Vimax cerita ngentot
Cerita Dewasa Terbaru cerita sex
Cerita Sex Terbaru
Breaking News
Cerita Sex Terbaru
Cerita Sex Cerita Sex cerita sex cerita seks Cerita Dewasa

Cerita Hot – Ngentot Tante Debora

Vimax Cerita Seks ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

cerita panas 2016, cerita panas terbaru, cerita panas, cerita syur 2016, cerita syur terbaru, cerita syur, cerita lucah 2016, cerita lucah terbaru, cerita lucah,

Hari hari terasa begitu membosankan. Perkuliahan berjalan begitu lambat kurasakan. Matahari bersinar sangat terik hari ini, membuat udara menjadi  sangat panas, sehingga ruang kuliah yang biasanya sejuk menjadi terasa pengap.

“Wah enaknya selesai kuliah pergi ke Mall,” pikirku.

Setelah kuliah yang membosankan selesai, aku langsung berangkat ke Mall Pondok Indah,

“Seharian suntuk mendengarkan dosen berceloteh, tapi setelah berada disini, ahh.. rasanya segar sekali.”

Kunikmati berjalan-jalan di PIM dan tanpa terasa perutku sudah merasa lapar, aku berjalan menuju ke food court, setelah duduk dan memesan makanan, tiba-tiba mataku tertuju kepada 3 orang Tante yang berada diseberang mejaku.

“Sexy dan cantik juga,” pikirku.

Mataku tidak bisa lepas dari 3 Tante tersebut, terutama yang memakai baju ketat warna merah, kuperkirakan umurnya 35-40 th, tingginya kurang lebih 1.60, rambutnya dicat warna, dengan payudara yang besar serta pantat yang bulat ditunjang dengan tubuhnya sexy.

“Waduh jadi pusing kepala atas dan bawah, nih,” kataku.

Setelah selesai makan aku langsung menuju ke tOko buku karena takut tambah ‘pusing’, selesai membaca sebuah buku, aku ingin keluar dari tOko buku. Eh.. ternyata Tante-Tante yang tadi, mau masuk ke tOko buku juga, aku langsung mengurungkan niat untuk keluar dari tOko buku, kulihat Tante berbaju merah itu sedang mencari buku sedangkan teman-temannya sedang memilih buku tulis (mungkin untuk anak-anak mereka) kemudian kudekati Tante tersebut dengan sOk yakin.

“Halo Tante Mila apa khabar.” Tante itu terkejut mendengar suaraku.

“Maaf ya, kayaknya kamu salah orang.” Aku pura-pura terkejut, “Aduh maaf Tante, habis dari belakang persis kaya Tanteku sih.” Kemudian Tante itu hanya tersenyum dan berkata,

“Tante atau Tante?” Aku kemudian tersenyum dan langsung kualihkan pembicaraan,

“Lagi cari buku apa Tante? ee.. saya boleh tahu namanya enggakk?”

“Debora,” jawabnya.

Selanjutnya kami mulai berbincang-bincang, tetapi mataku tidak dapat lepas dari payudaranya yang sangat menantang, sampai tiba-tiba ada suara dibelakangku.

“Waduh, siapa nih?” ternyata teman-temannya Tante Debora.

“Oo.. ini keponakanku, eh.. mau kemana kalian?”

Sambil tertawa mereka menjawab,

“Kita enggak mau ganggu reuni keluarga ah, kamu pulang sendiri aja ya Put”.

Tante Debora hanya mengangguk saja tanda setuju, setelah teman-temannya pergi, Tante Debora mengajakku ke sebuah restoran. Sambil menikmati minuman, Tante Debora bercerita tentang dirinya, singkat cerita, Tante Debora baru saja pulang dari kelas Aerobik bersama-sama temannya (pantas bodynya masih yahud) dan sekalian mampir mencari buku untuk anaknya, selain itu dia juga menceritakan kehidupan keluarganya.

Baca Juga Kisah Sex Terbaru Bercinta di Pulau Mentawai

Tante Debora mempunyai suami yang berada di Kalimantan, sedang membuka usaha perkayuan sejak 3 tahun yang lalu dan hanya pulang setahun sekali karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Sedangkan di rumah Tante Debora hanya ditemani oleh 2 anak laki-lakinya yang berumur 3 dan 5 tahun serta seorang pembantu dan 1 babysister. Mengetahui hal itu aku langsung berpikir,

“Wah jarang ML dong Tante, kesempatan nih”.

Tiba-tiba Tante Debora berkata,

“Tante kayaknya enggak bisa lama-lama, harus pulang karena nanti sore ada arisan, jadi Tante mau siapin semuanya dari sekarang biar ada waktu untuk istirahat.”

“Baik Tante, ini nomor saya kalau Tante mau ketemu lagi sama saya.”

