta di daerah Jatinegara, Jakarta Timur. Pada hari Minggu siang tanggal 5 November
2009, aqu turun ke bawah tempat merokok di rumah sakit tersebut, tetapi di saat aqu menikmati
rokokku itu, di dekat tempat dudukku ada seorang perempuan setengah baya yg kira-kira berumur 30
tahun. Ia tampak sibuk sekali menelepon sana-sini dgn handphone-nya untuk mencari jasa derek
boil untuk boilnya. Entah karena aqu merasa terganggu atau ada keinginan untuk membantu
perempuan itu, akhirnya aqu beranikan diri untuk menawarkan jasa aqu karena siapa tahu kerusakannya
masih sepele. Setelah mengumpulkan semua keberanian untuk menawarkan jasa aqu akhirnya
meluncur juga dari mulutku untuk membantu dia.

Cerita Dewasa, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Terbaik, Cerita Dewasa HOt

“Eee.. maaf Aunty, kalo aqu boleh tau, boil Aunty rusak?” tanya aqu dgn ragu-ragu.
“Iya Dik”, jawabnya singkat sembari tetap menghubungi seseorang dgn handphone-nya.
“Eee.. kalo boleh tau, Aunty.. boil Aunty apa merk-nya?” tanya aqu lagi.
“Honda, Honda Maestro”, jawabnya dan kali ini dia melihat aqu.
“Kalo boleh, aqu coba bantu Aunty buat benerin boilnya Aunty, karena siapa tau aqu bisa, Aunty!”
kata aqu menawarkan pertolongan.
“Eee.. boleh-boleh.. Ayo ke boil aqu yuk”, pintanya.

Setelah itu kita berdua jalan meninggalkan tempat itu untuk menuju ke boil perempuan itu, yg
ternyata tak jauh dari tempat merokok. Setelah aqu dibukakan pintu, aqu coba starter boilnya tapi
hasilnya nihil. Dgn kasus seperti ini, aqu katakan pada perempuan itu bahwa ada kemungkinan
bahwa ini masalah dinamonya dan aqu sarankan untuk mendorong boilnya karena tak ada
masalah sesampai dia bisa tiba di rumahnya atau bengkel sebelum kesorean dan tak perlu
memanggil jasa derek boil karena biayanya yg mahal. Dan sepertinya dia berpikir sejenak dan dia
setuju dgn saran aqu, sampai akhirnya aqu memanggil salah satu satpam yg aqu temui untuk
meminta pertolongannya untuk mendorong boil.

kunjungi juga gelorabirahi.com

Agh, akhirnya boil perempuan itu nyala juga dan seperti dugaanku bahwa masalahnya cuma
masalah dinamo. Dgn posisi perempuan itu di dalem boil dan aqu di luar sembari memperhatikan
dia untuk meninggalkan aqu, tiba-tiba dia memanggil aqu dgn membuka kaca jendelanya dan
mengucapkan terima kasih kepada aqu sembari memberikan uang 2 lembar seratus ribu tapi aqu
tolak karena pertolonganku adalah dari hati nuraniku bukan untuk meminta balasan tetapi dia tetap
memaksa aqu dan akhirnya aqu ambil satu saja dan satunya lagi tetap di tangannya sembari
mengucapkan bahwa itu saja sudah lebih dari cukup. Akhirnya dia mengalah karena aqu tetap
bertahan untuk tak mengambil sisanya tapi dia membuka tasnya dan mengambil kartu namanya dan
diberikan buat aqu sembari menitip pesan bahwa kalau ada sesuatu atau aqu sedang senggang
diminta menghubungi dia, dan aqu terima kartu namanya. Sebelum pergi, dia menanyakan nama
aqu sembari menyodorkan tangannya dan aqu jawab bahwa nama aqu Willi dan dia mengatakan
bahwa namanya Ineke. Dan akhirnya ia pergi dgn boilnya dan aqu tetap berdiri melihat boilnya
sampai hilang ditelan sebuah tikungan ke kanan.

Dua hari setelah kejadian itu, Ayah aqu meninggal dan aqu sibuk menyelasaikan segala urusan yg
berkaitan dgn Ayah aqu mulai dari rumah sakit, rumah duka, dikremasi sampai jadinya Akte
Kematian.

