Vimax cerita ngentot
Breaking News

Cerita Mesum 2016, Muridku Hebat

Vimax Cerita Seks ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya
Cerita Mesum 2016, Cerita Mesum Terbaru, Asmiati, tinggi 160
sentimeter, berat 56 kilogram, lingkar pinggang 65 sentimeter. Secara
keseluruhan, sosokku kencang, garis tubuhku tampak bila mengenakan pakaian yang
ketat terutama pakaian senam. Aku adalah Ibu dari dua anak berusia 44 tahun dan
bekerja sebagai seorang guru disebuah SLTA di kota S., Cerita Mesum,
Cerita Sex 2016, Cerita Sex Terbaru, Kata orang tahi lalat
di daguku seperti Berliana Febriyanti, dan bentuk tubuhku mirip Minati
Atmanegara yang tetap kencang di usia yang semakin menua. Mungkin mereka ada
benarnya, tetapi aku memiliki payudara yang lebih besar sehingga terlihat lebih
menggairahkan dibanding artis yang kedua. Semua karunia itu kudapat dengan
olahraga yang teratur., Cerita sex,
Cerita seks, Cerita Seks Terbaru, Kira-kira 6 tahun yang
lalu saat usiaku masih 38 tahun salah seorang sehabatku menitipkan anaknya yang
ingin kuliah di tempatku, karena ia teman baikku dan suamiku tidak keberatan
akhirnya aku menyetujuinya. Nama pemuda itu Juven, kulitnya kuning langsat
dengan tinggi 173 cm. Badannya kurus kekar karena Juven seorang atlit karate di
tempatnya. Oh ya, Juven ini pernah menjadi muridku saat aku masih menjadi guru
SD., Cerita Seks,
Cerita dewasa 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Juven sangat
sopan dan tahu diri. Dia banyak membantu pekerjaan rumah dan sering menemani
atau mengantar kedua anakku jika ingin bepergian. Dalam waktu sebulan saja dia
sudah menyatu dengan keluargaku, bahkan suamiku sering mengajaknya main tenis
bersama. Aku juga menjadi terbiasa dengan kehadirannya, awalnya aku sangat
menjaga penampilanku bila di depannya. Aku tidak malu lagi mengenakan baju kaos
ketat yang bagian dadanya agak rendah, lagi pula Juven memperlihatkan sikap
yang wajar jika aku mengenakan pakaian yang agak menonjolkan keindahan garis
tubuhku., Cerita Dewasa,
Cerita Bokep 2016, Cerita Bokep Terbaru, Sekitar 3 bulan
setelah kedatangannya, suamiku mendapat tugas sekolah S-2 keluar negeri selama
2, 5 tahun. Aku sangat berat melepasnya, karena aku bingung bagaimana
menyalurkan kebutuhan sex-ku yang masih menggebu-gebu. Walau usiaku sudah tidak
muda lagi, tapi aku rutin melakukannya dengan suamiku, paling tidak seminggu 5
kali. Mungkin itu karena olahraga yang selalu aku jalankan, sehingga hasrat
tubuhku masih seperti anak muda. Dan kini dengan kepergiannya otomatis aku
harus menahan diri., Cerita Bokep,

cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum,

Cerita Ngentot 2016, Cerita Ngentot Terbaru, Awalnya biasa
saja, tapi setelah 2 bulan kesepian yang amat sangat menyerangku. Itu membuat
aku menjadi uring-uringan dan menjadi malas-malasan. Seperti minggu pagi itu,
walau jam telah menunjukkan angka 9. Karena kemarin kedua anakku minta diantar
bermalam di rumah nenek mereka, sehingga hari ini aku ingin tidur
sepuas-puasnya. Setelah makan, aku lalu tidur-tiduran di sofa di depan TV. Tak
lama terdengar suara pintu dIbuka dari kamar Juven. Kudengar suara langkahnya
mendekatiku., Cerita Ngentot,
“Bu Asmi..?” Suaranya berbisik, aku diam saja. Kupejamkan
mataku makin erat. Setelah beberapa saat lengang, tiba-tiba aku tercekat ketika
merasakan sesuatu di pahaku. Kuintip melalui sudut mataku, ternyata Juven sudah
berdiri di samping ranjangku,Cerita Hot 2016, Cerita Hot Terbaru,  dan matanya sedang tertuju menatap tubuhku,
tangannya memegang bagian bawah gaunku, aku lupa kalau aku sedang mengenakan
baju tidur yang tipis, apa lagi tidur telentang pula. Hatiku menjadi
berdebar-debar tak karuan, aku terus berpura-pura tertidur., Cerita Hot,
“Bu Asmi..?” Suara Juven terdengar keras, kukira dia ingin
memastikan apakah tidurku benar-benar nyeyak atau tidak. Aku memutuskan untuk
pura-pura tidur. Kurasakan gaun tidurku tersingkap semua sampai keleher.
