Vimax cerita ngentot
Cerita Dewasa Terbaru cerita sex
Cerita Sex Terbaru
Breaking News
Cerita Sex Terbaru
Cerita Sex Cerita Sex cerita sex cerita seks Cerita Dewasa

Kisah Seks Thresome

Vimax Cerita Seks ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Kisah Seks, kisah seks terbaru, kisah seks 2016, kisah seks nyata, kisah seks terhangat, kisah seks 2016 terhangat, kisah seks nyata terhangat, Cerita kali ini akan coba membahas tentang cerita seks yang seru dan heboh. Pemerintah sendiri juga menyarankan untuk banyak membaca, nah untuk itu mari kita baca sama-sama bagaimana serunya cerita seks abg berikut ini. Ah.Om-om sudah pernah aku coba,kadang tu aku sampai-sampai kwalahan abis Dedek nya om kuat banget,aku jadi merem melek.Ada juga yang sudah klenger sebelum aku mencapai orgasme.

Kisah SeksKisah Seks, kisah seks terbaru, kisah seks 2016, kisah seks nyata, kisah seks terhangat, kisah seks 2016 terhangat, kisah seks nyata terhangat,Kisah Seks Terhangat

Saatnya berburu lagi om-om asyik juga,kadang kantongnya tebel lumyan buat isi perur dan shoping di mall habisin waktu libur bersama teman.Bulan ini setelah sempat berkumpul-kumpul di cafe aku dan teman-temen sepakat untuk berlibur di suatu tempat.Aku dan temen2ku, Mila dan Sintia, weekend akhirnya di setujui untuk meluncur ke Anyer. Sintia nyewa cottage disana ya untuk bisa happy tentunya’. Kali ini mereka berdua gak bawa pasangannya masing2 itu ada maksudnya, karena memang kita ber3 mo berburu om om.

Kisah Seks Nyata lain di Gelorabirahi.com

Sebenarnya mereka mo bawa pasangannya, tapi karena aku gak punya pasangan tetap, gak jadi deh.

“Kamu sih Put, gak punya pasangan tetap”, protes mereka.

“Ngapain punya pasangan tetap, banyak kok lelaki yang mo bikin Putri klepek2 sampe lemes”, aku membela diri. Akhirnya mereka mengalah. Kita nyampe di Anyer Jumat sore, banyak juga lelaki yang lalu lalang di pantai didepan cottage yang disewa Sintia.

Ada yang bawa pasangan, tapi banyak juga yang sendirian. Segera kami ber3 memakai seragam wajib buat mejeng, bikini yang minim dan seksi. Kami bermain2 di pantai sambil melirik lelaki ganteng yang mondar mandir disana. Segera saja Mila dan Sintia dapat pasangan, mereka langsung cabut dengan pasangannya masing2 meninggalkan aku sendirian. Memang kalo pergi ber3, aku selalu yang paMilg akhir dapet pasangan. Aku berbaring saja di kursi yang banyak tersedia dipantai, sampe akhirnya ketiduran.

Aku terkejut ketika ada yang menyenggol2 kakiku. Aku membuka mataku. Ada seorang lelaki ganteng, badan tegap, pokoknya tipeku bangets deh, bertelanjang dada hanya mengenakan celana pendek gombrong.

“Halo, aku Helga. Sori ya membangunkan kamu. Kok sendirian sech”, tanyanya.

“Saya Putri. Tadi sih datengnya ber3, teetapi temen2 Putri pergi gak tau kemana sama pasangannya masing2. Jadi Putri sendirian deh, sampe ketiduran. Om juga sendiri, eh boleh kan manggil om”, jawabku.

“Boleh aja, mau gak kamu nemenin om”.

“Emangnya om juga sendirian ya kemarinya, itu mah diniatin karena disini pasti om juga nyari pasangan, nyarinya yang abg kan om?”.

“Ah bisa aja kamu. Om kemari sama pasangan kok, sama istri. Gini Put, om mau terus terang. Istri om pengen banget ngeliat om ngentot ama prempuan lain”. Dia terdiam sejenak memandangiku, melihat apa responsku terhadap keterus-terangannya.

“aku hanya tersenyum2 saja.

“Kok cuma senyam senyum Put, kamu mau gak ama saya dan istri, threesome gitu Put”. Aku senang aja dapet tawaran seperti itu, biasanya kalo aku ber threesome, lelakinya 2 sampe aku termehek-mehek (kaya acara tv aja yach) ngeladeninya. Aku sih gak yakin itu istrinya, paMilg juga TTM nya, tapi siapa perduli.

“Ok om, Putri mau deh”.

“bener ya Put, terima kasih deh”.

“Kok om milih Putri sih, tuh disana ada beberapa cewek yang sepertinya abg juga”.

“Om dah survei mereka, om sreknya sama kamu Put, om napsu banget liat kamu. Bikini kamu minim banget, payudara kamu besar lagi. Rambut kemaluan kamu lebat ya Put”.

“Kok om tau sech”. “La iyalah, bulutangan ama bulukaki kamu panjang2, terus kamu ada kumisnya. Pasti rambut kemaluan kamu lebat banget, dan juga napsu kamu juga besar kan. Kamu pasti gak puas cuma maen 1 ronde. Iya apa iya?”

