Vimax cerita ngentot Cerita Seks Cerita Dewasa Cerita HOt Terbaru Cerita Sex Terbaru
Cerita Dewasa Terbaru Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex Terbaru
Breaking News
Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex online online online online banner-agenqq-728x90-2 banner-raja3651

Cerita Lucah 2016, Maniak Sex

Vimax
Cerita Sex 2016, Cerita Sex Terbaru, Sekitar jam 20.00 WIB,
Mas Deddy mengajakku makan malam ditemani Mbak Putri dan Tante Mega. Sambil
makan kami ngobrol diselingi gelak tawa. Walaupun kami baru kenal, tapi karena
keramahan mereka kami serasa sudah lama kenal. Selesai makan malam Mas Deddy
dan Mbak Putri permisi mau tidur. Mungkin mereka sudah tak sabar melepaskan
hasrat yang sudah lama tak tersalurkan. Tinggal aku dan Tante Mega yang
melanjutkan obrolan. Tante Mega mengajakku pindah ke ruang tamu. Pas di depan
kamar Mas Deddy., Cerita Sex
Saat itu Tante Mega hanya mengenakan baju tidur transparan
tanpa lengan. Hingga samar-samar aku dapat melihat lekuk-lekuk tubuhnya yang
sexy. Tante Mega duduk seenaknya hingga gaunnya sedikit tersingkap. Aku yang
duduk dihadapannya dapat melihat paha mulusnya, membangkitkan nafsu birahiku. Tititku
menegang dari balik celanaku. Tante Mega membiarkan saja aku memelototi paha
mulusnya. Bahkan dia semakin lebar saja membuka pahanya.
Cerita Seks 2016, Cerita Seks Terbaru, Semakin malam obrolan
kami semakin hangat. Tante Mega menceritakan, semenjak suaminya meninggal, dia
merasa sangat kesepian. Dan aku semakin bernafsu mendengar ceritanya, bahwa
untuk menyalurkan hasrat birahinya, dia melakukan onani. Kata-katanya semakin
memancing nafsu birahiku. Aku tak tahan, nafsu birahiku minta dituntaskan.
Akupun pergi kekamar mandi. Sampai di kamar mandi, kukeluarkan tititku dari
balik celanaku. Kukocok-kocok sekitar lima belas menit. Dan crot! crot! crot! Spermaku
muncrat kelantai kamar mandi. Lega sekali rasanya., Cerita Seks,
Setelah menuntaskan hasratku, aku balik lagi ke ruang tamu.
Alangkah terkejutnya aku. Disana di depan jendela kamar Mas Deddy yang
kordennya sedikit terbuka kulihat Tante Mega sedang mengintip ke dalam kamar,
Mas Deddy yang sedang bersetubuh dengan istrinya.
Cerita Dewasa 2016, Nafas Tante Mega naik turun, tangannya
sedang meraba-raba buah dadanya. Nafsu birahiku yang tadi telah kutuntaskan
kini bangkit lagi melihat pemandangan di depanku. Tanpa berpikir panjang,
kudekap tubuh Tante Mega dari belakang, hingga tititku yang sudah menegang
menempel hangat pada pantatnya, hanya dibatasi celanaku dan gaun tidurnya.
Tanganku mendekap erat pinggang rampingnya. Dia hanya menoleh sekilas, kemudian
tersenyum padaku. Merasa mendapat persetujuan, aku semakin berani. Kupindahkan
tanganku dan kususupkan kebalik celana dalamnya. Kuraba-raba bibir vaginanya.,
Cerita Dewasa,
“Ohh… Dit… Enakk,” desahnya, ketika kumasukkan jari-jariku
ke dalam lubang vaginanya yang telah basah. Setelah puas memainkan jari-jariku
dilubang vaginanya, kulepaskan dekapan dari tubuhnya. Kemudian aku berjongkok
di belakangnya. Kusingkapkan gaun tidurnya dan kutarik celana dalamnya hingga
terlepas. Kudekatkan wajahku ke lubang vaginanya. Kusibakkan bibir vaginanya
lalu kujulurkan lidahku dan mulai menjilati lubang vaginanya dari belakang,
sambil kuremas-remas pantatnya. Tante Mega membuka kedua pahanya menerima
jilatan lidahku. Inilah vagina terindah yang pernah kurasakan.
cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum,
“Oohh… Dit… Nik… mat,” suara Tante Mega tertahan merasakan
nikmat ketika lidahku mencucuk-cucuk kelentitnya. Dan kusedot-sedot bibir
vaginanya yang merah.
“Ohh… Dit… Luarr… Biasaa… Enakk… Sedott… terus,” pekiknya
semakin keras.“cerita seks terbaru”
Cerita Mesum 2016, Cerita Mesum Terbaru, Cairan kelamin
mulai mengalir dari vagina Tante Mega. Hampir setiap jengkal vaginanya kujilati
tanpa tersisa. Tante Mega menarik vaginanya dari bibirku, kemudian membalikkan
tubuhnya sambil memintaku berdiri. Dia mendorong tubuhku ke dinding. Dengan
cekatan ditariknya celanaku hingga terlepas, maka tititku yang sudah tegang,
mengacung tegak dengan bebasnya., Cerita Mesum,
“Ohh… Luar biaassaa… Dit… Besar sekali,” serunya
kagum.cerita seks dewasa
“Isepp… Tante, jangan dipandang aja,” pintaku.
