Cerita Sex cerita ngentot Cerita Seks Cerita Dewasa Cerita HOt Terbaru Cerita Sex Terbaru
Cerita Dewasa Terbaru Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex Terbaru
Breaking News
Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex online online online online banner-agenqq-728x90-2 banner-raja3651

Kisah Dewasa, Kepuasan Selingkuh

Cerita Ngentot

Kisah Dewasa, Kisah Dewasa Terhangat, Kisah Dewasa Nyata, Awalnya aku hanya iseng mengobrol mengisi waktu luang di waktu jam istirahat, Namun lama-kelamaan Ratih salah satu staffku yang agak manis malah penasaran dan bertanya lebih jauh tentang puncak kenikmatan. Ya sebuah misteri yang kelihatannya mudah namun susah diungkapkan.

Kisah DewasaKisah Dewasa, Kisah Dewasa Terhangat, Kisah Dewasa NyataKisah Dewasa Terhangat

Memang banyak sekali wanita yang belum sadar akan arti pentingnya sebuah puncak kenikmatan, bahkan menurut penelitian hanya 30% wanita yang dapat meraih puncak kenikmatan, banyak hal-hal yang mempengaruhi wanita dalam meraih puncak kenikmatan, baik dari faktor si wanitanya ataupun dari faktor prianya atau bahkan dari suasana, perasaan, dll. Termasuk Ratih salah satu staffku ini, selama menikah 2 tahun lalu, dia belum tahu apa itu puncak kenikmatan, yang dia tahu hanya rasa enak saat kemaluan pasangannya memasuki kewanitaannya, Dan berakhir saat kemaluan pasangannya menyemprotkan cairan hangat kedalam kewanitaannya.

Kisah Dewasa Terbaru Lainnya Di Gelorabirahi.com

Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar ceritanya, lalu aku korek lebih jauh tentang perasaan, pemanasan, gaya, waktu, dan lain-lain tentang hubungannya dengan pasangannya, Dengan malu-malu Ratih pun menceritakan dengan jujur bahwa selama ini memang dia sendiri penasaran dengan apa yang namanya puncak kenikmatan namun dia tak tahu harus bagaimana, yang jelas saat berhubungan dengan pasangannya dia cukup pemanasan, bahkan pasangannya senang mengoral kewanitaannya sampai banjir, dan selama kemaluan pasangannya masuk sama sekali tidak ada rasa sakit, yang ada hanya enak saja namun tidak bertepi, rasanya menggantung tidak ada ujung, dan tahu-tahu sudah berakhir dengan keluarnya air mani pasangannya ke dalam kewanitaannya.

“Kira-kira berapa lama kemaluan pasangan kamu bertahan dalam kewanitaan kamu?” tanyaku.

“Mungkin sekitar 10 menit” jawabnya pasti.

“Gaya apa yang dipakai pasangan kamu?”

“Macam-macam, Pak, malah sampai menungging segala”

Aku hanya tersenyum mendengar jawabannya yang polos.

“Kira-kira berapa besar kemaluan pasangan kamu?”

“Berapa ya?, saya tidak tahu Pak!” jawabnya bingung.

Akupun jadi bingung dengan jawabannya, tapi aku ada tidak kekurangan akal.

“Waktu kamu genggam punya pasangan kamu pakai tangan, masih ada lebihnya tidak?”

Ratih diam sejenak, mungkin sedang mengingat-ingat.

“Kayanya masih ada lebih, pas kepalanya, Pak!”

Aku tak dapat menahan senyumku.

“Maksud kamu, ‘helm’nya masih nongol?”

“Ya!” Ratihpun tersenyum juga.

Aku suruh tangannya menggenggam, aku pandangi secara bercintaama tangannya yang sedang mengepal, yang berada dalam genggamanku, sungguh halus sekali, Namun aku sadar bahwa aku ditempat umum.

“Aku perkirakan kemaluan pasangan kamu berukuran 10-14 cm, berarti masih normal, Tih!”

“Bagaimana dengan kekerasannya?” tanyaku lagi.

“Keras sekali, Pak, seperti batu!”

Aku diam sejenak mencoba berfikir tentang penghambatnya meraih puncak kenikmatan, sebab dari pembicaraan tadi sepertinya tidak ada masalah dalam kehidupan bercintanya, tapi kenapa Ratih tidak bisa meraih puncak kenikmatannya?

“Kok diam Pak?”

“Aku lagi mikir penyebabnya.”