Setelah semuanya selesai dan aqu kembali pada kehidupanku yg cuma menghabiskan hari demi hari
aqu dgn jalan-jalan dgn kawan-kawan aqu ke sana ke mari. Sampai pada suatu hari di bulan
Desember 2009, aqu teringat kembali dgn perempuan yg aqu kenal di rumah sakit dan aqu cari kartu
namanya dan akhirnya ketemu. Akhirnya aqu hubungi Handphone-nya meskipun di kartu nama itu
ada nomor telepon rumah dan kantornya.

“Hallooo?!” terdengar jawaban seorang perempuan dari sana.
“Dgn Ineke-nya ada? ini Willi”, jawab aqu lengkap.
Sejenak terdiam dan terdengar, “Iya ini Ineke sendiri dan aqu ingat kalo kamu yg nolong aqu waktu
aqu di rumah sakit itu khan?” tanyanya yg terkesan menebak.
“Iya.. ini aqu Willi yg waktu itu”, jawab aqu.
“Eee.. gimana sekarang kamu, Will?” tanyanya.
“Lagi senggang nich”, jawab aqu.
“Kayaknya untuk sekarang ini aqu nggak bisa lama-lama ditelepon.. bagaimana kalau malam ini kita
ketemu, aqu mau traktir kamu makan malem, apa bisa?” sambungnya.
“Iya bisa. Aqu nggak ada acara”, jawabku singkat.
“Oke kalo gitu kita ketemu di restaurant Rasmus Romas deket Ratu Plaza aja jam 7 malam ini, Oke?
kamu tau khan?” jawabnya menjelaskan.
“Iya aqu tau, Oke dech sampe nanti”, jawabku.

Seperti janjiku dgn Ineke, aqu datang ke Restaurant Rasmus Romas dan aqu tiba 10 menit lebih awal.
Dan pilih tempat duduk yg kira-kira aqu bisa lihat kalau ada orang yg datang. Tepat jam 19.00, Ineke
datang, dan aqu sangat terpana dgn pakaiannya yg begitu seksi. Dia mengenakan pakaian terusan
warna merah dgn strip warna biru dgn model tali yg menggantung pada lehernya sesampai tampak
dgn jelas punggungnya dan berarti dia tak memakai BH dan rambutnya yg sepanjang bahu dia ikat
ke atas sedang rambut depannya dibuat poni rata dgn alis matanya tapi dgn tekukan ke atas.
Dadanya yg lumayan besar dan bulat seakan-akan mau keluar dari pakaian yg dia pakai. Wow, aqu
begitu terpana dgn apa yg aqu lihat, tapi aqu tak terlalu terpana karena aqu harus memberitahu
bahwa aqu ada.

Aqu mengangkat tangan mengisyaratkan siapa tahu dia melihat. Ternyata ada seorang waiter yg
melihat dan sepertinya dia tahu bahwa aqu memanggil Ineke, dan waiter itu pun mengatakan
sesuatu pada Ineke kemudian menunjuk pada arahku.

“Hi.. udah lama?” katanya membuka pembicaraan sembari duduk dan merapikan pakaian terusannya
sepanjang mata kaki.
“Belum”, jawabku singkat.
“Eee.. kamu udah pesen? kalo belum, kamu mau pesen apa?” tanya dia.
“Belum, aqu belum pesen apa-apa”,jawabku sembari membuka buku menu.

Setelah kita berdua memesan makanan, dan sembari menunggu makanan kami berbincang-bincang
sana-sini dan akhirnya dia menanyakan bahwa mengapa aqu ada di rumah sakit saat itu, dan aqu
jelaskan dan aqu katakan pula bahwa Ayah aqu sudah meninggal dan dia tampak terkejut dan minta
maaf kalau dia membuat aqu sedih.

Acara makan malam aqu bersama Ineke berlangsung lancar dan kita berdua mau pulang, dia
memaksa mengantar aqu pulang karena selain hemat biaya lagipula ternyata rumah Ineke searah
dgn aqu, dia tinggal di daerah Kelapa Gading dan aqu yg menyetir dgn ijin dia terlebih dahulu.