“Om dah pengalaman rupanya ya”.

“Yuk deh ke cottage om, istri om dah nunggu disana”.

“Istri apa istri sih om”, godaku. Dia hanya senyum2 saja mendengar godaanku. Aku digandengnya ke cottagenya, melalui cewek2 abg yang lagi bercanda2, mereka semua juga berbikini.

“Om, gak jadi nih ngajak kita?’, mereka mengganggu om Helga.

Sesampainya di cottagenya, ada seorang wanita, belum tua tapi yang pasti bukan abg dan jauh lebih tua dari aku, juga berbikini.

“Ini Mila, istri om”.

“Saya Putri tante”.

“Jangan panggil aku tante, belum tua kok dipanggil tante, panggil nama aja biar lebih akrab”, protesnya. Mila tubuhnya tinggi semampai, lebih tinggi dari rata rata wanita IndoPutia. Kulitnya mulus, berwarna kuning langsat (kenapa harus kuning ? apa tidak ada warna lain? He.. he.. heee), wajahnya bernuansa oriental. Tapi herannya kenapa payudaranya besar ya ? Biasanya tipe tipe seperti itu kan payudaranya cenderung kecil. Ukuran bra nya 34C (sama dong seperti aku). Payudaranya yang besar terlihat bergelayutan seakan akan mau meloncat dari dalam bra bikini nya. Pentilnya kelihatan jelas tercetak karena branya tipis. Perutnya rata bener, mungkin belum punya anak, apalagi dengan berlian yang ditindikkan di pusarnya sebentar sebentar berkilauan bila dia menggerakkan tubuhnya. Sedangkan pahanya, alamak, betul betul paha peragawati, mulus sekali. Belum lagi matanya yang redup sayu membuat laki laki yang ditatapnya merasa seperti dipanggil untuk mendekat.

Kamipun pergi ke belakang cottage. Rupanya om Helga menyewa cottage yang ada fasilitas kolam renang pribadi yang tertutup dari pandangan orang lain. Ditepi kolam renang ternyata sudah dipersiapkan semacam kasur angin ( seperti yang diiklankan di TV itu lho ).Disampingnya ada meja taman yang diatasnya terletak buah buahan, sebotol wine dan beberapa botol soft drink. Tentu saja ada juga tiga buah gelas kristal yang cantik. Tapi aku tidak tertarik dengan semua itu, karena setiba ditepi kolam renang, buru buru aku menceburkan diri ke air. Rupanya inisiatifku diikuti oleh mereka berdua. Kuperhatikan kemaluan om Helga ternyata sudah ngaceng dibalik celana gombrongnya, walaupun belum seratus persen.

Tidak begitu lama kami berada diair. Kemudian kami bertiga duduk di kasur angin tersebut. Kini aku yang mengambil inisiatif. Kudorong tubuh om Helga supaya telentang dan kutarik tangan Mila untuk memegang kemaluan om Helga. Sedang aku sendiri cepat cepat memperamainkan payudara Mila dari belakang sambil menciumi belakang teMilga dan kuduknya. Diperlakukan demikian, apalagi sambil memegangi kemaluan om Helga yang sudah tambah mengeras, nafsu Mila rupanya cepat naik. Nafasnya agak memburu sedang mukanya sudah mulai memerah. Melihat itu om Helga mulai beraksi mengambil alih permainan. Sambil merebahkan tubuh Mila dikasur, aku disuruh menghisap menciumi payudara Mila dari luar branya, sedang dia mulai menciumi paha sebelah dalam Mila, terus keatas, sampai ke daerah kemaluannya.

Sedang tangannya yang kiri mulai menggerayangi kemaluanku yang juga sudah mulai gatal. Permainan tidak berlangsung lama, om Helga segera melepas bikini Mila sehingga Mila sekarang bertelanjang bulat. Payudaranya yang besar dan kencang dihiasi dengan sepasang pentil yang juga sudah mengeras. Rambut kemaluannya juga lebat, walaupun tidak selebat rambut kemaluanku. Kemudian dia melepaskan bikiniku, paMilg akhir dia melepas celana gombrongnya. Kemaluannya yang sudah ngaceng dengan kerasnya, berdiri mengangguk2, panjang dan besar sekali. Sampai dibelahan kemaluan Mila, tanpa basa basi mulut om Helga langsung menyerbu dan menjilat jilat sambil menghisap hisap itil Mila. Mila langsung menggelinjang hebat. Mulutnya mulai mendesis

“Ouccggghhh…….” om Helga sadar bahwa dia harus memuaskan dua orang cewek secara bergantian dan berkali kali, maka tanpa membuang waktu lebih lama dia sodorkan kemaluannya yang sudah ngaceng penuh itu ke belahan kemaluan Mila.