Cerita Lucah 2016, Cerita Lucah Terbaru, Lalu kurasakan Juven
mengelus bibirku, jantungku seperti melompat, aku mencoba tetap tenang agar
pemuda itu tidak curiga. Kurasakan lagi tangan itu mengelus-elus ketiakku,
karena tanganku masuk ke dalam bantal otomatis ketiakku terlihat. Kuintip lagi,
wajah pemuda itu dekat sekali dengan wajahku, tapi aku yakin ia belum tahu
kalau aku pura-pura tertidur kuatur napas selembut mungkin., Cerita Lucah,
Cerita Tante 2016, Cerita Tante Terbaru, Lalu kurasakan
tangannya menelusuri leherku, bulu kudukku meremang geli, aku mencoba bertahan,
aku ingin tahu apa yang ingin dilakukannya terhadap tubuhku. Tak lama kemuadian
aku merasakan tangannya meraba buah dadaku yang masih tertutup BH berwarna
hitam, mula-mula ia cuma mengelus-elus, aku tetap diam sambil menikmati
elusannya, lalu aku merasakan buah dadaku mulai diremas-remas,Beritaseks.com aku merasakan
seperti ada sesuatu yang sedang bergejolak di dalam tubuhku, aku sudah lama
merindukan sentuhan laki-laki dan kekasaran seorang pria. Aku memutuskan tetap
diam sampai saatnya tiba., Cerita Tante,
Cerita Janda 2016, Cerita Janda Terbaru, Sekarang tangan Juven
sedang berusaha membuka kancing BH-ku dari depan, tak lama kemudian kurasakan
tangan dingin pemuda itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin merintih
nikmat tapi nanti amalah membuatnya takut, jadi kurasakan remasannya dalam
diam. Kurasakan tangannya gemetar saat memencet puting susuku, kulirik pelan,
kulihat Juven mendekatkan wajahnya ke arah buah dadaku. Lalu ia menjilat-jilat
puting susuku, tubuhku ingin menggeliat merasakan kenikmatan isapannya, aku
terus bertahan. Kulirik puting susuku yang berwarna merah tua sudah mengkilat
oleh air liurnya, mulutnya terus menyedot puting susuku disertai
gigitan-gigitan kecil. Perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali.,
Cerita Janda,
Kisah Sex 2016, Kisah Sex Terbaru, Tangan kanan Juven mulai
menelusuri selangkanganku, lalu kurasakan jarinya meraba vaginaku yang masih
tertutup CD, aku tak tahu apakah vaginaku sudah basah apa belum. Yang jelas
jari-jari Juven menekan-nekan lubang vaginaku dari luar CD, lalu kurasakan
tangannya menyusup masuk ke dalam CD-ku. Jantungku berdetak keras sekali,
kurasakan kenikmatan menjalari tubuhku. Jari-jari Juven mencoba memasuki lubang
vaginaku, lalu kurasakan jarinya amblas masuk ke dalam, wah nikmat sekali. Aku
harus mengakhiri Juvenwaraku, aku sudah tak tahan lagi, kubuka mataku sambil
menyentakkan tubuhku., Kisah Sex
“Juven!! Ngapain kamu?”