Dalem perjalanan, tanpa aqu tanya, dia mengatakan bahwa dia sudah cerai dgn suaminya sejak
anaknya berusia 6 bulan dgn alasan mantan suaminya itu punya simpanan. Saat dia menceritakan
itu, aqu tak tahu apa yg harus aqu lakukan karena rasanya kalau diterus-teruskan mungkin akan
membuat dia sedih dgn pengalaman pahitnya, sampai pada akhirnya mengatakan bahwa sebaiknya
tak perlu diteruskan karena mungkin akan membuat dia ingat dgn masa kemudiannya itu tapi dia
mengatakan bahwa dia ingin aqu tahu dgn siapa yg dia kenal (maksudnya dia sendiri). Dari ceritanya,
bisa aqu simpulkan bahwa dia perempuan karier yg lumayan bagus dgn kariernya.

Setelah dia selesai menceritakan semuanya, kita terdiam sejenak dan cuma tembang-tembang Ebiet
G Ade yg kita dengar. Tapi dgn tiba-tiba dan membuat aqu terkejut, Ineke mendekatkan kepalanya
dan menyandar diantara bahu dan ujung jok boil. Saat itu aqu tak tahu harus bagaimana, jadi aqu
diam saja. Tetapi yg menambah kurang konsentrasinya aqu dgn jalan adalah, setiap aqu mengganti
persneling, lengan aqu bersentuhan dgn dadanya yg lumayan besar dan ini tak mengubah cara dia
duduk, dia tetap dgn posisinya. Setiap kali bersentuhan aqu minta maaf padanya dan hati serta
kemaluanku tegang. Rasanya aqu teramat salah tingkah karena selain menggangu pikiran aqu, aqu
pun menikmati apa yg terjadi. Sampai pada akhirnya Ineke memecahkan kesepian pada saat itu dgn
mengatakan, “Will, kamu sudah pernah bercinta?” Wah, rasanya seperti disambar geledek dengar
pertanyaan Ineke. Setelah terdiam sebentar karena terkejut, aqu jawab pertanyaannya itu dgn jujur
bahwa aqu sudah pernah bercinta dan aqu jelaskan pula bahwa itu dgn pacar aqu. Kemudian dia bilang,
“Eee.. kayaknya kamu sekarang sudah terangsang ya dgn posisiku kayak gini ini?” sembari tangan
kirinya dgn cepat meraba daerah kemaluan aqu. Aqu benar-benar terhenyak dgn sikap Ineke dan
aqu biarkan tangan kirinya meraba-raba dgn halusnya kemaluan aqu dari celana panjang aqu karena
selain inilah yg yg inginkan, aqu pun lagi-lagi dalem posisi sulit.

Aqu tak tahu berapa lama dia meraba-raba kemaluan aqu sampai pada akhirnya dia membuka
reitsleting celana aqu dan makin berani sesampai sekarang dia meraba-rabanya di celana dalem aqu.
Sembari meraba-raba dia bilang (dgn nada nakal dan manja), “Will, punya kamu ini besar ya?! panjang
lagi.. dan kayaknya udah pengen maen nich.” Tetapi aqu tak memberi jawaban karena selain aqu tak
tahu harus menjawab apa, aqu merasa sedang terbang.

Dan aqu pun tak tahu pasti berapa lama dia meraba-raba kemaluan aqu dari atas celana dalem aqu.
Sampai pada akhirnya dgn tiba-tiba kepalanya seperti terjatuh ke daerah kemaluan aqu dan dia
menjilat-jilat celana dalem aqu dgn tangan kirinya yg tetap meraba-raba rambut kemaluan aqu yg
mungkin sebagian keluar dari celana dalem. Aqu yakin bahwa celana dalem aqu sudah basah dgn air
liurnya karena rasanya sudah agak lama dia jilati. Tak berapa lama setelah aqu berpikir seperti ini,
dia membuka celana dalem aqu dan langsung menelan semua kemaluan aqu. Wah, rasanya benar-
benar nikmat dan aqu benar-benar harus membagi dua pikiran aqu antara kenikmatan yg sedang
aqu rasakan juga jalanan.