Dia menggosok gosokkan ujung kemaluannya ke itil dan bibir kemaluan Mila. Tentu saja hal tersebut membuat Mila bergeMiljang tidak keruan. Mila langsung memegang kemaluan om Helga yang luar biasa besar itu untuk dimasukkan kedalam kemaluannya. Tidak mudah, mungkin karena kemaluan Mila masih sempit. Aku jadi semakin yakin bahwa Mila bukan istri om Helga. Kalo dia istrinya, harusnyaom Helga tidak sulit untuk membenamkan kemaluan gedenya di kemaluan Mila. Maka, sambil menghisap hisap payudara Mila, jari jari nya menolong membuka bibir kemaluan Mila supaya bisa dilalui kemaluannya.

“Uuuccchhh…..mmmhhhh “ rintih Mila menahan rasa nikmat. Tak berapa lama kemaluan om Helga berhasil juga menyeruak kedalam kemaluan Mila, walaupun baru sebatas kepala dan separo batangnya saja. Itupun sudah membuat Mila menjerit tertahan merasakan nikmat .

“ Oouugghhhh…maas, tteerruuussss ….. oouughhh … eennnaakkkk… “ celotehnya. Mukanya jadi merah membara, matanya membeliak beliak keatas, pahanya makin dilebarkan dan pinggulnya diangkat angkat keatas. Walaupun mulutnya masih terus menghisap hisap payudara Mila, terdengar bisikannya padanya

“ Goyang Mil, goyang pantatmu supaya kemaluan ku cepat bisa masuk seluruhnya “ Diapun menggoyang goyangkan pantatnya diringi dengan hunjaman keras kemaluan om Helga, maka blesss… amblaslah semua batang kemaluan om Helga.

“Aaarrggccchhhh……” pekik Mila

“Maas…… kkontttoll mu ……mmmhhhhh…eennaakkk sseekkalliii….” Setelah itu om Helga makin giat menghunjam hunjamkan kemaluan besarnya ke dalam kemaluan Mila yang makin menggelinjang geMiljang dengan hebatnya. Tubuhnya yang sudah basah dengan air itu makin basah lagi bercampur dengan keringat, sedang selangkangan dan rambut kemaluannya makin basah dengan cairan yang mulai keluar dari lubang kemaluannya. Matanya makin membeliak beliak sambil mulutnya yang mungil itu ternganga nganga.

Akupun mulai berinisiatif lagi, lidahku mulai menjilati muka Mila, bibirnya, turun ke leher, dan akhirnya ke payudaranya yang besar itu lagi. Tentu saja hal tersebut membuat tubuh Mila yang telanjang itu makin menggelinjang. Kurang dari setengah jam Mila kami perlakukan demikian ketika tiba tiba tangan Mila yang kanan mencengkeram erat erat tanganku, sedang tangannya yang kiri memeluk erat erat pinggang om Helga. Sambil mengangkat pinggulnya tinggi tinggi orgasmenya meledak diriringi teriakannya

“Aaaarrrggghhh… Maaas ….oooccchhhhhhh……” Milapun terkapar sambil tangannya memegangi kemaluan om Helga yang tentu saja belum orgasme. Mila rupanya tidak ingin cepat cepat kehilangan kemaluan itu dari kemaluannya.

Aku terpana sekali menyaksikan adegan itu. Tangankupun tanpa sadar telah mengelus elus kemaluan dan itilku sendiri. Tetapi sadar akan tugasnya untuk memuaskan diriku juga, maka dengan halus om Helga melepaskan kemaluannya dari kemaluan Mila dan mengacungkannya padaku. Tentu saja hal itu kusambut dengan bahagia, kupegang kemaluan itu kuusap usap, kucium kemudian ku hisap hisap sambil kutelan sisa cairan dari kemaluan Mila yang menempel hingga bersih. Akupun ingin memamerkan kepiawaianku ngentot kepada Mila, maka setelah menghisap hisap kemaluan om Helga, kusuruh dia tidur telentang sehingga kemaluannya mencuat keatas.

Akupun segera menungganginya sambil berusaha memasukkan kemaluan om Helga kedalam kemaluanku, dan bleessss… masuklah kemaluan om Helga seluruhnya. Aku tergeMiljang ketika ujung kemaluan om Helga menyentuh bagian paMilg sensitive didalam kemaluanku, tapi kuusahakan bagian itu tidak tersentuh dulu, supaya perngentotan ini berjalan agak lama. Beberapa saat menaik turunkan pantatku diatas tubuh om Helga. Ternyata Mila memperhatikan adegan ini, dan dengan mata terbelalak sambil mulutnya terbuka, dia bangkit duduk untuk menyaksikannya lebih dekat.

“Hisap pentil payudara om Helga, Mil.. “ suruhku pada Mila. Tentu saja Mila menurut, dan sambil menungging dihisap hisapnya pentil payudara om Helga. Kesempatan ini rupanya dimanfaatkan oleh om Helga. Sambil merem melek keenakan, dia mulai mempermainkan itil Mila, dipencet pencetnya, digosok gosoknya, sehingga Mila menggelinjang geMiljang keenakan. Melihat muka Mila makin memerah, om Helga meminta persetujuanku untuk menuntaskan hasrat birahi Mila lagi. “Percayalah, aku tidak akan sampai ngecret ….” bisiknya. Akupun mengangguk setuju.

