Vimax cerita ngentot
Cerita Dewasa Terbaru cerita sex
Cerita Sex Terbaru
Breaking News
Cerita Sex Terbaru
Cerita Sex Cerita Sex cerita sex cerita seks Cerita Dewasa

Dua Dunia Episode 3

Vimax Cerita Seks ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Malam semakin malam.. bulan semakin redup memberikan cahayanya hanya suara jangkrik kecil yang menemani indahnya malam,,,

“krrikkk krikkk krikkkk…, ”

Santo Smith menoleh kesana kemari, suara jangkrik, kodok dan juga bunyi kresek-kresek membuatnya khawatir. Tak dapat dipungkiri hati Santo menjadi ciut dan nyalinya menguap entah kemana saat melayangkan pandangannya berkeliling, hanya cahaya senter sajalah yang membantunya berjalan menembus kegelapan malam di antara pohon-pohon besar.

“kresekkk.. kresekkkk.. kresekkk..”

Santo buru-buru menyorotkan lampu senternya kearah suara kemresek yang semakin mendekat, terdengarnya seperti suara sesuatu yang melompat-lompat, dengan berbisik-bisik Santo memanggil-mangil Pandan yang berjalan di depan.

“Pandan, Pandaannn, “

“kenapa Bang ??”

“kamu denger suara kresek-kresek ngak ??”

“denger, yang kaya orang lagi lompat itu kan bang ??”

“Iya, Suara Apaan tuh ??”

“Ooo, itu cuma pocong koq Bang, tuh di belakang Abang..”

Seiring jawaban Pandan, sesuatu melompat keras tepat di belakang tubuh Santo.

“HAAAHHH ?? WHUAAAAAAWW…!!“

Tanpa perlu melihat lagi ke belakang, Santo lari tunggang langgang. Pandan hanya bisa mangap melihat Santo Smith yang tiba-tiba dapat berlari sekencang angin

“gilee..!! cepet amat larinya..!!” begitulah pikiran Pandan.

“Bangg!! Bang Santo!! mau kemana Bang!! Awas bangg !!pohoonn..!!Aww!!! Waduh ??!!!”

Pandan menutup kedua matanya saat mendengar suara keras bergedebukan, dengan terburu Pandan melayang menghampiri Arjunanya yang kini tergeletak. Ia panik menepuk-nepuk pipi Santo, Pandan berusaha menyadarkan Santo Smith yang sempat berfrench kiss dengan sebuah pohon besar, bibir tebal Santo keriting kaya supermie. Pandan tertawa ngakak dan membantu sang kekasih untuk berdiri.

“Ha ha ha ha ha, duh bibir Abang makin seksi deh ha ha ha ha..”

“Yeee, kebangetan !! sakit nihh..!!malah diketawain, hadooww..!!”

“Abisnya abang sih, masa larinya kaya bebek, mulut duluan yang maju, mana nafsu amat ciumannya sama pohon ampe jontor , ha ha ha ha ha ha”

Pandan tertawa lepas terpingkal-pingkal. Santo Smith makin manyun, satu kecup mesra Pandan menghilangkan kemasaman dari wajahnya. Dengan bersemangat Santo Smith mencari-cari jalan menuju ke tujuan. Akhirnya dari kejauhan ia melihat kerlip cahaya lampu, dengan bersemangat ia menggandeng Pandan menuju ke sebuah rumah kayu. Baru saja Santo hendak menyapa.

“MASUKK…!!”

“Hahh ??lah koq dah tau ??errr, permisiiiiii, puntennnnn…, spadaaaaaaa…“

Dengan sopan Santo smith mendorong pintu rumah, sambil mengirimkan salam persahabatan dan senyum dari bibirnya yang dower, sekali lagi Santo mengangguk saat seorang bapak tua tersenyum ramah. Untuk sesaat pak tua memperhatikan Pandan, kemudian mempersilahkan dua sejoli berlainan alam itu untuk masuk dan ikut duduk bersila di hadapannya yang juga sedang duduk bersila.

“begini pakkk….”

Santo berusaha untuk mulai menjelaskan duduk permasalahannya.

