Vimax cerita ngentot Cerita Seks Cerita Dewasa Cerita HOt Terbaru Cerita Sex Terbaru
Cerita Dewasa Terbaru Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex Terbaru
Breaking News
Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex online online online online banner-agenqq-728x90-2 banner-raja3651

Cerita Sex Terbaru Mahasiswi

Vimax
Cerita Dewasa Terbaru, Awalnya sih, aku hanya sekedar
mengagumi kecantikannya, karena dengan hidung yang bangir, bentuk bibir yang
sensual, dihiasi lesung pipit di kedua pipinya, membuat semua yang ada
didirinya terlihat sempurna. Hari demi hari kami terlihat semakin akrab, bahkan
banyak teman-temanku yang menyangka kalau aku sedang PDKT dengannya.Cerita
Dewasa,
Cerita Sex Terbaru, Semua anggapan temanku, tidak terlalu
aku pikirkan, karena aku merasa, Arni disini sedang belajar dan mengerjakan
tugas yang diberikan oleh sekolahnya, dan sebagai seorang karyawan di PT. BT,
aku hanya sekedar membimbing dan membantu, jika seandainya ada sesuatu hal yang
dia belum mengerti. Hampir 2 minggu aku mengenalnya, ternyata sikap dan
kelakuannya semakin membuat aku terpesona., Cerita Sex,
Cerita Seks Terbaru, Ketika aku mendengar gurauan dari
seorang temanku, yang mengatakan kalau dia berani memberi Rp. 500.000,- kepada Arni,
jika Arni mau menemaninya selama 2 jam, perasaanku malah semakin care sama si Arni.
Timbul perasaaan cemburu ketika mendengar gurauan itu. Namun aku tidak berani
untuk mengungkapkannya, karena saat itu diantara aku dan Arni, tidak mempunyai
hubungan yang terlalu istimewa. Akupun merasa wajar, jika temanku berkata
demikian, karena dengan wajah secantik itu, jika memang Arni memanfaatkan
tubuhnya, mungkin harganya bisa diatas Rp. 350.000, per 2 jam (harga tersebut
diatas, adalah harga rata-rata seorang massage girl yang sudah dianggap
cantik)., Cerita Seks
Suatu ketika, bersama seorang temannya yang bernama Denok, Arni
menuju meja kerjaku, awalnya sih bertanya tentang sesuatu yang ada hubungannya
dengan keperluannya, mungkin karena merasa sudah akrab, Arni juga bertanya
tentang no. HP ku, alasannya sih biar gampang saja, kalau nanti dia mau nanya
sesuatu. Sambil tetap memperhatikan monitor, aku menyebutkan satu persatu
nomernya. Ketika mereka ikut memperhatikan cara kerjaku, tiba-tiba,
“buukkk..” tanpa sengaja, tangan Denok menyenggol buku yang
aku simpan disisi meja.
Cerita Mesum Terbaru, Aku langsung mengambil bukunya dengan
cara berjongkok. Alamak.. ketika berjongkok, tanpa sengaja sudut mataku melihat
sesuatu yang sangat indah, 2 pasang paha mulus terpampang didepan wajahku.,
Cerita Mesum
Cerita Bokep Terbaru, Bukan hanya itu, karena posisi kaki Arni
ketika duduk, agak mengangkang, maka ketika ku perhatikan, dipangkal pahanya
terlihat pemandangan yang cukup menggelitik kelelakianku. Ku lihat dia memakai
CD berwarna Pink, dengan hiasan renda di sisinya. Mungkin karena mereka terlalu
fokus memperhatikan hasil pekerjaanku, mereka tidak menyadari (atau memang
sengaja?) kalau di bawah meja, aku sedang menikmati apa yang seharusnya mereka
tutupi., Cerita Bokep.
Cerita Ngentot Terbaru, Karena takut mengundang kecurigaan
dari teman sekerjaku, terpaksa aku kembali duduk dan menerangkan tentang cara
kerja di PT. BT kepada Arni dan Denok. Namun kejadian yang baru saja aku alami,
tetap mengganggu pikiranku. Mungkin karena aku tidak konsentrasi dengan apa
yang sedang kami bicarakan, Arni bertanya., Cerita Ngentot,
“Pak, kok kadang-kadang ngejelasinnya tidak nyambung sih..”.
Sebenarnya aku malu mendapat pernyataan seperti itu, namun karena merasa sudah
akrab, aku berbisik kepada Arni dan menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Bukannya malu, Arni malah tersenyum mendengarnya.