“Ok, ini nomor HP Tante, tapi jangan telepon dulu ya, biar Tante yang telepon kamu.”

Akhirnya kami berpisah dan Tante Debora berjanji akan menelepon aku.

Seminggu telah berlalu dan selama itu aku sebetulnya sangat ingin meneleponnya tetapi karena sudah berjanji untuk tidak menghubunginya jadi aku hanya menunggu sambil berharap, sore harinya HPku berbunyi,.

“Ternyata Tante Debora!” dan langsung kujawab,

“Halo Tante”

“Halo juga ini Yanuar?”

“Iya, ini Tante Debora kan?”

“Iya, kamu ada acara nanti sore?”

“Enggak ada tante, mau ketemu?”

“Kita ketemu di Mc Donald Thamrin jam 5 sore, bisa enggak?”

“Ok Tante, kalau gitu aku siap-siap deh, sekarang sudah jam 4.”

“Ok Yanuar, sampai ketemu disana ya.”

Aku sempat bingung, kok kayaknya Tante Debora terburu-buru dan tiba-tiba langsung mengajak ketemu.

“Ah, nanti juga tahu kalau sudah ketemu.”

Tepat jam 5, kami bertemu dan langsung mencari tempat duduk. Tante Debora yang memulai pembicaraan,

“Kamu bingung ya? Kok tiba-tiba sekali Tante ajak kamu ketemu, sebetulnya enggak ada apa-apa. Cuma ingin ngobrol aja sama kamu, abis teman-teman Tante sedang keluar kota.”

“Untung pada keluar kota, kalau ga Yanuar enggak akan ditelepon sama Tante” jawabku.

“Iya enggak dong say, nomor kamu sempat hilang, jadi Tante cari-cari dulu untung ketemu, jadi Tante bisa langsung hubungi kamu.”

Kami mengobrol kurang lebih selama 1/2 jam dan Tante Debora bicara,

“Yanu, cari tempat istirahat yuk.”

Aku nyaris enggak percaya mendengar kalimat yang indah itu, dan langsung aku mengangguk mengiyakan, Tante Debora hanya tertawa kecil,

“Kamu kaya anak kecil deh,” kata Tante Debora. Kemudian kami menuju tempat parkir dan pergi dengan mobilnya mencari tempat yang bisa disewa untuk beberapa jam. Setelah memesan dan masuk kamar, Tante Debora langsung membuka bajunya.

“Yanu, Tante mandi dulu ya, kalau kamu mau mandi, nyusul aja.”

Mendengar itu aku langsung secepat kilat membuka baju dan berlari ke kamar mandi, disana aku melihat pemandangan yang sangat indah. Tante Debora sedang membasuh badannya di bawah shower dan terlihat jelas tubuhnya benar-benar terawat. Walau sudah mempunyai 2 anak tetapi tubuh Tante Debora sangat terjaga, payudara dengan ukuran kurang lebih 36B masih terlihat kencang, pantat yang bulat dan berisi benar-benar membuat kemaluanku langsung bangun dengan cepat.

Sambil menyabuni tubuhnya Tante Debora melirik ke arah selangkanganku dan berkata,

“Yanu, lumayan besar juga kemaluan kamu.” Sebetulnya ukuran kemaluanku biasa saja hanya 12,5 cm tetapi mungkin karena ngaceng berat jadi terlihat besar.

“Jadi mandi enggak? Kok bengong aja? Sabunin punggung Tante dong..”

Aku langsung mendekat dan memeluk Tante Debora, kuciumi lehernya sambil tanganku menggesekkan klitorisnya.

“Wah besar nih klitoris Tante dan lebat juga jembutnya” kataku dalam hati, dan ini membuat birahiku semakin tinggi dan semakin ganas. Kujilati leher dan punggung Tante Debora

“Yanuw.. Tante minta disabunin, kok malah diciumi tapi.. ahh.. terus sayang, Yanu isep buah dada Tantee..”

Aku langsung menuju ke buah dadanya dan dengan rakus kuhisap putingnya sambil lidahku menggelitik. Tante Debora semakin menggelinjang dan dia menarik-menarik kemaluanku dengan kuat, sempat kaget dan sakit, tetapi lama kelamaan terasa enak. Setelah puas menghisap payudaranya lalu aku pindah menjilati perutnya, pusarnya dan akhirnya tiba dibukit kecil yang lebat hutannya, mulai kujilati bukit itu dan kuhisap klitorisnya sambil sesekali kugigit pelan.

“Aah..! Gila kamu Yanu..! Diapakan Tante? Enakk.. sekali sayang,” sambil tangannya menjambak rambutku, Tante Debora terus mendesah. Kuhisap terus klitoris itu, sambil tanganku meremas-remas payudaranya yang besar. Terus kulakukan ‘pemanasan itu, sampai akhirnya aku berdiri dan kutarik tangannya untuk keluar dari kamar mandi dan menuju ke tempat tidur. Kulanjutkan mengisap klitorisnya dan kumasukkan jariku kedalam vaginanya.