Cerita Bokep 2016, Cerita Bokep Terbaru, Tante Mega
mengabulkan permintaanku. Sambil melepaskan gaun tidurnya, dia lalu berjongkok
dihadapanku. Wajahnya pas di depan selangkanganku. Tangan kirinya mulai
mengusap-usap dan meremas-remas buah pelirku. Sedangkan tangan kanannya
mengocok-ngocok pangkal tititku dengan irama pelan tapi pasti. Mulutnya
didekatkan ketititku dan dia mulai menjilati kepala tititku. Lidahnya
berputar-putar dikepala tititku. Aku meringis merasakan geli yang membuat
batang tititku semakin tegang., Cerita Bokep,
“Ohh… Akhh… Tan… Te… Nikk.. matt,” seruku tertahan, ketika
Tante Mega mulai memasukkan tititku kemulutnya. Mulutnya penuh sesak oleh
batang tititku yang besar dan panjang. tititku keluar masuk di mulutnya. Tante Mega
sungguh lihai memainkan lidahnya. Aku dibuatnya seolah-olah terbang
keawang-awang.
Cerita Ngentot 2016, Cerita Ngentot Terbaru, Tante Mega
melepaskan tititku dari kulumannya setelah sekitar lima belas menit. Kemudian
dia memintaku duduk dilantai. Dia lalu naik kepangkuanku dengan posisi
berhadapan. Diraihnya batang tititku, dituntunnya ke lubang vaginanya.
Perlahan-lahan dia mulai menurunkan pantatnya. Kurasakan kepala tititku mulai
memasuki lubang yang sempit. Tititku serasa dijepit dan dipijit-pijit. Mungkin
karena sudah sepuluh tahun tidak pernah terjamah laki-laki. Meski agak susah,
akhirnya amblas juga seluruh batang tititku ke dalam lubang vaginanya., Cerita
Ngentot
Tante Mega mulai menaik-turunkan pantatnya, dengan irama
pelan. Diiringi desahan-desahan lembut penuh birahi. Sesekali dia memutar-mutar
pantatnya, tititku serasa diaduk-aduk dilubang vaginanya. Aku tak mau kalah,
kuimbangi gerakkannya dengan menyodok-nyodokkan pantatku ke atas. Seirama
gerakkan pantatnya.
Oh, senangnya melihat tititku sedang keluar masuk vaginanya.
Bibirku menjilati buah dadanya secara bergantian, sedangkan tanganku mendekap
erat pinggangnya. Semakin lama semakin cepat Tante Mega menaik turunkan
pantatnya. Nafasnya tersengal-sengal. Dan kurasakan vaginanya berkedut-kedut
semakin keras.
“Ohh… Dit… Aku… Mau… Keluarr,” pekiknya.
“Tahan… Tan… Te… Akuu… Belumm… Mauu,”sahutku.
“Akuu… Tak… Tahann… Sayang,” teriaknya keras. Tangannya
mencengkeram keras punggungku.
“Akuu… Ke… Ke… Luarr… Sayangg,” jeritnya panjang.
Cerita Hot 2016, Cerita Hot Terbaru, Tante Mega tak dapat
menahan orgasmenya, dari vaginanya mengalir cairan yang membasahi seluruh dinding
vaginanya. Tante Mega turun dari pangkuanku lalu merebahkan tubuhnya
dipangkuan. Kepalanya berada pas diselangkanganku. Tangannya mengocok-ngocok
pangkal tititku. Dan mulutnya mengulum kepala tititku dengan lahapnya.
Perlakuannya pada tititku membuat tititku berkedut-kedut.
Seakan-akan ada yang mendesak dari dalam mau keluar. Dan kurasakan orgasmeku
sudah dekat. Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya keselangkanganku.
Hingga tititku semakin dalam masuk kemulutnya., Cerita Hot,
“Akhh… Tante… Akuu… Mau keluarr,” teriakku.
“Keluarin… Dimulutku sayang,” sahutnya.
Cerita Lucah 2016, Cerita Lucah Terbaru, Tante Mega semakin
cepat mengocok dan mengulum batang tititku. Diiringi jeritan panjang, spermaku
muncrat ke dalam mulutnya.
“Ohh… Kamu… Hebatt… Dit, aku puas,” pujinya, tersenyum ke
arahku. Tanpa rasa jijik sedikitpun dia menjilati dan menelan sisa-sisa
spermaku.
Suara ranjang berderit di dalam kamar, membuat kami bergegas
memakai pakaian dan pergi ke kamar mandi membersihkan badan. Kemudian masuk ke
kamar Masing-masing. Beberapa menit kemudian kudengar langkah kaki Mbak Putri
ke kamar mandi. Dari balik jendela kamarku dapat kulihat Mbak Putri hanya
mengenakan handuk yang yang dililitkan ditubuhnya. Memperlihatkan paha mulus
dan tubuh sexynya. Membuatku mengkhayal, alangkah senangnya bisa bersetubuh
dengan Mbak Putri., Cerita Lucah
Sekitar jam 02.00 dinihari, aku terbangun ketika kurasakan
ada yang bergerak-gerak di selangkanganku. Rupanya Tante Mega sedang asyik
mengelus-elus buah pelirku dan menjilati batang tititku.
“Akhh… terus… Tante… terus,” gumanku tanpa sadar, ketika dia
mulai mengulum batang tititku. Dengan rakus dia melahap tititku. Sekitar
sepuluh menit berlalu kutarik tititku dari mulutnya. Kusuruh dia menungging,
dari belakang kujilati lubang vaginanya, bergantian dengan lubang anusnya.
Setelah kurasa cukup, kuarahkan tititku ke lubang vaginanya yang basah dan
memerah. Sedikit demi sedikit tititku memasuki lubang vaginanya. Semakin lama
semakin dalam, hingga seluruh batang tititku amblas tertelan lubang vaginanya.
Aku mulai memaju mundurkan pantatku, hingga tititku keluar
masuk lubang vaginanya. Sambil kuremas-remas pantatnya.
“Ooh… Dit… Nikk… Matt… Bangett,” rintihnya.