“Kenapa tidak disentuh saja Pak, biar tidak penasaran”, goda
Arni.
Denok yang tidak tahu apa-apa, hanya bengong mendengar
pembicaraan kami. Sebagai seorang lelaki, mendengar penawaran Arni, aku malah
berpikir yang tidak-tidak, dan membayangkan apa yang ada dibalik CD nya itu.
Namun semuanya berusaha aku redam, karena walau bagaimanapun, di PT. BT ini,
aku harus JAIM (Jaga Imej), agar aku tidak mendapatkan masalah. Bel
istirahatpun berbunyi, dan kami langsung menuju kantin untuk makan siang.
Baru saja aku selesai makan, Arni mendekatiku dan berbisik
“besok Bapak saya tunggu di Hero sekitar jam 09.00 pagi, ada
yang ingin saya bicarakan, saya tunggu didepan ATM”. Walau singkat, tapi tetap
membuatku bertanya-tanya, sebenarnya apa-yang akan dibicarakan? Mengapa
waktunya hari sabtu, padahal kan setiap hari sabtu PT. BT libur.
Cerita Hot Terbaru, Mengapa dia berbisik sangat pelan
kepadaku, apa takut terdengar yang lainnya?. Besoknya, dengan tetap berpakaian
rapi (seperti jika mau berangkat kerja), aku mengeluarkan motorku dan beralasan
lembur kepada kedua orang tuaku. Menunggu adalah hal yang sangat membosankan,
karena sampai di Hero, jam baru menunjukkan angka 07.30, Setelah mencari
sarapan, sambil ngerokok, aku iseng-iseng ikut ngantri ATM, padahal cuma mau
liat saldo doang, karena uang yang ada di dompetku, masih ada sekitar Rp.
400.000,-. Dari jauh, aku sudah tahu kalau gadis yang menuju kearahku adalah si
Arni, dan pagi ini, dia terlihat sangat sexy, karena Arni hanya mengenakan kaos
dan celana jeans ketat., Cerita Hot
cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum,
“Udah lama ya Pak? Kan Arni janjinya jam 09.00, sekarang
baru jam 08.45, Arni tidak salah khan?”,
“Jangan panggil aku Bapak dech Mut, aku kan belum nikah, dan
ini bukan di kantor, panggil namaku saja dech, biar bisa lebih akrab”.
“Ok deh Pak, eh Fik”, sambil tersenyum Arni langsung
menggandeng tanganku.
“Fik, enaknya kita ke mana yach”, tanya Arni.
“Terserah, emang mau ngomongin apaan, kayaknya pribadi
banget”.
“Ngga juga, Arni seneng saja kalau deket ama Fik, kenapa
ya?” “Mau tahu jawabannya”, candaku.
“Ngga usah Fik, Arni juga udah tahu, Arni rasa Arni menyukai
Fik”, jawab Arni polos.
Tanpa disadari, mungkin karena saking senengnya, aku yang
sejak awal memang mengagumi Arni, langsung memeluknya. Mendapat perlakuan
begitu, Arni mencoba melepaskannya, dan mengingatkan, kalau kita masih ada
dilokasi umum, tidak enak terlihat banyak orang. Akhirnya kami memutuskan
mencari tempat yang cocok untuk berduaan. Tapi karena yang aku tahu cuma hotel
tempat satu-satunya yang cocok untuk berduaan tanpa takut terlihat orang lain,
walau terlihat agak ragu, Arni akhirnya menyanggupinya. Sekitar jam 09.30, kami
sudah sampai di front office hotel BI, dan mengambil sebuah kamar dengan
fasilitas TV dan AC. Dengan agak ragu Arni memasuki pintu kamar (mungkin karena
baru pertama kalinya), dan dia agak terkejut melihat fasilitas yang terdapat di
dalamnya. Apalagi ketika dia melihat kamar mandinya.
“Enak juga ya Fik, kita bisa ngobrol berduaan disini, tanpa
takut akan terdengar atau terlihat oleh orang lain”. Arni langsung merebahkan
badannya ke ranjang, dan mencari siaran TV yang khusus menyiarkan acara musik.
Kebetulan banget lagunya adalah lagu-lagu romantis, yang
secara tidak langsung, ikut mempengaruhi suasana hati kami. Lewat aiphone, aku
memesan makanan dan soft drink. Ketika aku menyalakan rokok, terdengar suara
room boy mengetuk pintu dan mengantarkan pesananku. Aku mendekati Arni yang
sedang rebahan, maksudnya sih mau nawarin makanan, tapi Arni langsung bangun
dan bertanya.