Karena aqu pun terangsang dgn kuluman Ineke, dgn berani aqu memegang dadanya dan meremas-
remas kecil. Meskipun aqu tak melihat, tetapi aqu bisa membaygkan bagaimana rasanya apabila
aqu menghisapnya. Wah, sulit dikatakan. Sampai pada saatnya, aqu mengatakan pada Ineke bahwa
aqu rasa aqu akan klimaks, tapi buru-buru dia menghentikan kulumannya dan mengambil posisi
duduk normal. Dan dia bilang bahwa dia pun sudah terangsang dan ingin berhubungan seks. Dia
mengajak aqu menginap di salah satu hotel. Sebelum mengiyakan ajakan Ineke, aqu katakan bahwa
aqu harus memberitahu sama orang rumah bahwa aqu tak pulang agar mereka tak perlu menunggu
aqu.

Setelah semuanya sudah beres, akhirnya boil yg kita tumpangi aqu arahkan ke daerah Sunter, karena
aqu tahu bahwa di situ ada hotel, meskipun aqu belum pernah menginap di situ. Akhirnya kami tiba
di hotel yg aqu maksud dan aqu beserta Ineke masuk dan mengurus urusan-urusan di Front Office di
hotel itu, dan setelah semua selesai dgn biaya yg ditanggung Ineke, kami pun diantar ke kamar yg
sudah dipilih dgn Bellboy.

Setelah mengecek sana-sini dalem kamar, akhirnya Bellboy meminta ijin untuk keluar setelah
menghidupkan TV dgn Channel MTV. Dan setelah terdengar suara pintu kamar kami ditutup oleh
Bellboy, aqu dan Ineke dgn cepat saling berpelukan dan berciuman sembari berdiri karena sama-sama
sudah tak bisa menahan gairah seks masing-masing.

Ineke memang kelihatan sudah terangsang berat dan pandai berciuman karena aqu bisa
merasakan permainan lidahnya yg sangat Hot. Sembari bermain lidah, tangan Ineke dan tangan aqu
saling meraba-raba bagian terlarang satu sama lain. Tangan kiri aqu tetap memegang bagian
belakang kepala Ineke sedang tangan kanan aqu mengelus-elus bagian punggung Ineke yg terbuka
dan mulus putih tanpa cacat, sesekali meraba ke bagian tekukan bawah buah dadanya. Sesekali
tercium olehku aroma parfum yg dia gunakan. Sedangkan tangan kiri Ineke menelusup ke bagian
belakang celana aqu sedang tangan kanannya merabanya dari depan mulai dari kemaluan aqu
sampai ke daerah pusar.

Lama-kelamaan, tangan aqu membuka sebagian pakaian bagian dadanya sesampai aqu bisa
memegang dgn jelas bentuk buah dadanya. Aqu rasakan bahwa besar buah dada Ineke terasa
mantap dgn posisi jemari aqu seperti mau mengambil buah dadanya itu. Aqu usap, elus dan mainkan
puting susunya yg terasa makin lama makin agak keras. Dgn tetap sembari berciuman, memainkan
lidah dan saling menggigit bibir bawah atau atas satu sama lainnya. Sedangkan tangan Ineke sedang
berusaha membuka celana aqu dgn membuka reitsleting celana dan berusaha membuka ikat
pinggang aqu.

Setelah celana aqu bisa dibuka oleh Ineke, dgn sigap dia mengambil kemaluanku yg sudah tegang
dari balik celana dalemku kemudian memaju-mundurkan tangannya sembari tetap menggenggam
kemaluanku. Sembari meraba-raba dan tetap memainkan puting susunya, tangan aqu yg lain
berusaha untuk membuka kancing yg terletak di leher belakang Ineke. Dan akhirnya aqu bisa
membuka kancing itu meskipun sedikit sulit karena cuma dgn satu tangan. Begitu pakaian
terusannya bisa aqu buka, dgn otomatis pakaian terusan itu turun ke lantai sesampai buah dada
Ineke sekarang sudah tak tertutupi sesuatu apa pun.