Aku semakin bernafsu memaju mundurkan pantatku. Tante Mega
mengimbangi gerakkanku dengan memaju mundurkan juga pantatnya, seirama gerakkan
pantatku. Membuat buah dadanya bergoyang-goyang. Semakin lama semakin cepat
gerakkan pantatnya.
“Dit… … Akuu… Tak… Tahann,” jeritnya.
“Akuu… Mauu… Ke… Keluarr,” imbuhnya.
Kurasakan vaginanya berkedut-kedut dan menjepit tititku.
Tangannya mencengkeram dengan keras diranjang.
“Ooh… Oo… Aku… Keluarr,” lolongnya panjang.
Kisah Sex 2016, Kisah Sex Terbaru, Dan kurasakan ada cairan
yang merembes membasahi dinding-dinding vaginanya. Tante Mega terlalu cepat
orgasme, sedangkan aku belum apa-apa. Aku tak mau rugi, aku harus puas,
pikirku. Kucabut tititku dari lubang vaginanya dan kuarahkan ke lubang anusnya.,
Kisah Sex,
“Akhh… Dit… Jangann… Sakitt,” teriaknya, ketika kepala tititku
mulai memasuki lubang anusnya. Aku tak memperdulikannya. Kudorong pantatku
lebih keras hingga seluruh batang tititku masuk ke lubang anusnya. Dan
kurasakan nikmatnya jepitan lubang anusnya yang sempit. Perlahan-lahan aku
mulai menarik dan mendorong pantatku, sambil memasukkan jari-jariku ke lubang
vaginanya. Tante Mega menjerit-jerit merasakan nikmat dikedua lubang bawahnya.
“Enak khan Tante?” tanyaku.
“Hemm… Enakk… Banget… Sayang,” sahutnya sedikit tersipu
malu.
Semakin lama semakin cepat kusodok lubang anusnya. Sambil
kutepuk-tepuk pantatnya. Kurasakan tititku berkedut-kedut ketika orgasmeku akan
tiba dan crott! crott! crott! Kutumpahkan spermaku dilubang anusnya.
“Tititmu yang pertama sayang, memasuki lubang anusku,”
katanya sambil membalikkan tubuhnya dan tersenyum padaku.
“Kamu luar biasa Dit, belum pernah kurasakan nikmatnya
bersetubuh seperti ini,” imbuhnya.
“Tante mau khan, setiap malam kusetubuhi?” tanyaku.
“Siapa yang menolak diajak enak,” sahutnya seenaknya.
Kisah Seks 2016, Kisah Seks Terbaru, Sejak saat itu, hampir
setiap malam kusetubuhi Tante Mega. Ibu tiri Mbak Putri yang haus sex, yang
hampir sepuluh tahun tidak dinikmatinya, sejak kematian suaminya. Tak terasa
sudah lima hari aku berada di rumah Mas Deddy. Selama lima hari pula aku
menikmati tubuh Tante Mega, mertuanya yang haus sex. Tante Mega yang sepuluh
tahun menjanda, betul-betul puas dan ketagihan bersetubuh denganku. Meski telah
berusia setengah baya, tapi nafsu birahinya masih meletup-letup, tak kalah
dengan gadis remaja., Kisah Seks
Sore itu, sehabis mandi dan berpakaian, Mas Deddy mengajakku
jalan-jalan. Katanya mau ketemu seorang teman yang sudah lama dirindukannya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, sampailah kami di rumah teman Mas
Deddy. Sebuah rumah yang berada dikawasan yang cukup elite. Kedatangan kami
disambut dua orang wanita kakak beradik, Mbak Maya dan Mbak Ratna. Keduanya
sama-sama cantik dan sexy. Mas Deddy memperkenalkanku pada kedua teman
wanitanya.
“Mas Deddy, aku kangen banget,” katanya sambil memeluk Mas Deddy.
“Aku juga May,” sahut Mas Deddy.
Kisah Dewasa 2016, Kisah Dewasa Terbaru, Sambil meminum kopi
susu yang disuguhkan Mbak Maya, kami bercakap-cakap. Mbak Maya duduk dipangkuan
Mas Deddy. Dan Mas Deddy merangkulnya dengan mesra. Mbak Maya tanpa malu-malu
menceritakan, kalau Mas Deddy adalah pacar pertamanya dan Mas Deddylah yang
membobol perawannya. Mbak Ratna hanya tersenyum mendengar cerita kakaknya yang
blak-blakan. Makin lama kelakuan Mbak Maya makin mesra saja. Tanpa malu-malu,
dia mengecup dan melumat bibir Mas Deddy dan Mas Deddy menyambutnya dengan
sangat bernafsu. Aku jadi risih menyaksikan kelakuan mereka. Sekitar sepuluh
menit mereka bercumbu di depan kami., Kisah Dewasa,
“Kita lanjutin di kamar aja say,” kata Mbak Maya pada Mas Deddy.
Mas Deddy mengangguk tanda setuju, sambil membopong tubuh Mbak Maya ke dalam
kamar.
“Kalian jangan ngintip ya,” kata Mas Deddy pada kami sambil
tersenyum.
Kisah Mesum 2016, Kisah Mesum Terbaru, Aku dan Mbak Ratna
hanya bengong melihat kemesraan mereka. Tanpa menghiraukan larangan Mas Deddy,
Mbak Ratna beranjak dari tempat duduknya sambil meraih tanganku menuju kamar Mbak
Maya. Kami kemudian berdiri di depan pintu kamar Mbak Maya yang terbuka lebar.
