Vimax cerita ngentot Cerita Seks Cerita Dewasa Cerita HOt Terbaru Cerita Sex Terbaru
Cerita Dewasa Terbaru Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex Terbaru
Breaking News
Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex online online online online banner-agenqq-728x90-2 banner-raja3651

Enggar Dan Zaskia

Vimax

Kisah dewasa 2016, kisah dewasa terbaru, kisah dewasa, kisah mesum 2016, kisah mesum terbaru,kisah mesum, Sayang… opo kowe krungu, jerite atiku.. mengharap engkau kembali, sayang… sampai memutih rambutku, ra bakal lali sliramu.

Kisah Sex Terhangatkisah dewasa 2016, kisah dewasa terbaru, kisah dewasa, kisah mesum 2016, kisah mesum terbaru,kisah mesum,Kisah Dewasa Terhangat

Sebelumnya aku minta maaf bila ada kata-kata dari aku yang kurang tepat, jadi aku mohon maaf yah. Aku adalah seorang mahasiswa dari universitas swasta di Bandung. Pada saat aku SMU, aku dikenal sebagai lelaki yang “abuy” (anak buaya), memang sih kata perempuan-perempuan atau mantan-mantan perempuanku, saya tipe cowok yang romantis, dengan body yang sangat mendukung.

Kunjungi Juga Gelora Birahi.com

Pada waktu aku kelas 3 SMU menjelang Ebtanas, aku belajar bersama teman wanita yang bernama Enggar dan Zaskia, ketika itu aku berlajar bersama, dan tidak sedikit pun aku berpikir untuk bermacam-macam dengan mereka berdua. Memang sih banyak cowok-cowok yang “sirik” padaku, karena aku bisa dekat dengan mereka berdua, yang termasuk seleb di sekolah **** (edited) di kotaku, yang penting itu sekolah swasta terkenal di Bandung. Pada waktu itu acara belajar itu dilakukan oleh kami bertiga di rumah Enggar. Pada waktu itu jam menunjukkan sekitar pukul 18:00, ketika aku sedang dalam perjalanan menuju rumah Enggar.

Hujan turun deras sekali, dan mengakibatkan aku terpaksa berhenti untuk menunggu hujan tersebut (maklum ketika itu aku memakai motor). Tapi apa boleh buat, karena aku sudah mempunyai janji dengan mereka berdua untuk belajar bersama, yah.. aku berani berkorban meski hujan itu belum reda.

Dan akhirnya aku pun sampai di rumah Enggar dengan basah kuyup. Tiba-tiba Enggar keluar dari rumahnya karena mendengar suara motorku, maklum ketika itu aku memakai motor NSR yang cukup berisik untuk didengar. Tiba-tiba pun Enggar menghampiriku untuk membukakan pagar, agaraku bisa masuk, dan secara otomatis Enggar pun menjadi basah kuyup, dan terlihatlah olehku pemandangan yang menggiurkan.

BH-nya yang terlihat jelas olehku, dan kuperkirakan ukurannya cukup besar (36B) dan dia waktu itu memakai BH berwarna hitam, jadi terlihat jelas olehku. Setelah itu aku pun masuk ke rumahnya, dan permisi ke Enggar untuk ke toilet untuk membersihkan badanku akibat hujan tadi. Ketika aku mandi terdengar Enggar mengetuk pintu dan memanggilku untuk memberikan handuk, aku pun membuka pintu dan mengambil handuk tersebut.

Setelah selesai mandi aku keluar dengan hanya memakai handuk saja. Aku mencari Enggar untuk meminjam pakaian kakaknya yang kebetulan sedang di luar kota. Aku melihat-lihat rumahnya, dan kurasakan tidak ada satu orang pun di rumahnya. Cuek saja, aku pikir. Dan aku pun dikagetkan oleh suara seseorang yang memanggilku, ketika kulihat, dia adalah Zaskia, yang entah kapan datangnya. Kemudian dia memberikan baju kepadaku, aku sempat kaget dibuatnya, karena aku tidak tahu dia kapan datangnya.

Aku pun kembali ke kamar mandi untuk memakai baju ini. Dan ketika aku sedang ganti baju, tiba-tiba Enggar masuk, dan terkejut sekali karena menduga aku sudah tidak ada di dalam (maklum pintu kamar mandi lupa saya kunci). Enggar berkata dengan wajah panik, “Sorry yah Yon,” dan dia langsung beranjak keluar dan aku pun melanjutkan memakai pakaian itu.

Setelah selesai, aku pun beranjak dari situ. Aku keluar ke arah ruang tamu dan melihat mereka sedang bersiap-siap untuk memulai belajar bersama. Aku sempat melihat wajah Enggar yang sedikit canggung. Setelah itu aku duduk dan mengeluarkan buku yang telah kubawa. Setelah beberapalama belajar, entah apa yang merasuki otakku ini sehingga membuat si “Otong” berdiri. Pada saat itu Enggar minta maaf padaku atas kejadian tadi, dan dengan berbisik dia agar tidak memberitahu pada siapapun juga, aku pun mengiyakannya. Ketika itu Zaskia mengajak untuk menonton VCD yang baru dipinjamnya untuk melepas suntuk dalam belajar, dan kami pun menuju kamar Enggar. Kami bertiga pun mulai menonton film tersebut. Setelah beberapa lama kami menonton, terlihatlah suatu adegan yang “panas”, kami betiga hanya diam saja, sambil berpandang-pandangan. Aku melihat Zaskia yang sudah mulai kegelisahan, mungkin karena melihat adegan tersebut, dan terlihat Enggar yang dari tadi diam saja, tetapi dia seperti mulai terangsang oleh adegan tersebut.