Kemudian dengan lembut payudara Mila didorong sehingga dia rebah telentang. Om Helgapun memulai lagi aksinya. Disedot sedotnya itil Mila sambil dijilat jilatnya dengan rakus. Aku makin terpana melihat wajah Mila yang mengeluarkan ekspresi yang sulit untuk kuceritakan. Pokoknya ekspresi untuk meminta segera dientot lagi. Mungkin om Helga sadar bahwa masih ada tugas selanjutnya yaitu mengentotiku, maka tanpa buang buang waktu segera diacungkannya kemaluannya ke mulut Mila. Agak kikuk Mila menerima pemberian itu, tetapi karena tadi dia melihatku, mengelus elus, menjilat jilat dan menyhelgat nyhelgat kemaluan om Helga, maka diapun berusaha berbuat demikian. Hampir tidak masuk kemaluan om Helga kedalam mulut Mila yang mungil itu. Setelah beberapa saat dihisap hisap, kemudian om Helgapun mencabut kemaluannya dari mulut Mila dan langsung mengarahkannya ke tengah lobang kemaluan Mila dan …bleeesss………karena kemaluan Mila sudah banjir, hanya dengan sedikit kesulitan kemaluan om Helga sudah amblas seluruhnya kedalam lubang kemaluan Mila dan…..

”Ooouuuggghhhhh…….” Pekik Mila lirih

“ Teerruuuusssss……maaas….. ggennjjot llaggiiii ……..” pinta Mila sambil merem melek dan wajahnya memerah padam. Tanpa membuang buang waktu om Helgapun langsung memompakan kemaluan besarnya secara cepat dan bertubi tubi didalam lubang kemaluan Mila. “Ughhhh….. ughhhhh….” Terdengar rintihan nikmat Mila dipadu dengan bunyi kemaluan om Helga keluar masuk kemaluan Mila yang makin banjir itu.

Rupanya om Helga ingin perngentotan ini cepat selesai maka makin kencanglah kemaluannya menyodok nyodok lubang kemaluan Mila. Rupanya karena termasuk golongan pemula dalam blantika perseMilgkuhan maupun tehnologi persetubuhan, Mila masih bersumbu pendek dan cepat mencapai puncak birahi karena belum setengah jam, tiba tiba tubuh Mila mengejang, pinggulnya diangkat tinggi tinggi sembari tangannya memeluk erat pinggang om Helga maka ……

“Maaas… akkuuu ……. nyampeeee….. “ dan seiring dengan itu tangannya memeluk makin erat tubuh om Helga seolah tidak mau lepas lagi. Beberapa saat kemudian barulah dia tergeletak dengan lemas dibawah tubuh telanjang om Helga. Om Helgapun tersenyum sambil melirik kearahku dan tangan nya mengelus elus rambut Mila. Rupanya Milapun keenakan diperlakukan demikian.

Dengan lembut ditinggalkannya Mila yang telentang manja dan langsung menghampiriku. Akupun tahu diri, segera kutelentangkan diriku, kubuka pahaku lebar lebar sambil kutekuk lututku keatas. Tanpa basa basi om Helga langsung menyerbu diriku dan memasukkan kemaluannya ke lubang kemaluanku. Jago benar dia, tusukan kemaluannya bisa persis ditengah tengah lubang kemaluanku. Tentu saja aku tergeMiljang menerima tusukan yang tiba tiba itu. Dan dengan nafsu yang membara karena sempat tertunda tadi, maka kulayani om Helga dengan sepenuh keahlianku. Kuempot empot kemaluan om Helga dengan kemaluanku, dan kugoyang goyang dengan hebat, sehingga walaupun memakan waktu agak lama dan mengeluarkan suara crot … crot … crot sekitar setengah jam lebih, maka om Helga dan akupun secara bersamaan melayang ke langit biru yang diselimuti kenikmatan dan …..

” Ugghhhhh..ughhh….. om, Putri….. mmmau….. nyampee….. ogcchhhhh……..”

“Aakkuuu….. jjuggaa…..mo ngecret, Put……. aayyoo….bbaarrreeennggggggg…..” “ukkhhh… acchhhhh….. mmhhhhh…..” dan ……..sshhyyuuuurrrrrrrr…… seperti semburan Lumpur hangat lapindo di Sidoarjo sana kemaluanku dan kemaluan om Helga secara bersama sama menyemburkan cairan kenikmatan banyak sekali. Kemaluan om Helga tetap aku jepit erat erat dengan kemaluanku sehingga seluruh pejunya habis tertelan kedalam lubang kemaluanku. Tubuhku dan tubuh om Helga berpelukan erat sekali sambil bibir kami berpagutan.

Tentu saja hal semacam ini belum pernah dialami dan dilihat oleh Mila. Dengan keadaan terengah engah aku lirik Mila duduk bersimpuh dekat sekali disamping kami sambil mulutnya ternganga, wajahnya merona merah sambil tanpa sadar tangannya memijit mijit itilnya sendiri. Rupanya dia amat terangsang dan ikut terhanyut dengan pemandangan didepan matanya itu. Maka acara selanjutnya kamipun menceburkan diri ke kolam renang, bercanda sebentar dan kemudian mandi bertiga di kamar mandi.