“Apa mungkin masalah lamanya, Pak? Sebab sepertinya saya sedikit lagi mau mencapai ujung rasa enak, tapi pasangan saya keburu keluar” terangnya.

Aku diam sejenak, mencoba mencerna kata-katanya, tapi tak lama Ratih sendiri membantahnya.

“Tapi, tidak mungkin kali, Pak, sebab biarpun kadang lebih lama dari sepuluh menit, tapi tetap saya merasa hampir di ujung terus, tanpa pernah terselesaikan.”

Aku sedikit mengerti maksudnya,

“Maksud kamu, kalau 10 menit kamu maunya semenit lagi? Namun kalau 12 menit atau 15 menit pun kamu maunya tetap semenit lagi?” tanyaku.

“Ya, betul, kenapa ya Pak?”

Aku kini mulai mengerti posisi sebenarnya, kemungkinan besar ada titik dalam kemaluannya yang belum tersentuh secara maksimal, Itu kesimpulan sementara, Namun aku belum sempat mengucapkan apa-apa, keburu jam istirahat kerja habis.

“Ya udah Tih, nanti kita terusin via SMS, oke?”

“Oke deh!” sahutnya riang sambil meninggalkan aku.

Di meja kerjaku, aku kembali memikirkan benar-benar masalah yang Ratih hadapi, sebenarnya ada niat untuk memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, karena setelah aku pikir-pikir Ratih punya kelebihan di Payudara dan bokongnya yang besar juga kulitnya yang bersih dengan rambut-rambut halus, Namun Ratih akrab dengan pasanganku, dan aku sendiri kenal sudah lama dengannya dan pasangannya, ini yang jadi masalah, Lama aku berfikir, akhirnya aku putuskan untuk mencoba menolongnya semampuku tanpa mengharapkan apapun darinya, Aku yakin aku bisa membantunya berbekal pada pengalamanku selama ini.

 

Aku kirim SMS kepadanya, “Tih, Sepertinya masalah kamu agak kompleks, Kalau sempat, bisa tidak nanti pulang kerja kita cari tempat yg enak utk mengobrol?”

5 menit aku tunggu belum ada jawaban juga, Aku jadi tegang sendiri, jangan-jangan dia marah, karena aku dianggap kurang ajar, Tapi untunglah tak lama HPku bergetar 2x pertanda SMS masuk, Aku langsung lihat pengirimnya Ratih, aku baca isinya.

“Boleh, tapi jangan di tempat sepi ya.., kata nenek itu berbahaya”

Aku tersenyum membaca balasannya yang sedikit bergurau, lalu aku balas kembali,

“Tih, jangan salah tangkap ajakanku ya.. aku cuma tidak enak saja kalau kita terlalu mencolok, karena kamu pasangan orang & aku pasangan orang juga”

Singkat kata Pukul 5 sore kami janjian ketemu di sebuah rumah makan yang nyaman di daerah Jakarta timur, Suasana rumah makan yang agak temaram menambah rileks obrolan kami, Sambil makan kami melanjutkan obrolan kami yang tadi siang, Aku utarakan kesimpulan sementaraku bahwa ada kurang sentuhan di daerah kemaluannya, aku sarankan agar nanti malam mencari titik tersebut dan jika sudah ketemu aku suruh Ratih meminta kepada pasangannya untuk menekan lebih kuat saat hubungan intim, Ratih mengangguk mengerti.

“Menurut Bapak, apakah tubuh saya cukup bagus?”

Tiba-tiba saja Ratih bertanya seperti itu. Aku kaget mendengarnya, berarti kemungkinan Ratih kurang percaya diri dengan tubuhnya, dan menurut yang aku tahu ini sangat berbahaya untuk meraih puncak kenikmatan.

“Tih, dalam sebuah hubungan intim, Jangan merasa tubuh kamu jelek atau kemaluan kamu tidak wangi atau payudara kamu jelek atau apa saja yang menurut kamu negatif, itu faktor yang sangat penting dalam meraih puncak kenikmatan, Ingat Tih, kalau tubuh kamu tidak bagus kan tidak mungkin pasangan kamu mau mencumbu kamu, dan mau berhubungan dengan kamu!”

“Justru kamu harus berfikir bahwa wajah dan tubuh kamu sangat bagus, buktinya pasangan kamu minta melulu, kan?”

“Tapi, saya tidak nyaman dengan perut saya yang tidak ramping”

“Tih, yang lebih gendut dari kamu banyak, ingat itu, lagian menurutku perut kamu tidak terlalu gendut, Biasa saja!” jawabku tegas.