Dari situ aku dan Mbak Ratna melihat Mas Deddy merebahkan tubuh Mbak Maya
diatas ranjang dan mulai melepaskan gaun Mbak Maya. Aku terkesima melihat
mulusnya dan sexynya tubuh Mbak Maya, ketika seluruh pakaiannya dibuka Mas Deddy.,
Kisah Mesum
Nafsu birahiku tak tertahankan lagi, tititku menegang
dibalik celanaku. Tanpa sadar kupeluk tubuh Mbak Ratna yang berdiri di depanku.
Mbak Ratna diam saja dan membiarkanku memeluknya. Malah tangan dibawa ke
belakang dan disusupkan ke balik celanaku. Mendapat perlakuan seperti itu,
nafsuku semakin memuncak dan tititku semakin menegang. Apalagi saat Mbak Ratna
menggerak-gerakkan tangannya mengocok-ngocok batang tititku.
Kisah Bokep 2016, Kisah Bokep Terbaru, Sementara di dalam
kamar, Mas Deddy menarik tubuh Mbak Maya ketepi Ranjang. Kedua paha Mbak Maya
dibukanya lebar-lebar. Maka terpampanglah vagina Mbak Maya yang indah, dihiasi
bulu-bulu yang dicukur rapi. Mas Deddy kemudian berjongkok dan mendekatkan
mulutnya kebibir vagina Mbak Maya., Kisah BOkep
“Ohh… Say… Yang… Nikk… Mat,” desah Mbak Maya tertahan,
ketika Mas Deddy mulai menjilati vaginanya. Lidah Mas Deddy menari-nari dan
mencucuk-cucuk vagina Mbak Maya. Pantat Mbak Maya terangkat-angkat menyambut
jilatan Mas Deddy. Kedua pahanya terangkat dan menjepit kepala Mas Deddy.
“Sudah… Say… Aku… nggak tahan… Masukin punyamu say,” pinta
Mbak Maya penuh nafsu. Mas Deddy kemudian berdiri dan melepaskan semua
pakaiannya.
Kisah Ngentot 2016, Kisah Ngentot Terbaru, Dengan sedikit
membungkukkan badannya, Mas Deddy memegang tititnya dan mengarahkannya ke
lubang vagina Mbak Maya yang telah basah dan merah merekah. Slepp! Kepala titit
Mas Deddy mulai memasuki vagina Mbak Maya., Kisah Ngentot,
“Aow… terus… Say… terus… Genjot,” seru Mbak Maya, ketika Mas
Deddy mulai mendorong pantatnya naik turun. Tititnya keluar masuk dari vagina
Mbak Maya.
Kisah hot 2016, Melihat Mas Deddy dan Mbak Ratna sedang
bersetubuh di depanku, membuat nafsu birahiku semakin tinggi. Kususupkan
tanganku ke balik celana dalamnya. Dapat kurasakan vaginanya yang telah basah,
pertanda Mbak Ratna juga bangkit nafsu birahinya. Kucucuk-cucuk vaginanya
dengan jari-jariku. Dia mendesah penuh nafsu. Mbak Ratna mengimbangi dengan
semakin cepat mengocok-ngocok tititku. Sekitar sepuluh menit Mbak Ratna
mengocok tititku. Mbak Ratna kemudian menyudahi kocokkannya dan membalikkan
badannya, menghadap ke arahku. Ditariknya celanaku hingga terlepas.
Kisah Ngentot Terbaru, Setelah celanaku terlepas, keluarlah tititku
yang tegang penuh dan mengacung-acung dengan bebasnya. Mbak Ratna terpukau
melihat tititku yang besar dan panjang. Mbak Ratna kemudian berjongkok
dikakiku, wajahnya berada pas di depan selangkanganku. Mbak Ratna mendekatkan
mulutnya kebatang tititku. Mula-mula dia menjilati tititku dari kepala hingga
pangkalnya. Terus dia mulai mengulum dan menghisap kepala tititku.
Kisah Ngentot, Kemudian sedikit demi sedikit batang tititku
dimasukkannya ke dalam mulutnya sampai kepala tititku menyodok ujung mulutnya.
Dan mulutnya penuh sesak oleh batang tititku. Dengan lihainya, Mbak Ratna mulai
memaju-mundurkan mulutnya, membuat tititku keluar-masuk dari dalam mulutnya.
Mataku merem-melek merasakan nikmat dan badanku serasa panas dingin merasakan
kulumannya.
Kisah Hot 2016, Mbak Ratna sangat lihai mengulum tititku.
Kudorong maju pantatku dan kujambak rambutnya, membenamkan kepalanya ke
selangkanganku. Sekitar lima belas menit berlalu Mbak Ratna menyudahi
kulumannya, dan melepaskan seluruh pakaiannya. Kemudian dia berdiri menghadap
ke dinding.
“Oohh… Akhh… Akuu… nggak tahann… Dit,” serunya tertahan.
“Entot aku… Entott… Dit,” imbuhnya.
Kisah Hot Terbaru, Kutarik sedikit tubuhnya dari belakang,
hingga dia menungging. Kuraih batang tititku dan kuarahkan pas ke lubang
vaginanya. Dan aku mulai mendorong maju pantatku, hingga kepala tititku masuk
ke lubang vaginanya.
“Aow… Pelan-pelan Dit,” pekiknya, ketika seluruh batang tititku
masuk ke lubang vaginanya yang masih sempit. Pekikkan yang keluar dari mulutnya
membuatku semakin bernafsu dan pelan-pelan kumaju-mundurkan pantatku.
“Akhh… Enakk… Dit… Enakk… Banget,” desahnya sambil menoleh
ke belakang sambil tersenyum padaku.
“Akhh… Akuu… Ke… luarr, Rin,” teriakkan Mas Deddy dari dalam
kamar mengejutkanku, namun tak menghentikan sodokkanku pada Mbak Ratna.
“Aku… jugaa… Sayang,” sahut Mbak Maya pada Mas Deddy.