Dgn turunnya pakaian terusannya ke lantai, aqu hentikan ciuman bibir dgn Ineke dan aqu langsung
mencium bagian dada kiri dan kanan Ineke yg begitu ranum dan kencang seakan-akan masih dalem
pertumbuhan. Dalem setiap hisapanku atau permainan lidahku pada puting susunya, Ineke
mendesah kenikmatan, “Uuuh.. aaghh.. enakk..” dgn sesekali menambahkannya dgn nama aqu dan
disertai denga nafas yg memburu. Sedangkan tangannya dgn bergantian tetap memegang kemaluan
aqu dan mengocoknya.

Setelah aqu agak puas dgn buah dadanya, jilatan, hisapan dan kecupan kecil aqu mengarah ke
bawah dan makin ke bawah dgn tetap diiringi desahan Ineke yg aqu rasa sudah terangsang karena
kenikmatan. Tetapi tangan aqu tetap meraba serta mengelus-elus buah dadanya. Sampai pada
akhirnya tangan Ineke melepaskan kemaluan aqu karena posisi kami yg tak memungkinkan.

Jilatan dan kecupan kecil pada bagian bawah dada Ineke makin liar dgn makin tak bisa mengontrol
diri aqu sendiri dgn gairah seks yg meluap-luap dan dgn sesekali aqu membuka mata aqu dan
melihat bagian badan Ineke yg putih bersih serta mulus dan lembut. Aqu pun bisa merasakan detak
jantungnya yg makin kencang.

Sembari tetap menjilati dan memberi kecupan kecil, tangan aqu dua-duanya meraba-raba bagian
kemaluannya yg masih tertutup oleh celana dalem yg dia gunakan. Setelah aqu meraba-raba dgn
halus semua daerah kemaluannya serta bagian bokong Ineke, baru aqu ketahui bahwa dia
mengenakan celana dalem dgn model tali yg mana lekukan pada daerah lubang analnya berupa tali
dan melingkari pinggangnya pun berupa tali yg diikat pada bagian pinggang kiri. Dan ini menambah
gairah seks aqu yg membludak.

Setelah dgn mudah bisa aqu buka celana dalemnya, jilatan juga kecupan kecil, aqu lanjutkan pada
daerah kemaluannya sampai aqu bisa merasakan bahwa aqu sedang berada di beberapa centimeter
di atas liang keperempuanannya. Daerah yg ditumbuhi oleh rambut-rambut yg tak terlalu
lebat dan terkesan dirawat rapi. Dan aqu tetap menikmati dgn makin mendesahnya Ineke dgn apa yg
aqu lakukan pada badannya.

Tangan aqu pun mulai memainkan kemaluannya yg basah, aqu meraba kemaluannya dgn jari
telunjuk atau jari tengah aqu dgn sesekali aqu masukkan ke dalem kemaluan Ineke. Sedang jempol
aqu, aqu naik turunkan di daerah antara kemaluannya dgn rambut kemaluannya.

Aqu makin menikmati semua ini dgn menyentuh ujung lidah aqu pada kemaluannya bagian atas.

Tercium pula bau khas dari kemaluan Ineke. “Ughhh, Will.. sayaang.. kamu pintar sekali, sayg..”
rintih Ineke ketika aqu menghisap-hisap klitorisnya dan sesekali menjilatnya. “Teruuus.. terus.. sayg..
agh.. ahhhh..” rintihnya sembari memegang kepala aqu dgn kedua tangannya dan seakan-akan
menekan wajah aqu ke dalem kemaluannya. Waktu itu, aqu agak sulit bernafas dgn posisi seperti ini,
tetapi aqu tetap menjilati dan memainkan klitorisnya.

Agak lama aqu memainkan klitorisnya dan sesekali memasukkan satu atau dua jari aqu ke dalem
kemaluan Ineke. Mulanya yg sudah basah, sekarang sampai kering dan sekarang agak lembab dgn
bercampurnya air liur aqu. Mungkin karena aqu yg terlalu menikmati yg sedang aqu lakukan atau
mungkin karena dia sudah terangsang, dgn tiba-tiba dari dalem kemaluan Ineke menyembur cairan
hangat yg belum pernah aqu temui sebelumnya. Dgn menyemburnya cairan itu dari dalem kemaluan
Ineke, makin didorongnya kepala aqu ke arah kemaluan Ineke dan kali itu aqu merasa sulit sekali
bernafas tetapi kejadian itu tak berlangsung lama karena setelah itu, Ineke melepaskan kepala aqu
sesampai aqu bisa bernafas kembali. Tetapi aqu tetap menjilati dan menghisapnya yg terasa agak
lengket dan sedikit bau amis.