“Fik, apakah Arni salah bila Arni mencintai Fik, Arni
sebenernya malu mengakuinya, tapi bila tidak diungkapkan, Arni takut kalau Fik
tidak mengetahui apa sebenernya yang Arni harapkan.
Maafin Arni yach, Arni udah ngerepotin Fik, padahal kan
sekarang waktunya libur dan istirahat, tapi Arni malah meminta Fik menemui Arni”.
Aku terharu juga mendengar kejujuran dan kepolosannya, akhirnya setelah
mendengarkan semua tentang apa yang ada dihatinya, sambil membelai rambutnya
(agar perasaannya menjadi lebih tenang), aku pun berusaha meyakinkannya, bahwa
semua yang dialami, adalah wajar, jika seseorang mencintai lawan jenisnya, dan
tidak ada yang namanya salah, jika sudah menyangkut perasaan hati.
Ketika dia menatapku dengan tatapan yang tajam, secara
perlahan aku mencium keningnya. Tapi ternyata, yang kulakukan itu malah membuat
Arni berani untuk membalas ciumanku. Dia langsung melumat bibirku, dan seperti
seseorang yang tidak mau kehilangan sesuatu, dia memelukku dengan erat sekali.
Sambil terus menikmati bibirku, tangannya terus mengelus dan mengusap seluruh
bagian tubuhku. Mungkin beginilah cara dia mengungkapkan rasa sayangnya
terhadap diriku. Tapi sekarang aku yang bingung, karena dengan melihatnya
bentuk tubuhnya saja (waktu di kantor), bisa membuat aku “konak”, sekarang
seluruh tubuhnya sudah melekat erat ditubuhku (walau masih memakai pakaian
lengkap).
Kedua payudaranya terasa makin mengeras, akhirnya kuputuskan
untuk menikmati keadaan ini, karena jujur saja, kadang-kadang, dulu akupun
sering menghayalkan betapa nikmatnya jika bercumbu dengan si Arni, apalagi jika
berjalan di belakangnya, goyangan pantatnya ngajakin kita jual tanah (maksudnya
ntar duitnya buat ngebayarin pantatnya, he.. he.. he..). tanganku mulai
berusaha membuka kaosnya, karena aku tidak mau pandanganku yang tertuju kepada
kedua payudaranya, terhalang oleh kaos yang ia kenakan.
Pelan namun pasti, akhirnya bukan hanya kaosnya yang
berhasil aku buka, BH nya pun sudah aku lepaskan. Sejenak aku terpana melihat
keindahan bentuk payudaranya itu, namun hanya sebentar, karena aku ingin segera
menikmati dan merasakan keindahan itu, kuremas kedua susunya, dengan mesra aku
mulai menghisap putingnya yang sudah agak mengeras dan berwarna kecoklatan.
Kucium dan kujilati bagian tubuhnya, mulai dari leher, terus bergerak turun dan
menuju putingnya kembali.
“Yaa.. hisap terus sayaangg.. aacchh.. ennaakk banget Fik..
geli.. tapi nick..maaattt.. teeeruuus.. aaccchhh..” Arni terus meracau
menikmatinya.
Aku terus merangsangnya, dan mencoba membuka celana jeans
yang dipakainya, lantaran jeans yang dikenakannya sangat ketat, aku kesulitan
untuk membukanya, untungnya Arni mengerti, dengan agak mengangkat pantatnya,
dia mulai mencoba menurunkan jeansnya sendiri. Dengan sabar, aku menunggu dan
terus mempermainkan susunya. Setelah jeansnya terlepas, tangan Arni berusaha
untuk membuka semua yang aku kenakan. Satu persatu jari tangannya membuka
kancing kemejaku, dan setelah berhasil membuka baju dan celana yang aku pakai, Arni
hanya menyisakan CD saja yang masih melekat ditubuhku.
Mungkin dia masih ragu untuk membukanya, karena diapun masih
mengenakan CD. Walau diwajahnya terlihat, kalau dia sedang diamuk birahi, namun
dia masih bisa menguasai pikirannya, aku yakin dia merasa takut di cap sebagai
cewe yang agresif dan takut jika aku tidak menyukai tindakannya. Namun aku
tetap menikmati suasana yang terjadi di dalam kamar hotel ini. Aku terus
merangsang birahinya, ciumanku aku arahkan kedaerah perutnya, terus kebawah
menyusuri lubang pusarnya, dan kedua tanganku, bergerak untuk membuka CD yang
masih melekat ditubuhnya.