Aku pun melirik ke arah Enggar, dan tanpa dia sadari dia mengusap-ngusap ke arah kemaluannya, dan sedikit-sedikit berdesah kecil,

“Sshh.. ahh..” hal ini membuat si “Otong” beranjak dari tempatnya. Timbul hatiku untuk mengerjai mereka berdua. Aku menggeserkan posisi dudukku ini untuk mendekatkan ke mereka berdua. Aku pun memberanikan diri untuk mengelus-elus pahanya yang montok dan putih mulus itu. Dia pun hanya diam saja, seakan akan menikmati elusan itu.

Zaskia melihat dan ikut terangsang juga, ketika itu Zaskia nekad untuk mendekat padaku, dan tiba-tiba dia mengecup bibirku dengan hangat, dan aku pun membalas dengan manis ciumannya. Ciumannya yang sangat lembut itu membuatku semakin membabi buta. Aku pun meremas dada Zaskia yang masih terbungkus oleh BH, dan Zaskia pun sangat menikmatinya. Tiba-tiba aku mendengar desahan dari Enggar,

“Ssshh.. ahh.. puaskan aku malam ini, Yon.. pleassee, aku udah nggak tahannich.”

Aku menyuruh mereka membuka pakaiannya satu persatu. Mereka pun dengan cepat membuka pakaiannya. Lalu Zaskia melucuti pakaianku, dan ketika membuka celanaku mereka terbelalak, karena melihat punyaku itu yang cukup besar (18 cm). Dengan cepat Enggar melahap penisku yang sudah tegang dari tadi. Saat Enggar melahap penisku itu, aku terus menjilati puting susu Zaskia yang sudah mulai mengeras, dan Zaskia menggelinjang keenakan.

Saat itu aku menyuruh Zaskia untuk terlentang di ranjang, kini aku mulai menjilati kemaluannya yang sudah mengeluarkan bau yang harum dari kemaluannya. Aku terus menjilatinya dengan buas, dengan sedikit-sedikit aku mengocok-ngocok dengan jariku, dan dia pun menikmatinya. Dia menyuruhku untuk memasukkannya ke vaginanya,

“Ayo Yonn, masukin dong itunya, aku udah nggak sabaran nunggunya,” aku berkata,

“Iya sayang, sabar yah..” tiba-tiba Enggar melepaskan kemaluanku itu dari dalam mulutnya dan membimbing batanganku itu masuk ke dalam liang milik Zaskia yang sudah basah sejak tadi.

“Bless.. bless.. bless” batanganku pun masuk setengahnya, dan aku menggoyangkan maju-mundur secara perlahan-lahan dengan bantuan Enggar yang terus memelukku dan menciumku itu. Tiba-tiba Zaskia menjerit kesakitan karena batang kemaluanku itu terlalu besar untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya. Aku terus berusaha, dan akhirnya batangku itu pun berhasil amblas semuanya di dalam, dan terasa olehku cairan hangat yang keluar dari kemaluan Zaskia.

Kisah Bokep Terhangatkisah dewasa 2016, kisah dewasa terbaru, kisah dewasa, kisah mesum 2016, kisah mesum terbaru,kisah mesum,Kisah Ngentot Terhangat

“Ahh.. ahh.. ah.. Zaskia..”

Setalah 20 menit aku melakukannya bersama Zaskia, sekarang giliran Enggar yang sudah tak tahandengan horny-nya itu. Aku pun mulai memasukkan ke liang Enggar yang sangat menggodaitu,

“Bless.. bless..” amblaslah sudah batanganku itu di dalamnya.

“Ah ah ah..” desahnya. Aku merasakan dia sudah akan orgasme, tapi memang benar dia mendesah,

“Yonn.. aa.. kuu maa.. uu.. keeluarr..” Lalu aku berkata,

“Tahan yah say.. bentar lagi, aku pun maukeluar nich..” Dan setelah beberapa lama dia pun orgasme, dan mengeluarkan cairan hangat yang terasa olehku. Segera setalah itu aku pun mempercepat goyanganku itu dan..

“Creett.. croott.. creett..” aku memuntahkan seluruh maniku itu di mulut Enggar dan Zaskia. Mereka berdua sangat menikmatinya. Kami bertiga pun terkulai lemas di tempat tidur.

Enggar dan Zaskia bekata kepadaku,

“Thanks yah sayang, aku belum pernah merasakan seperti ini Yon.. emang kamu sangat hebat untuk melakukan hal ini,” aku pun bekata,

“Iya sayang,” sambil aku mengecup bibir mereka berdua. Karena hari sudah larut malam aku pun bergegas untuk pulang dan pamit kepada mereka. Setelah kejadian itu kami sering melakukannya, baik di rumah maupun di panasel. Sekian cerita dariku ini. Bila anda berkesan, anda dapat berkenalan denganku melalui e-mail. Terima kasih atas nilai yang anda berikan lewat cerita ini.

TAMAT

cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum,

 

cerita sex terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.