Kisah Seks 2016, Kisah seks Terbaru, Aku berusaha bangun
duduk, tapi tangan Juven menekan pundakku dengan keras. Tiba-tiba Juven mecium
mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak dengan mengerahkan seluruh
tenagaku. Tapi Juven makin keras menekan pundakku, malah sekarang pemuda itu
menindih tubuhku, aku kesulitan bernapas ditindih tubuhnya yang besar dan kekar
berotot. Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam
mulutku, tapi aku pura-pura menolak., Kisah Seks,
“Bu.., maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini,
maafkan saya Bu… ” Juven melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan
meminta.
“Kamu kan bisa denagan teman-teman kamu yang masih muda.
Ibukan sudah tua,” Ujarku lembut.
“Tapi saya sudah tergila-gila dengan Bu Asmi.. Saat SD saya
sering mengintip BH yang Ibu gunakan… Saya akan memuaskan Ibu sepuas-puasnya,”
jawab Juven.
“Ah kamu… Ya sudah terserah kamu sajalah”
Kisah Mesum 2016, Kisah Mesum Terbaru, Aku pura-pura
menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tidak tahan ingin dijamah
olehnya. Lalu Juven melumat bibirku dan pelan-pelan aku meladeni permainan
lidahnya. Kedua tangannya meremas-remas pantatku. Untuk membuatnya semakin
membara, aku minta izin ke WC yang ada di dalam kamar tidurku. Di dalam kamar
mandi, kubuka semua pakaian yang ada di tubuhku, kupandangi badanku di cermin.
Benarkah pemuda seperti Juven terangsang melihat tubuhku ini? Perduli amat yang
penting aku ingin merasakan bagaimana sich bercinta dengan remaja yang masih
panas., Kisah Mesum,
Kisah Bokep 2016, Kisah Bokep Terbaru, Keluar dari kamar
mandi, Juven persis masuk kamar. Matanya terbeliak melihat tubuh sintalku yang
tidak berpenutup sehelai benangpun., Kisah Bokep,
“Body Ibu bagus banget.. ” dia memuji sembari mengecup
putting susuku yang sudah mengeras sedari tadi. Tubuhku disandarkannya di
tembok depan kamar mandi. Lalu diciuminya sekujur tubuhku, mulai dari pipi, kedua
telinga, leher, hingga ke dadaku. Sepasang payudara montokku habis
diremas-remas dan diciumi. Putingku setengah digigit-gigit, digelitik-gelitik
dengan ujung lidah, juga dikenyot-kenyot dengan sangat bernafsu.
“Ibu hebat…,” desisnya.
“Apanya yang hebat..?” Tanyaku sambil mangacak-acak rambut Juven
yang panjang seleher.
“Badan Ibu enggak banyak berubah dibandingkan saya SD dulu”
Katanya sambil terus melumat puting susuku. Nikmat sekali.
“Itu karena Ibu teratur olahraga” jawabku sembari meremas
tonjolan kemaluannya. Dengan bergegas kuloloskan celana hingga celana dalamnya.
Mengerti kemauanku, dia lalu duduk di pinggir ranjang dengan kedua kaki
mengangkang. DIbukanya sendiri baju kaosnya, sementara aku berlutut meraih
batang penisnya, sehingga kini kami sama-sama bugil.
Kisah Ngentot 2016, Kisah Ngentot Terbaru, Agak lama aku
mencumbu kemaluannya, Juven minta gantian, dia ingin mengerjai vaginaku.
“Masukin aja yuk, Ibu sudah ingin ngerasain penis kamu San!”
Cegahku sambil menciumnya. Juven tersenyum lebar. “Sudah enggak sabar ya ?”
godanya.
“Kamu juga sudah enggak kuatkan sebenarnya San,” Balasku
sambil mencubit perutnya yang berotot., Kisah Ngentot,
Kisah Lucah 2016, Kisah Lucah Terbaru, Juven tersenyum lalu
menarik tubuhku. Kami berpelukan, berciuman rapat sekali, berguling-guling di
atas ranjang. Ternyata Juven pintar sekali bercumbu. Birahiku naik semakin
tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Terasa vaginaku semakin
berdenyut-denyut, lendirku kian membanjir, tidak sabar menanti terobosan batang
kemaluan Juven yang besar., Kisah Lucah,
Kisah Tante 2016, Kisah Tante Terbaru, Kisah TanteBerbeda
dengan suamiku, Juven nampaknya lebih sabar. Dia tidak segera memasukkan batang
penisnya, melainkan terus menciumi sekujur tubuhku. Terakhir dia membalikkan
tubuhku hingga menelungkup, lalu diciuminya kedua pahaku bagian belakang, naik
ke bongkahan pantatku, terus naik lagi hingga ke tengkuk. Birahiku
menggelegak-gelegak.