Secara perlahan aku mencoba membuka CD nya, sambil terus
mencumbunya, aku menciumi setiap daerah yang baru telihat ketika CD nya mulai
bergerak turun. Arni sangat menikmati semua sentuhan yang aku berikan, bahkan
ketika CD nya telah terlepas, dan aku mulai menjilati , dia terus mendesah dan
malah membuka pahanya lebar-lebar agar lidahku bisa menjilati bagian dalam .
Dengan keharuman yang khas, itu telah membuat aku betah berlama-lama
mencumbuinya. Aku terus menjilati, dan dengan jari telunjukku, aku coba
merangsang dia dengan memainkan kelentitnya. Semakin aku percepat memainkan
jari telunjukku, semakin cepat pula dia menggoyangkan pantatnya. Arni terus
mendesah dan meracau tak karuan.
“Aacchhhh.. terus sayang.. nikmatnya.. teruzzsss.. lebih ke
dalam lagi Fik.. teruuzzss.. yacchhh.. benar.. jilati terus yang.. itu..
sayang.. accchhh”. Karena rangsangan yang dia terima makin hebat, pantatnya
bukan hanya digoyang-goyangkan, tapi malah diangkat-angkat ke atas, mungkin
tujuannya agar lubang yang lebih dalam ikut tersentuh oleh lidahku.
Dengan bantuan jari-jariku, aku terus mengaduk-aduk isi Arni,
aku sentuh G-Spotnya secara perlahan, dia langsung menggelinjang, lalu kuelus
G-Spotnya nya dengan jari tengahku, Arni makin liar, seperti orang yang sedang
ngigau, dia meracau tak karuan, tak jelas suara apa yang keluar dari mulutnya,
karena yang aku tahu, lubang sudah sangat basah oleh cairan kemaluannya,
seluruh tubuhnya seperti menegang, tapi itu tak berlangsung lama, karena,
dirinya langsung terdiam dan tergolek dengan lemas.
Melihat Arni sudah mencapai orgasme, aku berusaha untuk
tenang, tetapi sudah sangat tegang (walau masih tertutup oleh CD) dan ingin
segera merasakan nikmatnya Arni. Aku segera mencium dan menjilati “lubang
surga” itu, agar Arni bisa merasakan apa yang namanya multi orgasme. Usahaku
ternyata berhasil, karena hanya dalam beberapa menit, tubuhnya kembali bergetar
dan menegang. Diiringi desahannya yang sangat menggairahkan, Arni kembali
merasakan kenikmatan itu. Karena beberapa kali mengalami orgasme, Arni terlihat
sangat lelah, meski tak dikemukakan, terlihat jelas bahwa dia sangat puas
dengan oral yang aku lakukan.
Dengan tersenyum, dia mencoba untuk melepaskan CD yang masih
melekat ditubuhku. Tanpa ragu, dia mulai menjilat dan mengulum . Mendapat
perlakuan seperti itu, aku yang semula mendominasi permainan, hanya diam saja
menikmati permainan Arni. Dengan bibir indahnya, dia mengulum dan mengeluar
masukan ke dalam mulutnya, dan sesekali, dengan menggunakan kelembutan
lidahnya, dia mengusap dan menjilat kepala . Gila.. ternyata Arni bukan hanya
indah buat dilihat, ternyata Arni mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam
merangsang dan memanjakan kita dalam permainan seksnya.
Aku berusaha agar tidak sampai kebobolan ketika dia
melakukan oral terhadapku, namun kenyataannya, semua spermaku telah memenuhi
mulutnya, ketika secara reflek, aku menjambak rambut dan menarik kepalanya
sambil mendesah menahan kenikmatan saat spermaku akan keluar. Tanpa perasaan
jijik, Arni menelan semua sperma yang ada di dalam mulutnya, seperti tidak
puas, dia menjilati yang masih ada sisa-sisa spermanya.
“Fik, enak juga ya rasa sperma lo, gurih-gurih gimana
gitu..”, kata Arni memuji.