“Put ….” Kata Mila tiba tiba sambil merangkul bahuku dari belakang. Kurasakan kedua pentil Mila menempel di punggungku.

“Hmmh …” sahutku. “Terus terang aku tidak tahu harus berterima kasih bagaimana kepadamu. Perngentotan seperti tadi sama sekali tidak pernah kubayangkan. Bermimpipun tidak pernah. Aku tidak pernah membayangkan kok perngentotan bisa mendatangkan kenikmatan yang begitu hebat dalam diriku”. Rupanya Mila itu wanita yang kesepian, suaminya janrang sekali memberikan nafkah batin karena sibuk dengan pekerjaannya saja. Bertemu dengan om Helga gak tau dimana, Milapun membuat fantasi seksnya selama ini menjadi kenyataan. Malah dia menginginkan ber threesome, itulah sebabnya om Helga mengajakku untuk join dalam kegilaan ini. Terima kasih Mila.

Sepertinya semuanya belum puas dengan ngentot yang cuma seronde. Om Helga berbaring telanjang di kasur angin. Mila segera mengocok-ngocok kemaluannya perlahan. Aku berjongkok di depannya. Mila mulai memasukkan kemaluan om Helga ke dalam mulutnya. Kepalanya mulai bergerak naik turun. Pipinya yang sedikit menonjol disesaki kemaluan om Helga. Sementara aku menciumi dan menjilati pahanya menunggu giliran. Sesaat kemudian, Mila mengeluarkan kemaluan om Helga dari mulutnya, dan aku langsung meraihnya dengan bernafsu.

Kujilati terlebih dahulu mulai dari kepala sampai ke pangkal batangnya, dan perlahan aku mulai menghisap kemaluan om Helga. Om Helga menarik Mila dan menciuminya. Milapun membalas pagutan om Helga. Ciuman dan jilatannya kemudian beralih ke pentil om Helga, sementara kemaluannya masih menjejali mulutku. Segera om Helga menarik Mila kedalam pelukannya. Om Helga menjilati pentilnya.

“Ahh…ssstt…” erangan nikmat keluar dari mulut Mila. Erangan ini semakin keras terdengar saat jari om Helga mengusap-usap kemaluannya.

“Sebentar ya Put..”kata om Helga sambil mencabut kemaluannya dari mulutku. Mila ditariknya sampai berbaring dan om Helga mengarahkan kemaluannya ke kemaluan Mila. “Pelan-pelan ya mas.” desah Mila perlahan. Kemaluan om Helga mulai menerobos kemaluan Mila. Erangan Mila semakin menjadi. Tangannya tampak meremas sprei ranjang. Mulutnya setengah terbuka, dan matanya terpenjam.

“Ahhhh…ahhhh” desah Mila saat om Helga mulai menggenjot kemaluannya keluar masuk. Mila mulai menggelinjang merasakan kemaluan om Helga menghunjam ke kemaluannya sementara aku menonton adegan itu dengan penuh napsu. Om Helga menghentikan enjotannya dan mengganti posisi, sekarang Mila yang diatas. Kembali kemaluan om Helga menerobos kemaluan Mila.

“Ahhhh….” erangnya. Mila kemudian menggoyang-goyangkan tubuhnya turun naik mengocok kemaluan om Helga didalam kemaluannya. Om Helga meraih aku kedalam pelukannya dan mencium bibirku. Payudaraku diremasnya dengan gemas, pentilku mendapat giliran selanjutnya. “Sstttthhhh….sstttt” erangku saat om Helga menjilati dan dengan gemas mengisap payudaraku. Sementara Mila masih menggoyang-goyangkan tubuhnya. Matanya terpejam. Om Helga memiMil-miMil pentil Mila sementara aku menjilati pentil om Helga.

“Ahhhhh……” erang Mila panjang saat dia nyampe. Tubuhnya mengejang beberapa saat, kemudian lunglai di atas tubuh om Helga. Om Helga menciumi pundak Mila beberapa saat, sebelum diguMilgkan kesebelahnya.

“Giliranmu Put..” katanya. Aku langsung menghentikan hisapanku pada pentilnya, dan dengan bergairah menggantikan posisi Mila. Aku menaiki tubuhnya dan kuarahkan kemaluan om Helga ke kemaluanku.

“Ihhh..gede banget…iihhhh” desahku saat kemaluannya menerobos kemaluanku. Dengan bernapsu aku menggoyang-goyangkan tubuhku. Payudaraku berguncang-guncang saat aku mengenjotkan pantatku turun naik. Terkadang om Helga menarik tubuhku agar dia bisa menghisapi pentilku. Bosan dengan posisi ini, om Helga minta aku menungging sambil memegang tepian bagian kepala ranjang. Disodokkannya kemaluannya kembali ke dalam kemaluanku. Aku kembali mengerang.