“Pokoknya malam ini, kamu coba untuk menghilangkan rasa tidak percaya diri kamu, dan saat ada sentuhan nikmat yang kamu bilang tidak berujung, suruh pasangan kamu menekannya lebih kuat, itu saja dulu, besok aku tunggu kabarnya!”

Aku jadi terkesan menyuruh, mungkin karena dikantor Ratih bawahanku, sehingga menjadi kebiasaan. Karena waktu sudah menunjukan jam 19.00 kami pun pulang ke rumah masing-masing, aku antar Ratih sampai tempat dia biasa menunggu angkot.

 

Keesokan paginya, Aku baru saja ngopi dan HP baru aku aktifkan, Sudah ada pesan dari Ratih, bunyinya singkat, “Belum berhasil, Pak!”.

Aku lihat dikirim jam 23.10 malam, berarti kemungkinan Ratih mengirimnya saat baru selesai berhubungan dengan pasangannya.

Sampai dikantor aku baru membalas SMSnya.

“Memang kenapa?”

Tak lama Ratih pun membalasnya.

“Tidak tahu kenapa, apa nanti sore kita bisa ketemu lagi, Pak?, saya merasa nyaman mengobrol dengan Bapak.”

Aku berfikir tentang arti pesannya, Apakah dia mengajakku selingkuh? Atau hanya perasaanku saja? Atau memang dia hanya ingin mengobrol saja? Sebagai lelaki jelas aku tidak mungkin menampiknya, Sorenya kami janjian di tempat yang kemaren, dan ungkapan Ratih yang jujur sangat mengagetkanku.

“Pak, terus terang, keinginan saya untuk meriah puncak kenikmatan jadi tambah kuat, tapi herannya malah saya inginnya dari Bapak, Entahlah saya yakin sekali saya bisa meraihnya bersama Bapak”

Jantungku terasa berhenti berdetak mendengarnya, belum selesai aku menenangkan pikiranku, Ratih kembali melanjutkan pembicaraannya.

“Tapi bukan berarti saya ingin berhubungan dengan Bapak lho, saya hanya ingin tahu kenapa perasaan saya begini?”

Aku hanya diam, namun aku mengambil kesimpulan dalam hati bahwa kemungkinan Ratih terkesan dengan aku karena aku atasannya, bisa saja dia tanpa sadar kagum dengan cara kerjaku, atau apalah yang berhubungan dengan pekerjaan, Karena kalau secara fisik tidak mungkin, jauh lebih ganteng dan atletis pasangannya dari pada aku.

Namun hal ini tidak aku ungkapkan kepadanya.

Suasana hening diantara kami beberapa saat, tapi tiba-tiba saja tangan Ratih meraih tanganku,

“Pak.” Hanya itu yang keluar dari mulutnya

Tatapan mata kami beradu, Aku melihat ada gairah disana, Aku balas meremas jarinya, Sentuhan halus kulitnya terasa menimbulkan percik-percik gairah di antara kami, Akhirnya aku beranikan diri untuk mengajaknya,

“Tih, Bagaimana kalau kita diskusi langsung dengan praktek untuk meraih puncak kenikmatan kamu?” suaraku terasa agak bergetar, mungkin agak canggung.

“Terserah Bapak deh” jawabnya manja sambil mencubit tanganku.

Pucuk dicinta ulampun tiba, aku segera membayar makanan kami dan langsung menuju hotel, sepanjang jalan ke hotel, jari-jari kami saling bertaut mengantarkan kehangatan ke jiwa kami, Dan setelah sampai di kamar hotel yang asri, Kami lamgsung mulai.. Meskipun awalnya agak canggung, Namun akhirnya kami dapat menikmati semuanya,

Masih dalam keadaan berpakaian, aku memeluk tubuh Ratih yang padat, bibir kami saling melumat lembut, kadang lidah kami saling kait dan saling dorong, sehingga gairah di dada kami semakin membuncah, Satu per satu pakaian kami bertebaran dilantai, seiring dengan nafsu kami yang semakin menggebu, Kini Seluruh organ tubuhku bekerja untuk memenuhi hasrat Ratih, aku rebahkan tubuh mulusnya di ranjang, sungguh pemandangan yang indah dan mendebarkan, dengan kulit tubuh yang putih bersih kontras dengan rambut-rambut halus dipermukaan kulitnya apalagi di kemaluannya yang begitu lebat menghitam. Aku langsung mengelus payudaranya yang padat dengan lembut, sementara mulut dan lidahku menciumi dan menjilati centi demi centi tubuhnya tanpa terlewati,

“Tubuh kamu bagus sekali, Tih!” Aku mencoba memberinya rasa percaya diri.