Aku hanya tertawa sebentar mendengarnya, karena bola mataku
tetap memandang lekuk-lekuk tubuh Arni yang telanjang tanpa sehelai benangpun
menutupinya. Kuperhatikan lagi “lembah” yang dihiasi oleh bulu-bulu halus itu,
ternyata, warnanya agak memerah, mungkin karena tergesek oleh lidah dan
jari-jariku.
“Makasih ya Ar..”, kataku sambil menciumi .
“Fik, boleh tidak kalau Arni minta Arni di jilatin lagi,
abis enak banget sih..”, tanya Arni sambil memohon.
“Boleh saja sih, tapi boleh tidak kalau Fik Arni, soalnya
Fik udah tidak kuat nich, pengen buru-buru berada di dalam Arni. Boleh yach?”
“Arni takut Fik, kata temen-temen Arni, rasanya sakit
banget, tidak mau ah.. ntar kalau sakit gimana?”, tolak Arni.
“Pokoknya Arni rasain saja nanti, Fik apa temen Arni yang
salah”, kataku sambil mulai menjilati Arni.
Dengan melebarkan pahanya, dan mempergunakan kedua
tangannya, Arni membantu melebarkan agar mempermudah ku di dalam mencumbui .
Kujilati klitnya hingga dia menggelinjang tak karuan menahan rasa nikmat yang
dia terima. Sengaja aku terus menjilati klitnya, agar dia diamuk oleh gairahnya
sendiri, ketika kulihat tubuhnya mulai menegang, dan mengalami orgasme, entah
untuk yang keberapa kali, aku langsung memindahkan cumbuanku kedaerah putingnya
yang sudah sangat kencang. Kuciumi bagian bawah susunya, kusedot dan kumainkan
lidahku di daerah tersebut.
“Fik.. enak sekali sayang.. acchhh.. ooohhhh..” Arni
menggelepar menahan birahinya yang semakin besar.
Kulihat jari lentik Arni mulai bermain dibibir kemaluannya
sendiri, dia terus mengelus, dan sekali-sekali memasukan jarinya ke dalam
lubang yang sudah sangat basah karena banyaknya cairan pelicin yang keluar dari
dalam . Sambil tetap membenamkan wajahku diantara dua gunungnya, tanganku
secara perlahan menarik tangan Arni yang sedang asik mengeluar masukan jarinya.
Awalnya dia menolak, tapi ketika aku bimbing jarinya kearah
, Arni langsung menggenggam dan mengocoknya. Setelah agak lama, aku meminta Arni
agar dia berada diatas tubuhku yang sudah dalam posisi berbaring. Dengan
perlahan, dia menaiki tubuhku. Sengaja aku menggesek-gesekan diantara lubang ,
ternyata benar, apa yang aku lakukan telah membuat kenikmatan yang dirasakan
oleh Arni makin menjadi-jadi, diapun mulai bergerak menggesekan ke bagian luar
.
Akhirnya, walau dengan posisi berada di bawah, tanpa
sepengetahuan Arni, aku berusaha mengarahkan agar bisa memasuki lubang . Arni
terus menggerakkan dan menggesekan , dan tanpa disadarinya, ternyata kepala
mulai bergerak memasuki ketika dia menggerakan pantatnya dari atas ke bawah.
Terasa lembut sekali ketika kepala menyentuh bagian dalam
dari lubang surganya, ada perasaan nikmat yang sulit untuk diungkapkan, dan
tanpa terasa, sudah seluruh bagian berada di dalamnya. Seperti kesetanan, Arni
terus menggoyangkan pantatnya, sesekali terdengar rintihan dan erangannya.
Akupun terus mengeluar masukan ke dalam lubang meki nya. (walau agak sulit
karena posisiku berada di bawah).

Secara reflek Arni langsung merebahkan tubuhnya diatas
tubuhku ketika dia sudah mencapai orgasmenya. Namun karena aku belum orgasme,
aku langsung membalikan badannya agar berada di bawah tubuhku. Dengan sedikit
santai, aku terus menggerakan “junior”ku, namun karena tubuh Arni yang bersih
dan terawat, birahiku tidak bisa mengerti jika aku ingin lebih lama menikmati
kemulusan tubuhnya. Akhirnya spermaku keluar di dalam kehangatan lubang mekinya
cerita,sex,seks,dewasa,mesum,bokep,ngentot,hot,sange,telanjang,panas,syur,lesby,gay,homo,bugil,telanjang,tante,bispak,kontol,memek,vagina,lendir,onani,masturbasi,anal,kimcil,xxx,bondage,perkosaan,cabul,skandal
cerita sex terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.