“hhhhhhhh…., tampaknya gadis di sisimu bukanlah manusia..”

“ooo, itu sih saya sudah tahu pak, terimakasih atas petunjuk bapak…sebenarnyaaa..saya…”

“Tampaknya kalian dua sudah melakukan sesuatu yang melanggar aturan langit dan bumi.., sadarlah nak, tidak sepantasnya hal seperti itu terjadi.., ”

“yeeee,koq tahu!!, bapak pernah ngintip saya “begituan” sama Pandan ya…”

“abanggg…!!!”

Kontan saja wajah Pandan merona, Santo meringis saat Pandan menyikut pinggangnya, sedangkan pak Tua hanya tertawa keras.

cerita hot 2016, cerita hot terbaru, cerita hot, cerita sange 2016, cerita sange terbaru, cerita sange,

“baiklah , saya bersedia membantu kalian “

“Hahhh…!! aduh, bapakkkk, terimakasih, tapi ngomong ngomong  dari mana bapak tahu kami membutuhkan pertolongan?? pokoknya two thumb up deh buat bapak, Luv U Pak tua..!!”

“kau jujur sekali anak muda, dan sifatmu polos, aku suka itu..!! ha ha ha” Pak Tua tertawa senang.

“nah siapa namamu gadis muda ?? “

“Saya Pandan pak…”

“dan kau pemuda gagah…”

“Saya Santo Pak, salam kenalllll,”

“nah Pandan peganglah tangan kiriku, dan kau Anak muda, apakah kau ingin mengetahui apa yang pernah terjadi dengan kekasihmu ini?? tapi aku ingatkan sebelumnya, apa yang pernah terjadi terhadap Pandan adalah masa lalu , dan kau tidak akan pernah dapat merubahnya…”

Santo mengangguk lalu memegang tangan kanan Pak Tua dan tangannya yang satu lagi memegang tangan Pandan, kemudian dengan spontan ia bertanya, terlihat kebingungan melintas di wajahnya yang jauh dari tampan.

“Anu pakk, ngapain kita saling berpegangan tangan begini, kaya mau pacaran aja…, huhhhh ?? !!“

Pak Tua tidak menjawab, bibirnya berkomat kamit, sukma ketiga orang itu seakan terbang tinggi keatas langit kemudian melewati lorong-lorong waktu dan kejadian, menembus kabut misteri yang tebal. Samar-samar Santo melihat terangnya cahaya, silau sekali..!! Santo memejamkan mata saat ia membuka mata, kini hanya pak tualah yang bergandengan tangan dengannya.

“Dimana ini pak tua??”

“kita berada di masa dimana Pandan pernah hidup…”

“ehh, entu dia, PANDANN…..!!!PANDANN Oiiiiii…!!”

“Dia tidak dapat mendengarmu anak muda…”

Santo mendadak lesu, bagaimana tidak, Pandan tersenyum manis kepada seorang pemuda tampan, keren, gagah, kemudian ia berlari kecil dan memeluk pemuda ganteng itu,

”ih Irwan nakal” keduanya bercanda tawa dengan mesra, seorang laki-laki dan wanita paruh baya memanggil-manggil Pandan dan melambaikan tangannya. Pandan berteriak keras kegirangan menghampiri

“maa, pahh,kapan kalian pulang koq, ngak ngabarin sihh, aku udah rindu banget tau he he he” ia memeluk ibundanya , tiba-tiba ada angin kencang, waktu dan kejadian melaju kencang membawa pak Tua dan Santo.

Di malam hari, seorang pria mencegat sebuah mobil, posisi orang itu memunggungi Santo dan Pak Tua hingga mereka kesulitan mengenali siapa orang itu. Wait, sepertinya orang didalam mobil itu adalah orang tua Pandan, empat buah mobil mencegat dari depan, kiri, kanan dan belakang. Beberapa orang berwajah sangar memecahkan kaca jendela dan menarik paksa kedua orang tua Pandan keluar, dengan kejamnya pra lelaki berwajah sangar menyiksa dan kemudian menghabisi nyawa mereka. Pak tua dan Santo kembali dibawa melangkah oleh sang waktu berjalan kedepan, suasana pun berganti. Seorang gadis cantik sedang menelepon seseorang dan membuat janji untuk bertemu di suatu tempat, tidak berapa lama Pandan keluar dari rumah dan pergi ke sebuah villa yang mewah ia bertemu dengan seorang laki-laki seusia alm ayahnya. Mereka berdua berbicara dengan serius.