Kisah Hot, Sedetik kemudian Mas Deddy dan Mbak Maya mencapai
orgasme bersamaan. Mas Deddy menumpahkan spermanya di dalam vagina Mbak Maya.
Kemudian Mas Deddy merebahkan tubuhnya disamping tubuh Mbak Maya, dan tertidur
pulas.
Sementara itu, aku semakin cepat memaju-mundurkan pantatku,
membuat Mbak Ratna berteriak-teriak saking nikmatnya. Kurasakan vaginanya
berkedut-kedut semakin lama semakin cepat dan menjepit tititku.
“Ditn… Ditii… Akuu… Mauu… Keluarr,” teriaknya panjang.
“Tahann… Mbak… Aku… Belum… Apa-apa,” sahutku.
“Akhh… Akuu… Tak… Tahan… Dit… Akuu,” jawabnya terputus dan
vaginanya semakin keras menjepit tititku.
Kisah Lucah 2016, Tak lama kemudian Mbak Ratna mencapai
orgasme. Kurasakan ada cairan-cairan yang merembes didinding vaginanya. Kucabut
tititku dari lubang vaginanya dan kusuruh dia berjongkok dihadapanku. Kujambak
rambutnya dan kubenamkan kepalanya keselangkangku. Mbak Ratna mengerti
maksudku. Dia mulai menjilati dan menghisap-isap tititku lalu mengulumnya.
Sambil tangan kirinya mengusap-usap buah pelirku.
Kisah Lucah Terbaru, Sedetik kemudian Mbak Maya datang
membantu, dan langsung berjongkok dihadapanku. Lidahnya dijulurkan untuk
menjilati buah pelirku. Tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal tititku. Secara
bergantian, kakak beradik, Mbak Maya dan Mbak Ratna, mengocok-ngocok, menjilati
dan mengulum tititku. Tititku keluar dari mulut Mbak Ratna kemudiam masuk ke
mulut Mbak Maya, kemudian keluar dari mulut Mbak Maya lalu masuk kemulut Mbak Ratna,
begitulah seterusnya. Hingga kurasakan tititku berkedut-kedut.
“Mbakk… Akuu… Mauu… Ke… Keluarr,” jeritku.
“Keluarin di mulutku Dit,” sahut mereka hampir bersamaan.
Kisah Lucah, Dan crott! crott! crott! Spermaku muntah
dimulut Mbak Ratna yang sedang kebagian mengulum. Mbak Ratna menelan spermaku
tanpa rasa jijik sedikitpun. Kemudian Mbak Maya merebut tititku dari Mbak Ratna
dan memasukkan ke mulutnya. Dan tak mau kalah dengan adiknya, sisa-sisa
spermaku dihisap dan dijilatinya sampai bersih.
“Kamu puas Dit,” kata Mbak Ratna.
“Puas sekali Mbak, Mbak berdua luar biasa,” sahutku.
“Kamu mau yang lebih seru nggak,”kata Mbak Maya.
“Mau, mau Mbak,”sahutku.
Kisah Tante 2016, Mereka kemudian mengajakku ke kamarnya,
dimana Mas Deddy sedang tertidur pulas sehabis bersetubuh dengan Mbak Maya.
Mbak Maya menyuruhku tidur terlentang diranjang. Mbak Maya kemudian menarik
kakiku, hingga pantatku berada ditepi ranjang dan kakiku menjuntai kelantai.
Lalu Mbak Maya berjongkok dilantai dengan wajah berada pas di depan
selangkanganku. Mbak Maya mulai mengusap-usap dan mengocok-ngocok batang tititku
yang masih layu, sehabis orgasme. Kurasakan sedikit ngilu tetapi kutahan.
Kisah Tante Terbaru, Mbak Maya menyudahi usapan dan
kocokannya. Dan mulai menjilati dan menghisap-isap tititku dimulai dari kepala
hingga pangkal tititku dijilatinya. Lidahnya berputar-putar dan menari-nari
diatas batang tititku. Puas menjilati tititku, Mbak Maya kemudian memasukkan tititku
ke mulutnya. Hampir seluruh batang tititku masuk kemulutnya. Dan kurasakan
sedikit demi sedikit tititku mulai menegang didalam mulutnya, hingga mulutnya
penuh sesak oleh batang tititku yang sudah tegang penuh. Mbak Maya sangat
pintar membangkitkan birahiku. Mulutnya maju mundur mengulum tititku. Pipinya
sampai kempot, saking semangatnya mengulum tititku.
Kisah Tante, Melihat kakaknya yang sedang menjilati dan
mengulum batang tititku, Mbak Ratna nafsunya bangkit lagi. Dia meraba-raba dan
memasukkan jari-jari tangan kirinya ke dalam vaginanya sendiri, sedangkan
tangan kanannya meremas-remas buah dadanya hingga mengeras dan padat. Diiringi
desahan-desahan penuh birahi.
Puas bermain-main dengan vagina dan buah dadanya sendiri,
Mbak Ratna kemudian naik ke atas tubuhku. Dan mengangkangi wajahku. Lubang
vaginanya berada pas diatas wajahku. Dia menurunkan pantatnya, hingga bibir
vaginanya menyentuh mulutku. Kujulurkan lidahku untuk menjilati vaginanya yang
telah basah. Kucucuk-cucuk dan kusedot-sedot klitorisnya, dia mengerang-erang
merasakan nikmat. Mbak Ratna menarik rambutku, membenamkan wajahku
diselangkangannya. Kepalaku dijepit dengan kedua paha mulusnya.
Kisah Janda 2016, Kini kami bertiga, aku dan kakak beradik
sedang berlomba mencari kepuasan. Mbak Ratna sedang kujilati vaginanya,
sedangkan pada bagian bawah tubuhku Mbak Maya dengan asiknya mengulum batang tititku.