“Aah.. yess.. Yanu terus say”

“Ughh.. yang kuat say, Tante rasanya mau keluar!”

Aku semakin semangat memainkan lidahku di klitorisnya dan tidak lama kemudian terdengar erangan yang panjang,

“Ahh.. Yanu..!”

Terasa di mulutku cairan yang terasa asin dan langsung kujilat sampai habis.

“Bagaimana Tante?”

“Thanks Yanuar kamu bisa buat Tante puas, rasanya sudah lama Tante tidak merasakan kepuasan.”

Kemudian Tante Debora berbaring dan aku peluk dengan erat, dia merebahkan kepalanya di dadaku, aku mencium keningnya dan dia membalas dengan menciumi bibirku. Lama kami berciuman dengan penuh gairah dan terasa birahinya mulai timbul kembali.

“Mana kemaluanmu say, Tante mau puasin kamu.”

Tanpa menunggu lagi kusodorkan ‘adikku’ yang dari tadi sudah lama menunggu untuk digarap, dengan tangan yang mungil, Tante Debora mulai mengocok kemaluanku dan dimasukkan ke mulutnya.

“Uh.. enak sekali Tante.”

“Nikmati ya say, ini baru mulai kok” kata Tante Debora.

Sambil mendesah manja, aku merasa ujung kemaluanku dimainkan oleh lidahnya yang terus berputar dan sambil dihisap.

“Tante sudah.. nanti aku keluarr..!”

Tanpa memperdulikan kata-kataku dia terus memainkan kemaluan dan bijiku sampai aku akhirnya tidak tahan dan..

“Tantee.. aku keluar!”

Tante Debora melepaskan kemaluanku dari mulutnya dan mengocoknya dengan kuat sambil mulutnya membuka

“Croot.. croott..!”

Keluarlah spermaku yang langsung mengenai muka dan masuk ke dalam mulut Tante Debora yang langsung ditelan. Sambil membersihkan mukanya yang penuh dengan spermaku, mulutnya sesekali mengisap kemaluanku yang mulai mengecil.

Kemudian kami beristirahat dalam keadaan bugil, 1/2 jam kemudian birahiku timbul kembali, kucumbui secara perlahan Tante Debora yang masih tertidur, lama-lama terdengar desahan yang sangat menggairahkan,

“Mmhh.. uh.. Yanu kamu mau lagi?”

“Iya Tante, enggak pa-pa kan?” tanyaku

“it’s Ok honey, I’m ready to make love with u”,

Kami melakukan 69 style, Tante Debora melepaskan kocokannya dan berdiri diatas selangkanganku. Lalu ia mulai jongkOk sambil mencari kemaluanku untuk dimasukkan ke dalam lubang vaginanya yang telah basah, setelah posisi kami enak dan kemaluanku telah didalam vaginanya dia mulai naik turun dan mendesah dengan hebat.

“Aah.. ahh.. Yanu enak sekali!”

Lalu kami berganti posisi menjadi ‘doggy style’, sambil maju mundur kemaluanku di dalam vaginanya kumasukkan juga jempol tanganku kedalam lubang anusnya.

“Nghh.. Yanu.. terus masukin jarimu ke anus Tante say.”

Tidak lama kemudian kulepaskan kemaluanku dan kucoba masukkan kedalam lubang anusnya, auw! sempit sekali pelan-pelan kutekan terus.

“Say.. terus masukin kemaluanmu..!”

Dan akhirnya masuk semua kemaluanku dan kutarik lagi secara perlahan dan kumasukkan lagi dan terus menerus bergantian antara lubang anusnya dengan vaginanya sampai akhirnya.

“Tante, Yanuar mau keluar!”

“Keluarin dimulut Tante saja”

Kutarik kemaluanku dan kumasukkan kedalam mulutnya sambil dihisap, tangannya memainkan bijiku dan

“Ahh! croot.. croot..”

Keluar semua spermaku ke dalam mulutnya dan dia terus mengisap kemaluanku, ngilu rasanya tetapi nikmat sekali.

“Yanuar sayang, kamu enggak nyeselkan make love dengan Tante yang sudah tua ini?” tanya Tante Debora.

“Ah ga Tante, Yanuar malah bersyukur bisa bertemu dengan Tante karena Yanuar mendapat pengalaman baru.”

Karena kelelahan kami akhirnya tertidur dan tidak lama kami pulang ke rumah masing-masing setelah sebelumnya membuat janji untuk bertemu kembali. Hingga saat ini, terkadang kami masih bertemu tetapi tidak selalu berhubungan intim karena waktu yang kurang tepat.

cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum,

Cerita Dewasa Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.