“Om, Pandan tahu siapa yang sudah membunuh orang tua Pandan, tolong Pandan om? bantu Pandan untuk membalaskan dendam papa dan mama”

“hah ?? masa ?? apa benar kamu sudah tahu siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan kedua orang tuamu, ini tidak dapat dibiarkan, apakah kamu mempunyai bukti-bukti yang kuat…”

“Ada omm, Pandan sudah menitipkannya kepada Irwan…”

“sudah dititipkan semuanya ?? “

“sudah om, sudah semuanya…”

“lalu siapa orang itu ??”

“Orang itu, Om Samid…., dia ingin menguasai kekayaan orang tua Pandan..!!”

Pada saat yang bersamaan pintu ruangan itu terbuka, Pandan pucat pasi saat om Samid melongok dari pintu yang terbuka. Ia mencoba untuk bersikap senormal mungkin, kemudian berbisik pelan.

“sssttt…, ati-ati om, itu om Samid datang…”

“tenang, ada om disini, kamu ngak usah khawatir”

Om Samid tertawa kemudian berjabat tangan dengan Om Tony.

“oh, Pandan rupanya, apa kabar sayangg..”

“baik om..”

Pandan menjawab singkat, ingin rasanya ia menampar wajah mesum om Samid yang sesekali melirik ke arah dadanya. Om Samid bangkit dan duduk di sebelah Pandan, dengan kurang ajar ia menaruh telapak tangannya dilutut Pandan dan Om Samid mengelus bahu gadis cantik itu.

“jangan kurang ajar Omm…!!”

“galak amat..!! kalau kamu nurut , om janji tidak akan menyakiti kamu”

“menyakiti ?? cuihh,maksudnya seperti apa yang telah om perbuat terhadap papa dan mama ??bajingan Plakkkkkk…”

Pandan tidak dapat membendung kemarahannya saat tangan om Samid mengelus pahanya, telapak tangannya menampar wajah Om Samid. Pandan berseru kaget saat om Tony ikut menyerbu.

“Auhh, Apa-apaan ini, Ommm..!!awww”

Di suatu kesempatan Pandan berhasil meloloskan diri, Om Samid dan Om Tony mengejar gadis itu. Seseorang muncul didepan pintu, Pandan berteriak meminta tolong kepada orang itu, oh kekasihnya..!!, cintanya pasti datang untuk menyelamatkan dirinya…!! IRWAN..!!

“Irwan, Toloooonggggg… Aduhhhhh, Irwan ??”

Ohhh..!! Apa yang terjadi ?? !! Orang yang dicintainya malah mendorong tubuhnya ke belakang hingga tertangkap oleh Om Samid dan Om Tony, gairahsex.com tidak ada lagi senyum di wajah Irwan, tidak ada lagi senyum hangatnya..!! hanya serigai licik yang membuat Pandan ketakutan dan bimbang, apakah benar orang yang berdiri di hadapannya ini adalah Irwan sang kekasih ??

“Hai Irwan, bagaimana ?? “

“ini Omm, semuanya disini..”

“Irwano, apa – apaan ini ??, mengapa ?? kamu ??Ohh Tidak, Irwanooooooo, TOLOOOOONGGGG…!!IRWAn TOLOONGG AKUUUU…, IRWAN TOLOOONGGG…!!!” Pandan berteriak-teriak memanggil nama sang kekasih

Om Samid memanggul tubuhnya yang meronta-ronta. Tangan Pandan berusaha menggapai memohon pertolongan, ia masih sempat melihat Om Tony memberikan sebuah koper hitam besar dan ia berjabat tangan dengan Irwan, Pandan menjerit keras memanggil-manggil nama kekasihnya, gadis itu semakin ketakutan saat Om Tony ikut bergabung. Sebuah pesta liar akan segera berlangsung.