Kisah Janda 2016, Kisah Janda Terbaru, Juven menyelipkan
tangan kirinya ke bawah tubuhku, tubuh kami berimpitan dengan posisi aku
membelakangi Juven, lalu diremas-remasnya buah dadaku. Lidahnya terus
menjilat-jilat tengkuk, telinga, dan sesekali pipiku. Sementara itu tangan
kanannya mengusap-usap vaginaku dari belakang. Terasa jari tengahnya menyusup
lembut ke dalam liang vaginaku yang basah merekah., Kisah Janda,
“Vagina Ibu bagus, tebel, pasti enak ‘bercinta’ sama Ibu…,”
dia berbisik persis di telingaku. Suaranya sudah sangat parau, pertanda
birahinya pun sama tingginya dengan aku. Aku tidak bisa bereaksi apapun lagi.
Kubiarkan saja apapun yang dilakukan Juven, hingga terasa tangan kanannya
bergerak mengangkat sebelah pahaku.
Foto Sex 2016, Foto Sex Terbaru, Mataku terpejam rapat,
seakan tak dapat lagi membuka. Terasa nafas Juven semakin memburu, sementara
ujung lidahnya menggelitiki lubang telingaku. Tangan kirinya menggenggam dan
meremas gemas buah dadaku, sementara yang kanan mengangkat sebelah pahaku
semakin tinggi. Lalu…, terasa sebuah benda tumpul menyeruak masuk ke liang
vaginaku dari arah belakang. Oh, my God, dia telah memasukkan rudalnya…!!!,
Foto Sex,
Foto Seks 2016, Foto Seks Terbaru, Sejenak aku tidak dapat
bereaksi sama sekali, melainkan hanya menggigit bibir kuat-kuat. Kunikmati inci
demi inci batang kemaluan Juven memasuki liang vaginaku. Terasa penuh, nikmat
luar biasa.
“Oohh…,” sesaat kemudian aku mulai bereaksi tak karuan.
Tubuhku langsung menggerinjal-gerinjal, sementara Juven mulai memaju mundurkan
tongkat wasiatnya. Mulutku mulai merintih-rintih tak terkendali., Foto Seks,
“Saann, penismu enaaak…!!!,” kataku setengah menjerit.
Foto Dewasa 2016, Foto Dewasa Terbaru, Juven tidak menjawab,
melainkan terus memaju mundurkan rudalnya. Gerakannya cepat dan kuat, bahkan
cenderung kasar. Tentu saja aku semakin menjerit-jerit dibuatnya. Batang
penisnya yang besar itu seperti hendak membongkar liang vaginaku sampai ke
dasar., Foto Dewasa,
“Oohh…, toloongg.., gustii…!!!”
Juven malah semakin bersemangat mendengar jerit dan
rintihanku. Aku semakin erotis.
“Aahh, penismu…, oohh, aarrghh…, penismuu…, oohh…!!!”
Foto Mesum 2016, Foto Mesum Terbaru, Juven terus
menggecak-gecak. Tenaganya kuat sekali, apalagi dengan batang penis yang luar
biasa keras dan kaku. Walaupun kami bersetubuh dengan posisi menyamping,
nampaknya Juven sama sekali tidak kesulitan menyodokkan batang kemaluannya pada
vaginaku. Orgasmeku cepat sekali terasa akan meledak., Foto Mesum,
Ibu mau keluar! Ibu mau keluaaar!!” aku menjerit-jerit.
“Yah, yah, yah, aku juga, aku juga! Enak banget ‘bercinta’
sama Ibu!” Juven menyodok-nyodok semakin kencang.
“Sodok terus, Saann!!!… Yah, ooohhh, yahh, ugghh!!!”
“Teruuss…, arrgghh…, sshh…, ohh…, sodok terus penismuuu…!”