“Ihh..ihh..” desahku saat dienjot dari belakang. Mila tak berkedip melihat aku dientot secara “doggy-style”. “Sini Mil” om Helga memanggilnya. Saat dia menghampiri, langsung om Helga kembali menciumi Mila, sementara itu tangannya memegang pinggangku sambil sesekali menepuk-nepuk pantatku. “Ihh..ihh.. Putri nyampe om.” erangku saat aku nyampe. Dia melepaskan kemaluannya dari kemaluanku. Aku ditelentangkannya dan segera kemaluannya ambles lagi dikemaluanku. Om Helga dengan penuh napsu mengenjotkan kemaluannya dengan cepat dan keras, keluar masuk menggesek kemaluanku, sampai akhirnya dia menjerit keenakan. Terasa ada semburan peju hangat didalam kemaluanku. Diapun terkulai.

“Om mainnya hebat banget …” kata Mila sambil tersenyum.

“Iya..kita berdua aja dibuat kewalahan…”sahutku sambil mengusap-usap dadanya. “Habis kalian cantik-cantik sih. Jadi nafsu nih” jawabnya.

“Kita sih puas banget deh dientot mas, lemes tapi nikmaat banget, ya Put” kata Mila.

“Yang gemesin ini lho..gede banget ukurannya” kataku sambil mulai mengusap-usap kemaluannya. “Iya.Rahasianya apa sih om?” TKurasakan kemaluannya mulai mengeras lagi, luar biasa.

“Mas, buat kenang-kenangan Mila video ya..” ujar Mila tiba-tiba, sambil bangkit mengambil HPnya. “Jangan ah. Udah nggak usah” om Helga menolak.

“Ah..nggak apa mas. Habis kemaluannya gemesin banget deh..Mila nggak ambil mukanya kok..” sahutnya. “Awas, bener ya. Jangan kelihatan mukanya lho” kata om Helga lagi.

“Mas berdiri di sini aja biar lebih jelas. Terus kamu isepin Put.. Ntar gantian” kata Mila. Om Helga bangkit dan berdiri di samping ranjang. Aku kemudian berjongkok di depannya, dan mulai menjilati kemaluannya.

“Rambut kamu Put..jangan nutupin” kata Mila sambil mulai merekam adegan itu. Om Helga membantu aku menyibakkan rambutku dan aku mulai mengulum kemaluannya sambil mengelus-elus biji pelernya. Mila merekam adegan itu dengan antusias. Om Helga mengerang nikmat, sambil membantu menyibakkan rambutku. Cukup lama aku mengemut kemaluannya. Sementara tampak Mila sangat terangsang melihat aku menikmati kemaluan om Helga.

“Put..gantian dong..” katanya beberapa saat kemudian. Hpnya diserahkan ke aku, dan gantian Mila sekarang yang berjongkok di depan om Helga. Disibakkannya rambutnya kesamping agar aku dapat merekam adegan dengan jelas. Dijilatinya perlahan seluruh kemaluan om Helga. Lubang kencingnya digelitik dengan lidahnya, kemudian mulutnya mulai mengulum perlahan kemaluan om Helga. “Jangan pakai tangan Mil..” kataku yang sedang merekam adegan itu.

Mila kemudian melepas tangannya yang memegang kemaluan om Helga, dan ia memaju mundurkan kepalanya. Sesaat kemudian dia mengeluarkan kemaluan dari mulutnya dan, tetap dengan tanpa memegang kemaluan, Mila menjilatinya sambil bergumam gemas. Kemudian dihisapnya kembali kemaluan om Helga dengan bernafsu. Diperlakukan seperti itu, om Helga gak tahan lagi.

“Arrghh.. hampir ngecret nih..” erangnya.”Om yang ambil ya..” kataku sambil menyerahkan hp padanya. Aku kemudian berjongkok bersama dengan Mila. Kemaluan itu kukocok-kocoknya. Om Helga tidak tahan lagi. Sambil merekam adegan, dia ngecret membasahi muka kami. Setelah beristirahat sejenak, om Helga meminta hp Mila. Dia ingin memastikan wajahnya tidak terlihat di rekaman video yang tadi diambil. Kemudian mereka berdua masuk kedalam, aku masih berbaring di kasur, tak lama kemudian aku ketiduran. Hari sudah gelap.

Aku terbangun karena ada mencium bibirku. Om Helga duduk dikasur, aku ditariknya duduk disebelahnya. Napsuku bangkit dengan sendirinya. Segera tanpa membuang-buang waktu lagi om Helga menyambar tubuhku. Dilumatnya bibirku dan tangannya beraksi meremas payudaraku.

“Hhhmm..gimana Put? Udah siap dientot lagi?”

“Mila kemana om?’ “Lagi tiduran dikamar, aku pengen ngentotin kamu sendirian deh Put”. Kurasakan hembusan nafasnya di teMilgaku. Tangan gempalnya mulai meremasi payudaraku, sementara tangan yang lainnya mulai mengelus-elus pahaku. Aku hanya bisa menikmati perlakuannya dengan jantung berdebar-debar. Tangan yang satunya juga sudah mulai naik ke bagian selangkangan lalu dia menggesekkan jarinya pada daerah itilku. Payudaraku diremas, dibelai, dan dipeMiltir pentilnya, sambil tangan satunya tetep menggesek itilku. Aku melenguh kenikmatan. Tiba2 dia mendorongku telentang dikasur, dibentangkannya pahaku lebar-lebar, tangannya mulai merayap ke bagian selangkanganku. Jari-jarinya mengusap-ngusap bagian permukaannya saja lalu mulai bergerak perlahan-lahan diantara kerimbunan rambut kemaluanku, jarinya mencari liang kemaluanku.