Tak berapa lama setelah cairan itu menyembur, Ineke mengangkat kepala aqu, yg maksudnya agar
aqu berdiri. Aqu pun berdiri dan wajah aqu dekat dgn wajahnya. Dan Ineke menciumi bibir aqu dgn
masih adanya sisa cairan yg menempel di bibir dan lidah aqu. Ganas sekali dia menciumi aqu yg
diiringi dgn permainan lidah dan terengah-engah nafasnya.

Setelah puas berciuman, Ineke menghentikannya dan mengatakan, “Will, sekarang gantian.. aqu yg
mau menikmati badan kamu.” Sebelum aba-aba atau jawaban dari aqu, Ineke langsung membuka
kaos aqu dari bawah dan menelusupkan satu tangannya ke atas ke bagian dada aqu. Sembari
mengelus-elus dada aqu, dia bilang bahwa dada aqu lapang, tak seperti suaminya yg seolah-olah
mempunyai buah dada. Ineke pun mengatakan bahwa perut aqu tak gendut, seperti peminum
minuman keras.

Setelah aqu membuka kaos aqu sendiri, dgn segera Ineke memulai kecupan kecil di daerah dada aqu
dan sesekali menjilatinya, sedangkan tangannya menuju pada kemaluan aqu dan seperti semula, dia
memaju-mundurkan kemaluan aqu. “Aaah.. aaah.. enak, Luc”, desahku kenikmatan karena selain
dijilati atau dikecup, kemaluanku pun dikocok-kocok dgn pelan-pelan tetapi pasti. Seperti halnya yg
aqu lakukan pada badan Ineke, Ineke pun menjilati, mengecup dan menghisap semua bagian depan
badanku dan makin lama makin ke bawah sampai akhirnya pada kemaluanku.

Pada saat di kemaluanku, Ineke langsung mengulumnya seakan-akan mau menelan semua
kemaluanku yg kira-kira panjangnya 16-18 centimeter. “Aaagghh.. aah.. eeenak, Luc!” desahku agak
keras tak bisa menahan rasa nikmat yg aqu rasakan begitu Ineke memainkan lidahnya di bagian
lubang kemaluanku. Tak bisa aqu ungkapkan kenikmatannya dan aqu benar-benar menikmati apa yg
aqu rasakan.

Lama sekali Ineke menghisap, menjilat, mengulum dan memainkan kemaluan aqu, dia pun menjilati
lubang anal aqu. Sampai pada akhirnya terlintas dalem pikiran aqu untuk menyelesaikan pemanasan
ini dan memulai berhubungan seks.

Seperti halnya yg Ineke lakukan pada aqu dgn mengangkat kepala aqu dari kemaluannya, begitu pula
yg aqu lakukan untuk menghentikan kulumannya pada kemaluan aqu. Aqu angkat kepalanya dan
aqu dekatkan wajahnya kepada aqu kemudian menciumnya dgn kecupan-kecupan sesekali
menciumnya dgn sedikit memainkan lidah.

Aqu pun menuntun Ineke untuk tiduran di kasur dgn posisi telentang. Setelah aqu beri ciuman dan
sedikit kecupan kecil pada bibirnya, aqu memegang kemaluan aqu dan mengarahkan pada liang
senggamanya. Kedua kakinya yg telah dibuka olehnya membuat aqu lebih mudah untuk
memasukkan kemaluan aqu. Sembari memasukkan kemaluan aqu, aqu lihat raut wajah Ineke. Dia
tampak mengejamkan kedua matanya sembari mendesah, “Ooohh.. eeemhhh..” kemudian menahan
nafas sejenak, sedangkan kedua tangannya memegang kedua bokong aqu kemudian
mencekeramnya agak keras.