Sementara Jilatanku sudah sampai pada kemaluannya, aku sibakkan rambutnya dengan lidahku, aku kemut lembut klitorisnya, kadang lidahku menusuk langsung kemaluannya, Jari-jariku ikut membantu memberi kenikmatan dengan memilin-milin puting payudaranya yang semakin mencuat, Sehingga membuat Ratih mengerang dalam nikmat, Sementara Ratih pun tidak tinggal diam, dia balas mengelus dadaku, kadang ujung dadaku di pilinnya, Tangan yang satunya lagi meremas-remas dan mengocok kemaluanku sehingga semakin meregang kaku dalam genggamannya, Yang aku yakin berdasarkan ceritanya pasti punyaku lebih besar dari pada punya pasangannya, Gairah yang membuncah didadaku membuat aku lupa bahwa aku punya tugas untuk mengantarnya meraih puncak kenikmatan.

Tubuh kami berguling-guling dikasur saling memberikan rangsangan dan kenikmatan, hingga akhirnya Ratih sendiri yang tidak tahan dan mengambil inisiatif, dia langsung mengangkangi tubuhku, dan langsung memegang kemaluanku untuk dibimbing kedalam lubang surganya, Perlahan, centi demi centi, kemaluanku memenuhi rongga kemaluannya berbarengan dengan rasa nikmat dan hangat dikemaluanku, Cengkraman kemaluannya yang begitu kuat terasa mengurut kemaluanku, Ratih terus menggoyangkan bokongnya yang bulat padat, Tanganku memilin kedua putingnya, butir-butir keringat mulai membasahi tubuh kami berdua, tak lama Ratih berteriak histeris dan menggigit pundakku, tubuhnya mengejang kaku, dan wajahnya agak memerah melepas puncak kenikmatannya,

Aku berhasil mengantarnya meraih puncak kenikmatan, Tubuhnya diam sejenak diatas tubuhku.

“Terima kasih, Pak” ia mencium keningku.

“Saya masih mau lagi” ucapnya serak.

Sungguh diluar dugaan, mungkin karena baru kali ini dia meraih puncak kenikmatan, Ratih begitu liar, hanya beberapa detik, tubuhnya mulai bergoyang diatas tubuhku, Dan anehnya lagi, Hampir disetiap gaya Ratih bisa meraih puncak kenikmatannya begitu cepat, Mungkin ada 6 kali dia sudah puncak kenikmatan tapi dia belum puas juga, sementara aku sendiri bersusah payah menahan puncak kenikmatanku, Aku benar-benar ingin memuaskan dahaganya, Apalagi saat gaya doggy, sambil meremas buah bokongnya yang bulat, aku benar-benar tak kuat lagi menahan semprotan dalam air maniku, sentuhan buah bokongnya di pangkal kemaluanku menambah sensasi tersendiri.

“Tih, aku mau keluar, di dalam atau di luar?” sambil aku mempercepat kocokanku.

“Di dalam aja Pak, cepat sodok yang kuat!” erangnya.

Akhirnya Seluruh tubuhku bagai tersetrum nikmat, aku melepas puncak kenikmatanku, menyemburkan cairan hangat ke dalam kemaluan Ratih yang telah basah berbarengan dengan kedutan-kedutan kecil hangat dari dalam lubang kemaluan Ratih.

Yah, kami puncak kenikmatan berbarengan, Sungguh nikmat sekali.

Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, namun Ratih kelihatannya belum puas juga, aku sampai bingung sendiri, biasanya pasanganku sekali puncak kenikmatan tidak bisa lagi puncak kenikmatan, Namun memang pernah aku baca ada wanita yang seperti Ratih.

Akhirnya waktu jualah yang harus memisahkan kami, kembali ke kehidupan nyata, Aku dengan pasanganku dan Ratih dengan pasangannya, Namun sejak saat itu hubungan kami semakin hangat membara, Ada satu kelebihan Ratih yang tidak bisa aku lupakan, Kemaluannya sangat mencengkram meskipun sudah puluhan kali kami berhubungan, Pernah aku Tanya katanya dia sering minum jamu, Dan Ratih sendiri pun jelas sangat membutuhkan puncak kenikmatan dariku, Karena terakhir cerita dia belum bisa meraih dengan pasangannya, entahlah sampai kapan.

cerita sex terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.