Beberapa waktu berlalu Mbak Maya melepaskan kulumannya, dan berjongkok diatas
selangkanganku. Dengan tangannya, diraihnya batang tititku dan diarahkannya ke
lubang vaginanya. Bless! Dengan sekali dorongan pantatnya, masuklah seluruh
batang tititku ke dalam vaginanya yang basah tapi hangat.
Kisah Janda Terbaru, Lalu Mbak Maya menaik turunkan
pantatnya, sambil mengeluarkan desahan-desahan nikmat dari mulutnya. Sesekali
pantatnya diputar-putar hingga tititku serasa dipelintir. Saat menikmati
goyangan Mbak Maya, aku terus menjilati vagina Mbak Ratna sambil memasukkan
jari-jariku ke lubang anusnya. Sedang asiknya aku menjilati vagina Mbak Ratna,
kurasakan vaginanya berkedut-kedut.
Beberapa detik kemudian ada cairan yang keluar dari dalam
vaginanya. Mbak Ratna mencapai orgasme. Pahanya makin keras menjepit kepalaku.
Tanpa rasa jijik kusedot dan kutelan cairan vaginanya. Dan dalam waktu yang
hampir bersamaan, Vagina Mbak Maya juga berkedut-kedut, otot-otot vaginanya
menegang.
“Ohh… Dit… Aku… Keluar,” teriak Mbak Maya.
Kisah Janda, Air maninya mengaliri deras dan membasahi
batang tititku. Kemudian dia terkulai lemas sampingku. Membuat tititku yang
masih tegang terlepas dan mengacung-acung. Mbak Ratna yang kondisi sudah pulih
sehabis orgasme, kemudian berjongkok diatas selangkanganku, menggantikan
kakaknya. diraihnya tititku dan diarahkannya ke lubang anusnya. Mbak Ratna
menurunkan pantatnya sedikit demi sedikit hingga seluruh batang tititku masuk
ke lubang anusnya. Kurasakan tititku seperti dijepit dan dipijit-pijit oleh
sempitnya lubang snusnya.
“Oohh… Mbak… Nikk… Matt… Enakk,”teriakku, ketika Mbak Ratna
mulai menaik turunkan pantatnya, membuat tititku keluar masuk dari lubang
anusnya. Sesekali dia menggoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan,
membuatku merasakan nikmat yang luar biasa. Sekitar tiga puluh menit Mbak Ratna
menggenjot tubuhku.
“Mbakk… Akuu… Ke… Keluarr,” jeritku.
Foto sex 2016, Kurasakan tititku berkedut-kedut dan crott!
crott! crott! kutumpahkan seluruh spermaku di dalam lubang anusnya. Mbak Ratna
kemudian merebahkan tubuhnya diatas tubuhku. Sambil menindihku dia tersenyum
puas. Malam itu, aku dan Mas Deddy menginap disana. Dan berpesta sampai pagi,
sampai kami sama-sama puas dan kelelahan. Panasnya sinar matahari yang
menerobos jendela kamarku, membangunkanku dari tidurku yang lelap. Setelah
hampir semalam penuh aku merasakan nikmatnya bersetubuh dengan Mbak Maya dan Mbak
Vera. Dan aku baru pulang dari rumahnya kerumah Mas Deddy jam 05.00 dinihari.
Foto Sex Terbaru, Dengan sedikit bermalas-malasan, aku pergi
ke kamar mandi membersihkan badan. Selesai mandi badan rasanya segar sekali.
Siang itu kurasakan lain dari biasanya, rumah Mas Deddy tampak sepi sekali. Oh
ya, aku baru ingat kalau hari ini, Mas Deddy mengantar Tante Mega kondangan ke
kampung sebelah. Jadi yang ada di rumah hanya Mbak Erna dan Aku. Dengan hanya
mengenakan handuk yang kulilitkan dipinggangku, aku pergi ke dapur. Membuat secangkir
kopi. Sampai didapur kudapati Mbak Erna sedang mencuci piring.
“Pagi Mbak,” sapaku.
Foto Sex, Mbak Erna tak menjawab sapaanku. Mukanya cemberut.
Aku heran, tumben Mbak Erna begitu, biasanya dia sangat ramah padaku.
“Ada apa sih Mbak, kok cemberut begitu,” tanyaku lagi.
“Mbak marah sama aku? atau Mbak nggak senang ya, aku
disini,” imbuhku.
Mbak erna masih diam saja, membuatku tak enak hati dan
bertanya-tanya dalam hati.
“Ok, Mbak. Kalau Mbak nggak senang, aku pulang aja deh,”
“Jangan-jangan pulang Dit, aku nggak marah sama kamu,”
sahutnya sambil menarik tanganku.
“Habis Mbak marah sama siapa? Boleh tahu kan Mbak ?” tanyaku
lagi.
“Ok, Mbak akan kasih tahu, tapi jangan bilang sama
siapa-siapa ya!,” jawabnya.
“Aku janji Mbak,” kataku meyakinkannya.
“Dit, aku lagi kesal sama Mas Deddy,” kata Mbak Mega.
“Kesal kenapa Mbak,” selaku.
“Belakangan ini, Mas Deddy dingin sekali padaku Dit,”
katanya sambil merebahkan kepalanya didadaku.
“Setiap aku pingin begituan, dia selalu menolak,” imbuhnya
sambil tersipu malu.
“Mungkin Mas Deddy lagi lelah Mbak,” hiburku sambil
kuusap-usap rambutnya.
“Ah, masak setiap malam lelah,” sahutnya.
“Mungkin ada yang bisa aku bantu, untuk menghilangkan
kekesalan Mbak,” pancingku.