Sembari mengeluarmasukkan kemaluan aqu ke kemaluan Ineke, aqu menekuk kedua kakinya dgn
kedua tangan aqu sesampai telapak kaki dan tulang keringnya terangkat. “Uuughh.. esshhh.. aaahh..
eenak.. sayg..” desah Ineke sembari memejamkan matanya. Aqu pun mendesah kenikmatan dgn
keluar masuknya kemaluan aqu di dalem kemaluan Ineke. “Aaahh.. eeessh.. Luss.. eenak..”

Kira-kira kami melakukan posisi itu selama 5 menit, kemudian aqu angkat kedua kakinya sesampai
menghimpit kepalaku dan tetap mengeluarmasukkan kemaluanku. Dan aqu tak tahu berapa lama
aqu dan Ineke melakukan posisi ini sampai akhirnya Ineke menarik aqu untuk mendekatkan kepala
aqu dgn kepalanya, kemudian dia mendekap punggung aqu dgn erat bahkan aqu merasa sangat
keras. Dan mendesah panjang, “Eeenghhh… eeesshhh.. eeenakk..”

Kemudian Ineke menghentikan sebentar dan mengeluarkan kemaluan aqu dari kemaluannya. Ia
kemudian menungging dan aqu tahu maksudnya dan tanpa disuruh olehnya, aqu mengarahkan
kemaluan aqu untuk kembali menghujam kemaluan Ineke. Sembari memegang kedua belah
bokongnya bagian atas, aqu tetap mengeluarmasukkan kemaluan aqu dan sesekali aqu melihat
reaksi Ineke yg mengangkat sedikit kepalanya ke atas dan sesekali mengibaskan rambutnya sembari
mendesah-desah kenikmatan, “Aaaghh… eeesshh.. terus sayg..”

Rasanya lama sekali melakukan hubungan seks, sampai aqu merasa sedikit kelelahan begitu juga
Ineke, sampai aqu putuskan untuk mempercepat gerakanku. Makin kupercepat kemaluanku di
dalem kemaluan Ineke. Dgn makin kupercepat gerakanku, makin terdengar dgn jelas suara gesekan
antara kemaluan aqu dgn kemaluannya yg telah diulasi oleh cairan dari kemaluan Ineke. Aqu pun
sesekali memegang buah dadanya dgn kadang meremasnya karena aqu rasa buah dadanya akan
naik turun dan menggantung karena posisinya.

“Aaakhh.. enakk!” desah Ineke sedikit teriak.
“Luc.. aqu mau keluar nich.. eeesshh..” desahku pada Ineke.
“Keluarin di dalem aja, Will.. eesshh..” jawabnya sembari mendesah.

Sampai akhirnya aqu merasa bahwa aqu akan mencapai puncak, aqu agak menunduk mengikuti
posisi Ineke yg menungging dan aqu pegang kedua buah dadanya sembari sedikit meremas
keduanya. “Uuugghh.. aaaggh.. eeenak Luss” teriakku agak keras dgn bersamaannya air mani aqu yg
keluar dan menyembur di dalem kemaluan Ineke.

Setelah aqu berdiam sejenak setelah ejakulasi, aqu keluarkan kemaluan aqu dan aqu tuntun badan
Ineke untuk membalik sesampai kami bisa berpelukan. Sembari saling memeluk, Ineke mengatakan
bahwa aqu hebat dan dgn ijin aqu, dia ingin menceritakan ini pada kawannya. Waktu itu, aqu
katakan bahwa tak ada masalah andai dia ingin menceritakan ini pada kawannya karena (waktu itu)
aqu pikir, Ineke tak akan mengenalkan kawannya itu pada aqu.

Kami pun hening sejenak sembari tetap saling berpelukan dan badan masih dalem keadaan telanjang
bulat dan aqu pun masih bisa mencium bau parfum yg Ineke gunakan. Dalem keheningan itu,
terdengar dgn samar-samar lagu When You Said Nothing At All yg dibawakan oleh Ronan Keating
dari pesawat TV yg ada. Kami pun secara bersamaan tersentak dan ingin melihat. Kemudian kami
saling meregangkan pelukan kami, dan Ineke mengambil remote Tv yg berada di atas meja dekatnya
kemudian menambah volume suaranya. Seks stw lainya bisa anda baca di beritaseks.com Setelah itu,
Ineke mengajak aqu untuk berpelukan lagi, saling mendekap lagi sembari menikmati lagu Ronan
Keating tersebut.