“Oh, ah, uuugghhh… “
“Enaaak…, penis kamu enak, penis kamu sedap, yahhh,
teruuusss…”
Foto Bokep 2016, Foto Bokep Terbaru, Pada detik-detik
terakhir, tangan kananku meraih pantat Juven, kuremas bongkahan pantatnya,
sementara paha kananku mengangkat lurus tinggi-tinggi. Terasa vaginaku
berdenyut-denyut kencang sekali. Aku orgasme!< Foto bokep
Foto Ngentot 2016, Foto Ngentot Terbaru, Sesaat aku seperti
melayang, tidak ingat apa-apa kecuali nikmat yang tidak terkatakan. Mungkin
sudah ada lima tahun aku tak merasakan kenikmatan seperti ini. Juven
mengecup-ngecup pipi serta daun telingaku. Sejenak dia membiarkan aku mengatur
nafas, sebelum kemudian dia memintaku menungging. Aku baru sadar bahwa ternyata
dia belum mencapai orgasme., Foto Ngentot,
Foto Hot 2016, Foto Hot Terbaru, Kuturuti permintaan Juven.
Dengan agak lunglai akibat orgasme yang luar biasa, kuatur posisi tubuhku
hingga menungging. Juven mengikuti gerakanku, batang kemaluannya yang besar dan
panjang itu tetap menancap dalam vaginaku., Foto Hot,
Foto Lucah 2016, Foto Lucah Terbaru, Lalu perlahan terasa
dia mulai mengayun pinggulnya. Ternyata dia luar biasa sabar. Dia memaju
mundurkan gerak pinggulnya satu-dua secara teratur, seakan-akan kami baru saja
memulai permainan, padahal tentu perjalanan birahinya sudah cukup tinggi tadi.,
Foto Lucah,
Foto Tante 2016, Foto Tante Terbaru, Aku menikmati gerakan
maju-mundur penis Juven dengan diam. Kepalaku tertunduk, kuatur kembali
nafasku. Tidak berapa lama, vaginaku mulai terasa enak kembali. Kuangkat
kepalaku, menoleh ke belakang. Juven segera menunduk, dikecupnya pipiku., Foto
Tante,
“San.. Kamu hebat banget.. Ibu kira tadi kamu sudah hampir
keluar,” kataku terus terang.
“Emangnya Ibu suka kalau aku cepet keluar?” jawabnya lembut
di telingaku.
Foto Janda 2016, Foto Janda Terbaru, Foto Janda, Aku
tersenyum, kupalingkan mukaku lebih ke belakang. Juven mengerti, diciumnya
bibirku. Lalu dia menggenjot lebih cepat. Dia seperti mengetahui bahwa aku
mulai keenakan lagi. Maka kugoyang-goyang pinggulku perlahan, ke kiri dan ke
kanan.
Juven melenguh. Diremasnya kedua bongkah pantatku, lalu
gerakannya jadi lebih kuat dan cepat. Batang kemaluannya yang luar biasa keras
menghunjam-hunjam vaginaku. Aku mulai mengerang-erang lagi.
“Oorrgghh…, aahh…, ennaak…, penismu enak bangeett… Ssann!!”
Juven tidak bersuara, melainkan menggecak-gecak semakin
kuat. Tubuhku sampai terguncang-guncang. Aku menjerit-jerit. Cepat sekali, birahiku
merambat naik semakin tinggi. Kurasakan Juven pun kali ini segera akan mencapai
klimaks. Maka kuimbangi gerakannya dengan menggoyangkan pinggulku cepat-cepat.
Kuputar-putar pantatku, sesekali kumajumundurkan berlawanan dengan gerakan Juven.
Pemuda itu mulai mengerang-erang pertanda dia pun segera akan orgasme.
Tiba-tiba Juven menyuruhku berbalik. Dicabutnya penisnya
dari kemaluanku. Aku berbalik cepat. Lalu kukangkangkan kedua kakiku dengan
setengah mengangkatnya. Juven langsung menyodokkan kedua dengkulnya hingga
merapat pada pahaku. Kedua kakiku menekuk mengangkang. Juven memegang kedua
kakiku di bawah lutut, lalu batang penisnya yang keras menghunjam mulut
vaginaku yang menganga.