“Anjing , Oiii, lu berdua, lepasin Pandann, Pakk, Ayo Pak kita tolongin..!!”

“Kita tidak dapat merubah masa lalu nak, semuanya telah terjadi..”

“Nggak peduliiii!! Lepasin Saya Pak Tua, Lepasinn, PANDANN…, BAJINGAN LU BERDUA, KALAU BERANI LAWAN GUA NIHHH…!!LAWAN GUA KEPARATTT…!! JANGANNNN…..SAKITI DIAAA!!”

Santo Smith berontak berusaha melepaskan tangannya dari genggaman pak Tua, namun bagaimanapun kuatnya ia mengerahkan kemampuan, pegangannya tidak dapat terlepas. Santo dapat melihat dengan sejelas-jelasnya saat kedua lelaki separuh baya itu menyakiti Pandan, menembus setiap lubang di tubuh moleknya dengan batang-batang titit merek. Santo menjerit, mencaci, memaki hingga tubuhnya yang kurus berkeringat. Seluruh tenaganya terkuras untuk melepaskan diri dari genggaman pak Tua. Akhirnya kekejaman itupun berakhir, tubuh Pandan terkulai tanpa daya, selemas tubuh Santo bersimpuh dengan pergelangan tangan yang terangkat ke atas, dipegang kuat oleh Pak Tua. Om Samid dan Om Tony bangkit dan tersenyum puas, om Samid membuka jendela ia berteriak keras memanggil-manggil dari balik jendela.

“WHUAAAWW..!! Apa-apaan ini, ANJING LU PADA, BANGSATT..!! BANGSATTTTTT……!!!, LEPASKAN DIAA, LEPASKANNNN…, ANJINGGGGG..!! BEDEBAH KALIANNN, MAKLUKK DURJANA, KEPARATTTTT..!!!” Santo berteriak-teriak keras saat wajah-wajah sangar bermunculan dan berebut naik ke atas ranjang

Tubuh Pandan yang lemas menjadi “mainan” yang mengasikkan bagi orang-orang itu. Santo berontak dan menangis, ia menutup matanya rapat-rapat, tidak sanggup lagi menyaksikan tubuh Pandan yang terguncang hebat. Santo menangis meraung – raung. Kabut tebal menggulung, membawa mereka ke masa sekarang. Pandan tertunduk menatap lantai, Santo menangis dengan hati pedih, pak Tua hanya menghela nafas panjang, ada air mata yang terselip di sudut matanya yang sudah keriput.

“HU HU HU HU, keparattt..!!, bajingan…mereka semua!!”

Santo memeluk Pandan, bibir tebalnya tak pernah berhenti mencaci dan memaki, sebuah tabir misteri membuatnya tersadar. Betapa mengerikannya kejadian yang pernah dialami oleh Pandan.

“malang benar nasibmu nak, sekarang kalian berdua beristirahat, besok malam bapak akan mulai membantu kalian berdua..”

Malam itu Santo Smith memeluk tubuh Pandan erat-erat, bukan karena nafsu, hanya cinta dan perasaan ingin melindungi gadis itu sajalah yang ada dihatinya. Malam berganti siang dan kemudian sang waktu berlari menghampiri tengah malam, jam 12 malam teng. Santo, Pandan dan Pak Tua berdiri di bawah kerlip-kerlip bintang. Pak tua mengeluarkan sebuah batu bertuah dan menjelaskan proses ritual kepada Santo.

“aha ha ha ha, itu mah gampang atuh pak tua, tinggal jalan lurus dan basahi batu ini dengan air dari telaga itu, kecill, sini batunya…” Santo ngakak terbahak.

“Jangan takabur anak muda, ada rintangan di setiap langkah kakimu, setiap langkah akan semakin berat, bahkan nyawa dapat menjadi taruhannya, ”

Santo mengangguk, Pandan menatap Santo dengan khawatir.

“Jangan takut, saya pasti bisa…!!”