Aqu lihat jam tangan, jam menunjukan pukul 12.45 dini hari. Dan kami pun tertidur sampai kita
berdua bangun bersama-sama sekitar jam 07.00 pagi, karena ada seberkas sinar matahari.

Setelah mandi, akhirnya kita sepakat untuk keluar dari hotel tersebut dan Ineke mengantarkan aqu
pulang sampai di depan rumah, setelah itu dia akan kembali ke rumahnya cuma untuk mengganti
pakaian dan diteruskan ke kantor.

Di dekat rumah, Ineke mengatakan bahwa dia sangat puas dan ingin mengulang kembali apa yg
terjadi tadi malam dan dia mengeluarkan sejumlah uang yg aqu kira cukup banyak buat aqu. Katanya
saat itu, “Will.. ini buat kamu.. siapa tau bisa bantu-bantu kamu kalau kamu pengen beli sesuatu..”
tetapi belum selesai penjelasannya, aqu jawab bahwa aqu tak mau menerima uang sesen pun dari
dia karena apa-apa yg aqu lakukan adalah karena atas dasar suka sama suka dan aqu pun
mengatakan bahwa aqu akan merasa sangat terhina kalau dia tetap memaksa aqu untuk menerima
uang itu.

Akhirnya dia mengalah dan kita terdiam sejenak dan dia mengambil handphone-nya dan
mengatakan bahwa itu adalah pemberian dari dia bukan balasan atas yg aqu lakukan, dia pun
menjelaskan agar dia bisa menghubungi aqu. Setelah aqu pikir-pikir sembari dia tetap berharap agar
aqu menerima itu, akhirnya aqu mau juga karena aqu pikir handphone ini tak akan selamanya, aqu
bisa mengembalikannya suatu saat nanti.

Setelah tiba di rumah, aqu pun memohon diri dan sempat memegang tangannya bahwa apa yg dia
rasakan antara aqu dan dia, mungkin yg aqu rasakan pada saat itu.

Hari itu Ineke menelepon aqu dua kali lewat handphone-nya, yg pertama mengatakan bahwa dia
sudah tiba di rumah dan yg kedua adalah dia sudah berada di kantor.

Sejak itu, Ineke tak pernah menghubungi aqu lagi. Tadinya aqu pikir bahwa dia sibuk, dan aqu pun
sadar dgn posisi aqu. Sampai akhirnya aqu dihubungi seorang perempuan lewat handphone
pemberian Ineke. Perempuan itu mengatakan bahwa Ineke pernah cerita semuanya tentang
hubungan aqu dgn Ineke mulai dari mula sampai akhir, dan perempuan ini mengatakan bahwa dia
ingin mengatakan sesuatu pada aqu dan ingin ketemu dgn aqu.

Sampai pada akhirnya aqu setuju untuk bertemu tanggal 8 Desember di suatu Mall. Dalem
pertemuan tersebut, perempuan itu yg seumur dgn Ineke yg mengaku sebagai kawannya dan
mengaku bernama Julliet ini mengatakan bahwa ada pesan dari Ineke untuk mengatakan yg
sebenarnya pada aqu bahwa Ineke telah bersuami dan sudah 1.5 tahun belum dikarunia anak dan
dikatakan bahwa suaminyalah yg tak mampu berproduksi karena Ineke secara diam-diam sudah
memeriksakan dirinya tanpa sepengatahuan suaminya, dan pesan Ineke yg terakhir adalah dia
menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya untuk aqu karena Ineke tak ingin bertemu dgn
aqu lagi. Julliet ini pun mengatakan bahwa ia ingin melakukan hal yg sama seperti Ineke tetapi bukan
dgn tujuan untuk memiliki anak karena ia mengatakan bahwa ia dan suaminya tanpa masalah dalem
memproduksi anak, yg jadi masalah adalah suaminya yg setelah selesai hubungan seks, ia sering
langsung meninggalkan Julliet tidur. “Jadi, andai Ineke hamil, ada kemungkinan bahwa itu adalah
benih aqu”, pikirku.

Free Bokep Indo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.