“Aarrgghhh…!!!” aku menjerit.
“Aku hampir keluar!” Juven bergumam. Gerakannya langsung
cepat dan kuat. Aku tidak bisa bergoyang dalam posisi seperti itu, maka aku
pasrah saja, menikmati gecakan-gecakan keras batang kemaluan Juven. Kedua
tanganku mencengkeram sprei kuat-kuat.
“Terus, Sayang…, teruuusss…!”desahku.
“Ooohhh, enak sekali…, aku keenakan…, enak ‘bercinta’ sama
Ibu!” Erang Juven
“Ibu juga, Ibu juga, vagina Ibu keenakaan…!” Balasku.
“Aku sudah hampir keluar, Buu…, vagina Ibu enak bangeet… “
“Ibu juga mau keluar lagi, tahan dulu! Teruss…, yaah, aku
juga mau keluarr!”
“Ah, oh, uughhh, aku enggak tahan, aku enggak tahan, aku mau
keluaaar…!”
“Yaahh teruuss, sodok teruss!!! Ibu enak enak, Ibu enak,
Saann…, aku mau keluar, aku mau keluar, vaginaku keenakan, aku keenakan
‘bercinta’ sama kamu…, yaahh…, teruss…, aarrgghh…, ssshhh…, uughhh…,
aarrrghh!!!”
Tubuhku mengejang sesaat sementara otot vaginaku terasa
berdenyut-denyut kencang. Aku menjerit panjang, tak kuasa menahan nikmatnya
orgasme. Pada saat bersamaan, Juven menekan kuat-kuat, menghunjamkan batang
kemaluannya dalam-dalam di liang vaginaku.
 “Oohhh…!!!” dia pun
menjerit, sementara terasa kemaluannya menyembur-nyemburkan cairan mani di
dalam vaginaku. Nikmatnya tak terkatakan, indah sekali mencapai orgasme dalam
waktu persis bersamaan seperti itu.
Lalu tubuh kami sama-sama melunglai, tetapi kemaluan kami
masih terus bertautan. Juven memelukku mesra sekali. Sejenak kami sama-sama
sIbuk mengatur nafas.
“Enak banget,” bisik Juven beberapa saat kemudian.
“Hmmm…” Aku menggeliat manja. Terasa batang kemaluan Juven
bergerak-gerak di dalam vaginaku.
“Vagina Ibu enak banget, bisa nyedot-nyedot gitu…”
“Apalagi penis kamu…, gede, keras, dalemmm…”
Juven bergerak menciumi aku lagi. Kali ini diangkatnya
tangan kananku, lalu kepalanya menyusup mencium ketiakku. Aku mengikik
kegelian. Juven menjilati keringat yang membasahi ketiakku. Geli, tapi enak.
Apalagi kemudian lidahnya terus menjulur-julur menjilati buah dadaku.
Juven lalu menetek seperti bayi. Aku mengikik lagi. Putingku
dihisap, dijilat, digigit-gigit kecil. Kujambaki rambut Juven karena
kelakuannya itu membuat birahiku mulai menyentak-nyentak lagi. Juven mengangkat
wajahnya sedikit, tersenyum tipis, lalu berkata,
“Aku bisa enggak puas-puas ‘bercinta’ sama Ibu… Ibu juga
suka kan?”
Aku tersenyum saja, dan itu sudah cukup bagi Juven sebagai
jawaban. Alhasil, seharian itu kami bersetubuh lagi. Setelah break sejenak di
sore hari malamnya Juven kembali meminta jatah dariku. Sedikitnya malam itu ada
3 ronde tambahan yang kami mainkan dengan entah berapa kali aku mencapai
orgasme. Yang jelas, keesokan paginya tubuhku benar-benar lunglai, lemas tak
bertenaga.
Hampir tidak tidur sama sekali, tapi aku tetap pergi ke
sekolah. Di sekolah rasanya aku kuyu sekali. Teman-teman banyak yang mengira aku
sakit, padahal aku justru sedang happy, sehabis bersetubuh sehari semalam
dengan bekas muridku yang perkasa.

E N D
Cerita Dewasa Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.