Santo bersiap dan mulai mengambil langkah, satu langkah, dua langkah, tidak ada yang terjadi. Pada langkah yang ke empat, tiba-tiba ia merasakan sakit luar biasa, ia menekuk wajahnya ke bawah. Aduh oww, akhh, Santo melangkah dan terus melangkah di atas duri tajam, pada langkah ke lima, ada sesuatu yang terbang, berambut panjang dan berwajah mengerikan. Santo terus maju dan maju, pada langkah keenam puluhan makhluk seram menghalangi jalannya, dan ia terus berjalan dengan hati miris, entah berapa rintangan dan cobaan yang dihadapinya dan kini langkah terakhir. Sesosok makhluk tinggi besar bercula muncul dari telaga, bau busuk membuat Santo terbatuk-batuk, Huekk… Uhukkk Huekk, uhuoookkk… .

“Permisi, uhukk, minta dikit airnya yakk…”

“boleh, tapi berikan dulu batang tititmu ..!!”

“hahh ?? “

Santo menimbang-nimbang sesaat, titit ?? waduh !!!

“baiklah, Ambil..!!”

Santo memajukan selangkangannya dan CRASS., ia melolong kesakitan, Pandan berteriak ngeri saat tangan makhluk besar itu membetot sesuatu di selangkangan Santo. Tubuh kurusnya roboh seketika, ia merayap dengan sengsara sambil berusaha menggapaikan tangannya untuk menciduk air telaga, dan akhirnya ia berhasil membasuhkannya pada batu bertuah. Sebuah sinar yang keluar dari batu bertuah menyilaukan mata si dower dan ia pun jatuh pingsan. Semuanya terasa gelap, selanjutnya….., sayup-sayup Santo mendengar suara Pandan, perlahan ia membuka matanya.

“banggg.. bang Santor, sadar bangg, sadar….”

“Euhh, heuuhhhh.., haduhhh, abis dah si otong.., ehhh !!”

Santo meraba benda di selangkangannya, loh koqq masih ada ??, bukannya tadi udah lepas sampe ke biji-bijinya ?? antara percaya dan tidak Santo mengintip ke balik sarung. Ia menoleh ke arah Pandan yang tertawa kecil kemudian menoleh ke arah pak Tua yang segera menjelaskan. Santo mengangguk –angguk mendengarkan penjelasan dari pak Tua, bahkan menurut pak tua, sebenarnya dahulu Pandan sudah berhasil membalaskan dendamnya kepada Irwan, Om Samid, dan para lelaki berwajah sangar, namun ia gagal saat hendak membalas dendam kepada om Tony karena Om Tony meminta bantuan dari orang pintar yang akhirnya membuat Pandan menjadi lupa akan jati dirinya. Dari orang pintar itu pulalah Om Tony memiliki sebuah cincin yang melindunginya dari aksi balas dendam Pandan.

“Ngehe he he he, ternyata yang tadi itu cuma khayalan doang ya pak ??”

“Bukan khayalan nak, semua yang kau alami adalah yang sesungguhnya, namun batu bertuah sudah merubah kenyataan apa yang terjadi pada dirimu sebagai khayalan semata, kalau kau tidak sempat membasuh batu bertuah itu dengan air telaga sebelum jatuh pingsan maka semuanya akan menjadi kenyataan seutuhnya.”

“Jadi , kalau begitu, titit saya juga bisa ilang beneran ??”

Santo mendelik kemudian kembali jatuh pingsan saat pak tua mengangguk.

“Yah, Abang, pingsan lagi deh…!!!”

Pandan menggaruk-garuk kepala dan mengeluh, pak Tua tertawa lepas. Akhirnya ketiga hari kemudian setelah Santo pulih, gairahsex.com mereka berdua memohon diri pada pak tua. Pak tua meremas batu bertuah hingga hancur seperti pasir halus dan meniupkannya ke tubuh Pandan. Sebelum mereka berlalu pak Tua mengingatkan agar Pandan berhati-hati terhadap keampuhan cincin di tangan Om Tony, kalau bisa Pak Tua menganjurkan untuk merampas cincin itu.

Jangan lewatin episode terakhirnya ya…

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks,

 

Cerita Dewasa Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.