Perasaan nikmat begitu menyelubungiku karena hampir semua daerah sensitifku diserang olehnya dengan sapuan lidahnya pada leherku, remasan pada payudaraku, dan permainan jarinya pada kemaluanku, serangan-serangan itu sungguh membuatku terbuai. Kedua mataku terpejam sambil mulutku mengeluarkan desahan-desahan

“Eeemmhh..uuhh”. Kemaluan besarnya sudah mengeras dan mengacung siap memulai aksinya. Aku terbelalak memandang kemaluan hitam itu, panjangnya memang termasuk ukuran rata-rata, namun diameternya itu cukup lebar, dipenuhi dengan urat-urat yang menonjol. Dengan lembut dibelainya pipiku, lalu belaian itu perlahan-lahan turun ke bahuku. Direngkuhnya aku dalam pelukannya. Tangannya bergerak menjelajahi tubuhku. Dia mengencangkan remasan pada payudaraku kananku sehingga aku merintih kesakitan

“Aaakkhh..sakit om!”. Dia hanya tertawa terkekeh-kekeh melihat reaksiku. “Uuuhh..sakit ya Put, mana yang sakit..sini om liat” katanya sambil mengusap-usap payudarakuku yang memerah akibat remasannya. Dia lalu melumat payudarakuku sementara tangan satunya meremas-remas payudaraku yang lain. Perlahan-lahan akupun sudah mulai merasakan enaknya. Tubuhku menggelinjang disertai suara desahan saat tangannya mengorek-ngorek liang kemaluanku sambil mulutnya terus melumat payudaraku, terasa pentilku disedot-sedot olehnya, kadang juga digigit pelan atau dijilat-jilat. Kini mulutnya mulai naik, jilatan itu mulai kurasakan pada leherku hingga akhirnya bertemulah bibirku dengan bibirnya yang tebal itu. Naluri sexku membuatku lupa akan segalanya, lidahku malah ikut bermain dengan liar dengan lidahnya sampai ludah kami bertukar dan menetes-netes sekitar bibir.

Om Helga lalu berlutut sehingga kemaluannya kini tepat dihadapanku yang sedang telentang dikasur. Dia menggosokkan kemaluannya pada wajahku. Aku mulai menjilati kemaluan hitam itu mulai dari kepalanya sampai biji pelernynya, semua kujilati sampai basah oleh liurku. Semakin lama aku semakim bersemangat melakukan oral sex itu. Kukeluarkan semua teknik menyepong-ku sampai dia mendesah nikmat. Saking asiknya aku baru sadar bahwa posisi kami telah berubah menjadi gaya 69 saat kurasakan benda basah menggelitik itilku.

Dia kini berada di bawahku dan menjilati belahan kemaluanku, bukan cuma itu dia juga mencucuk-cucukan jarinya ke dalamnya sehingga kemaluanku makin lama makin basah saja. Aku disibukkan dengan kemaluannya di mulutku sambil sesekali mengeluarkan desahan. Aku sungguh tidak berdaya oleh permainan lidah serta jarinya pada kemaluanku, tubuhku mengejang dan cairan kemaluanku menyembur dengan derasnya, aku telah dibuatnya nyampe. Tubuhku lemas diatas tubuh nya dan tangan kananku tetap menggenggam batang kemaluannya.

Setelah puas menegak cairan kemaluanku, dia bangkit berdiri di kasur. Tangan kokohnya memegang kedua pergelangan kakiku lalu membentangkan pahaku lebar-lebar sampai pinggulku sedikit terangkat. Dia sudah dalam posisi siap menusuk, ditekannya kepala kemaluannya pada kemaluanku yang sudah licin, kemudian dipompanya sambil membentangkan pahaku lebih lebar lagi. Kemaluan yang gemuk itu masuk ke kemaluanku yang cukup sempit. Dia terus menjejalkan kemaluannya lebih dalam lagi sampai akhirnya seluruh kemaluan itu tertancap.

“Ooohh..kemaluan kamu lebih peret dari kemaluan Mila, Put, nikmat banget deh”. Aku senang juga mendengar pujiannya.

“Putri juga nikmat om, kemaluan om gede banget”.

“Kamu belum pernah ngerasain kemaluan gede ya Put”.

“Yang gede sering om, tapi yang segede kemaluan om baru kali ini, enjot terus om, nikmaaat”. Puas menikmati jepitan dinding kemaluanku, pelan-pelan dia mulai menggenjotku, maju mundur terkadang diputar. Kurasakan semakin lama pompaannya semakin cepat sehingga aku tidak kuasa menahan desahan, sesekali aku menggigiti jariku menahan nikmat, serta menggeleng-gelengkan kepalaku ke kiri-kanan sehingga rambut panjangku pun ikut tergerai kesana kemari. Tampangku yang sudah semrawut itu nampaknya makin membangkitkan napsunya, dia menggenjotku dengan lebih bertenaga, bahkan disertai sodokan-sodokan keras yang membuatku makin histeris. Kemudian tangan kanannya maju menangkap payudaraku yang tergoncang-goncang. Hal ini memberi perasaan nikmat ke seluruh tubuhku.