Foto Seks 2016, Mbak Erna tak menjawab pertanyaanku. Sebagai
orang yang cukup berpengalaman soal sex, aku tahu Mbak Erna sangat kesepian dan
menginginkan hubungan sexsual. Maka dengan memberanikan diri, kukecup lembut
keningnya. Dan kurasakan remasan halus tangannya yang masih memegang tanganku.
Merasa mendapat respon positif, kugerakkan bibirku menciumi
kedua pipinya dan berhenti dibelahan bibir mungilnya.
Foto Seks Terbaru, Mbak Ernapun membalas kecupanku pada
bibirnya dengan kuluman yang hangat, penuh gairah. kukeluarkan lidahku, mencari
lidahnya. Kuhisap-hisap dan kusedot-sedot. Kulepaskan tanganku dari
genggamannya dan kugerakkan menggerayangi tubuh Mbak Erna. Dan perlahan-lahan
kususupkan tangan kananku kebalik gaun tidurnya. Dan kurasakan halusnya
punggung Mbak Erna. Sementara tangan kiriku meremas-remas pantatnya yang padat.
Mbak Erna melepaskan seluruh pakaiannya. Agar aku lebih leluasa menggerayangi
tubuhnya.
Foto Seks, Setelah semua terlepas maka terpampanglah
pemandangan yang luar biasa. Dengan jelas aku bisa melihat buah dadanya yang
montok, perutnya yang ramping dan vaginanya yang dicukur bersih. Membuat nafsu
birahiku semakin menjadi-jadi dan kurasakan tititku menegang. Akupun melepaskan
kulumanku pada bibirnya dan dengan sedikit membungkukkan badanku. Aku mulai
menjilati buah dadanya yang mulai mengeras, secara bergantian.
Foto Dewasa 2016, Puas menjilati buah dadanya, jilatanku
kupindahkan ke perutnya. Dan kurasakan halusnya kulit perut Mbak Erna. Mbak
Erna tak mau ketinggalan, ditariknya handuk yang melilit dipinggangku. Dengan
sekali sentakan saja, handukku terlepas.
“Aow, besar sekali Dit tititmu,” decaknya kagum, sambil
memandangi tititku yang telah menegang dan mengacung-ngacung setelah handukku
terlepas. Mbak Erna menggerakkan tangannya, meraih batang tititku.
Diusap-usapnya dengan lembut kemudian dikocok-kocoknya, membuat batang tititku
semakin mengeras.
Foto Dewasa Terbaru, Tak terasa sudah dua puluh menit
berlalu, Kusudahi jilatanku pada perutnya. Kuangkat tubuhnya dan kududukkan
diatas meja dapur. Kedua pahanya kubuka lebar-lebar. Dan terpampanglah di
depanku bukit kecil yang dicukur bersih. Bibir vagina yang memerah dengan
sebuah daging kecil yang tersembul diatasnya. Kubungkukkan tubuhku dan
kudekatkan wajahku ke selangkangannya. Dan aku mulai menjilati pahanya yang
putih mulus, dihiasi bulu-bulu halus. Sambil tanganku meraba-raba vaginanya.
Beberapa menit berlalu, kupindahkan jilatanku dari pahanya
ke vaginanya. Mula-mula kujilati bibir vaginanya, terus kebagian dalam
vaginanya. Lidahku menari-nari didalam lubang vaginanya yang basah.
“Ohh… terus… Dit… terus… Nik… Matt,” serunya tertahan. Membuatku
semakin bersemangat menjilati lubang vaginanya. Kusedot-sedot klitorisnya.
Pantat Mbak Erna terangkat-angkat menerima jilatanku. Ditariknya kepalaku,
dibenamkannya pada selangkangannya.
“Ohh… Dit… Aku… Tak… Tahan… Masukin Dit… Masukin tititmu,”
pintanya menghiba.
Foto Dewasa, Kuturuti kemauannya. Aku kemudian berdiri.
Kuangkat kedua kakinya tinggi-tinggi, hingga ujung jari kakinya berada diatas
bahuku. Kudekatkan tititku keselangkangannya. Mbak Erna meraih tititku dan
menuntunnya ke lubang vaginanya. Kudorong maju pantatku hingga kepala tititku
masuk ke lubang vaginanya.
Aku diam sejenak mengatur posisi supaya lebih nyaman, lalu
kudorong pantatku lebih keras, membuat seluruh batang tititku masuk ke lubang
vaginanya. Kurasakan tititku dijepit dan dipijit-pijit lubang vaginanya yang
sempit. Vaginanya penuh sesak karena besarnya batang tititku.
“Aow… Pelan-pelan… Dit… tititmu gede sekali,” pekiknya,
ketika aku mulai memaju mundurkan pantatku, membuat tititku keluar masuk dari
lubang vaginanya.
Foto Mesum 2016, Tak terasa sudah tiga puluh menit aku
memaju mundurkan pantatku. Dan kurasakan vagina Mbak Erna berkedut-kedut. Dan
otot-otot vaginanya menegang.
“Ohh… Dit… Aku… Keluarr… Sayang,” teriaknya lantang. Sedetik
kemudian kurasakan cairan hangat keluar dari vaginanya. Dan Mbak Erna mencapai
orgasmenya. Mbak Erna tahu kalau aku belum mencapai puncak kenikmatan. Dia
turun dari atas meja dapur. Kemudian berjongkok dihadapanku. Diraihnya tititku
dan dikocok-kocok dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya meremas-remas
buah pelirku.
“Akhh… Mbak… Enak… Nikk… Mat… terus,” seruku, ketika Mbak
Erna mulai menjilati batang tititku. Dari kepala hingga pangkal tititku
dijilatinya. Mataku merem melek merasakan nikmatnya jilatan Mbak Erna. Aku
semakin merasa nikmat ketika Mbak Erna memasukkan tititku ke mulutnya yang
mungil. Dan mulai mengulum batang tititku. Mbak Erna memaju mundurkan mulutnya,
membuat tititku keluar masuk dari mulutnya. Sementara tangannya mengocok-ngocok
pangkal tititku.