Setengah permainan, dia mengganti posisi. Aku disuruhnya nungging di dipan. Dari belakang dia sedang mengagumi tubuhku dan mengelus-ngelusnya.

“Nah, ini baru namanya pantat” dia meremas bongkahan pantatku dengan gemas dan menepuknya. Saat dia mulai mengelus kemaluanku tanpa sadar aku malah merenggangkan kakiku sehingga dia makin leluasa merambahi daerah itu. Dia mulai mempersiapkan kembali kemaluannya dengan menggosok-gosokkan pada bibir kemaluan dan pantatku.

Kemudian dia menyelipkan kemaluannya di antara selangkanganku lewat belakang. Aku mendesis nikmat saat kemaluan itu pelan-pelan memasuki kemaluanku. Kakiku mengejang ketika menerima sodokan pertamanya yang dilanjutkan dengan sodokan-sodokan berikutnya. Mulutku mengap-mengap mengeluarkan merintih terlebih ketika tangannya meremas-remas kedua payudaraku sambil sesekali dipermainkannya pentilku yang sudah mengeras.

“Ooohh.. enak banget deh ngentotin kamu Put!” celotehnya. Tusukan-tusukan itu seolah merobek tubuhku, hingga 15 menit kemudian tubuhku bagaikan kesetrum dan mengucurlah cairan dari kemaluanku dengan deras sampai membasahi pahaku. Aku merintih panjang sampai tubuhku melemas kembali, kepalaku jatuh tertunduk, nafasku masih kacau setelah nyampe sekali lagi. Aku mengira dia juga akan segera mengecretkan pejunya, ternyata perkiraanku salah, dia masih dengan ganas mengenjotku tanpa memberi waktu istirahat.

Rambut panjangku ditariknya sehingga kepalaku terangkat. Sudah cukup lama aku digenjotnya namun belum terlihat tanda-tanda akan ngecret. Variasi gerakannya sangat lihai sampai membuatku berkelejotan, juga staminanya itu sungguh diluar dugaan. Mendadak dia menarik lepas kemaluannya, aku sudah siap menerima semprotan pejunya, namun ternyata kemaluan itu masih mengacung dengan gagahnya.

Om Helga lalu duduk,

“Sini Put, om pangku!” suruhnya. Aku menurut saja dan tanpa diminta lagi aku naik ke pangkuannya, aku menuntun kemaluannya memasuki kemaluankku. Begitu kuturunkan pantatku langsung aku bergoyang di pangkuannya, dia pun membalas gerakkanku dengan menaik turunkan pantatnya berlawanan denganku sehingga tusukannya makin dalam. Wajahnya dibenamkan pada belahan payudaraku, tangannya yang tadi mengelus-ngelus punggungku mulai meraba payudaraku, mulutnya menangkap payudaraku yang satu lagi. Payudaraku disedot dan dikulumnya, kumisnya yang terkadang menyapu permukaan payudaraku memberi rasa geli dan sensasi yang khas. Kunaik-turunkan tubuhku dengan gencar sampai dia melenguh-lenguh keenakan,

“Uuugghh..kemaluan kamu enak banget, Put”. esahanku bercampur baur dengan lenguhannya. Kepalaku tengadah disertai lolongan panjang dari mulutku saat aku nyampe lagi, cairan kemaluanku kembali tercurah sampai membasahi dipan, secara refleks aku juga mempererat rangkulanku hingga wajahnya makin terbenam pada payudaraku.

“Om, kuat banget sih ngentotnya, Putri dah beberapa kali nyampe, om belum ngecret juga, lemes om”. “Tapi nikmat kan?”

Kemudian dia melepaskan kemaluannya dan menyuruhku berlutut di hadapannya, diraihnya kepalaku dan didekatkan pada kemaluannya yang lalu kujilati dan kusedot, rasanya sudah bercampur dengan cairan kemaluanku. Ketika tanganku sedang mengocok sambil menjilatinya tiba-tiba dia melenguh panjang dengan wajah mendongak ke atas,

“Put, aku mau ngecret, di kemaluan kamu ya”. Segera aku dibaringkan didipan, dia menaiki aku dan sekali enjot kemaluan besarnya langsung ambles semuanya di kemaluanku. Dienjotkannya kemaluannya keluar msuk dengan cepat dan akhirnya,

“Ooohh..Put, aku ngecret” dan disusul ‘creett..creet..’ pejunya menyemprot dengan deras didalam kemaluanku, terasa sekali semburan kuatnya menghangati bagian dalem kemaluanku. Demikian lelahnya aku, sampai tubuh seperti lumpuh dan mata terasa makin berat. Sebelum kembali terlelap aku masih sempat mendengarnya berkata dekat kupingku

“kemaluan kamu enak banget, aku jadi ketagihan nih!”

Kisah Seks, kisah seks terbaru, kisah seks 2016, kisah seks nyata, kisah seks terhangat, kisah seks 2016 terhangat, kisah seks nyata terhangat,

Cerita Dewasa Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.