“Oohh… Mbak… Akuu… Tak… Tahan,” teriakku.
Foto Dewasa Terbaru,Dan kurasakan tititku berkedut-kedut
semakin lama semakin cepat. Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya
diselangkanganku.
“Mbak… Akuu… Ke… Luarr,” teriakku lagi lebih keras. Mbak
Erna semakin cepat memaju mundurkan mulutnya. Dan crott! crott! crott! tititku
memuntahkan sperma yang sangat banyak di mulutnya. Mbak Ernapun menelannya
tanpa ragu-ragu. Dan tanpa rasa jijik sedikitpun dia menjilati sisa-sisa
spermaku sampai bersih.
“Terimakasih Dit, kamu telah memberiku kepuasan,” pujinya
sambil tersenyum.
“Sama-sama Mbak, aku juga sangat puas,” sahutku.
“Mbak masih mau lagi kan,” tanyaku.
“Mau Ditg, tapi kita mandi dulu yuk,” ajaknya.
Kemudian kami meraih pakaian masing-masing untuk selanjutnya
bersama-sama pergi ke kamar mandi membersihkan badan. Sehabis mandi, masih
sama-sama telanjang, kubopong tubuhnya menuju taman disamping rumah. Aku ingin
melaksanakan impianku selama ini, yaitu bersetubuh ditempat terbuka.
“Dit… Jangan disini sayang, nanti dilihat orang,” protesnya.
“Kan nggak ada siapa-siapa di rumah Mbak,” sahutku.
Mbak Ernapun tidak protes lagi, mendengar jawabanku. Sambil
berdiri kupeluk erat tubuhnya. Kulumat bibirnya. Mbak Erna membalas lumatan
bibirku dengan pagutan-pagutan hangat. Cukup lama kami bercumbu, kemudian aku
duduk dikursi taman. Dan kusuruh Mbak Erna berjongkok dihadapanku. Mbak Erna
tahu maksudku. Diraihnya batang tititku yang masih layu. Dielus-elusnya lembut
kemudian dikocok-kocok dengan tangannya.
Setelah tititku mengeras Mbak Erna menyudahi kocokkannya,
dia mendekatkan wajahnya ke selangkanganku. Lidahnya dijulurkan dan mulai
menjilati kepala tititku. Lidahnya berputar-putar dikepala tititku, kemudian
turun kepangkalnya.
“Oohh… terus… Mbak… Nikmat banget,” desahku.
“Isepp… Mbak… Isep,” pintaku. Mbak Erna menuruti kemauanku.
Dimasukkannya tititku kemulutnya. Hampir sepertiga batang tititku
masuk ke mulutnya. Sambil tersenyum padaku, dia mulai memaju mundurkan
mulutnya, membuat tititku maju keluar masuk dimulutnya.
“Mbak… Aku… Tak… Tahan,” seruku. Mbak Erna kemudian naik ke
pangkuanku. Vaginanya pas berada diatas selangkanganku. Diraihnya tititku dan
dibimbingnya ke lubang vaginanya. Mbak Erna mulai menurunkan pantatnya, sedikit
demi sedikit batang tititku masuk ke lubang vaginanya semakin lama semakin
dalam. Hingga seluruh batang tititku masuk ke lubang vaginanya. Sesaat kemudian
Mbak Erna mulai menaik turunkan pantatnya. Sesekali digoyang-goyangkan
pantatnya kekiri-kekanan. Aku tak mau kalah, kusodok-sodokkan pantatku ke atas
seirama dengan goyangan pantatnya.
“Ohh… Dit… Aku… Mauu… Ke… luarr,” teriaknya setelah hampir
tiga puluh menit menggoyang tubuhku. Dan kurasakan otot-otot vaginanya
menegang. Tangannya mencengkeram dadaku dengan keras. Sesaat kemudian kurasakan
cairan hangat merembes dilubang vaginanya.
“Aku tak ingin mengecewakanmu Dit,” katanya sambil
tersenyum. Dia menarik tititku keluar dari lubang vaginanya, kemudian
memasukkannya ke lubang anusnya. Mbak Erna rupanya tahu kesenanganku. Meski
agak susah, akhirnya bisa juga seluruh batang tititku masuk ke lubang anusnya. Perlahan
tapi pasti Mbak Erna mulai menaik turunkan pantatnya. Membuatku merasakan
nikmat yang tiada taranya.
Cukup lama Mbak Erna menggoyang-goyangkan pantatnya,
kemudian kami berganti posisi. Kusuruh dia menungging, membelakangiku dengan
tangan bertumpu pada kursi taman. Kugenggam tititku dan kuarahkan tepat ke
lubang anusnya. Kudorong sedikit demi sedikit, sampai seluruhnya amblas
tertelan lubang anusnya. Lalu kudorong pantatku maju mundur. Kurasakan
nikmatnya lubang anus Mbak Erna. Sambil kucucuk-cucuk lubang vaginanya dengan
jari-jariku. Membuat nafsu birahi Mbak Erna bangkit lagi. Mbak Erna mengimbangi
gerakkanku dengan mendorong-dorong pantatnya seirama gerakkan pantatku.
Aku semakin mempercepat gerakkan pantatku, ketika kurasakan
akan mencapai orgasme. Demikian juga jari-jariku semakin cepat mencucuk
vaginanya.
“Mbak… Mbak… Akuu… Mau… Keluar,” seruku.
“Akuu… Juga… Dit,” sahutnya.
Dan dalam waktu yang hampir bersamaan, kami mencapai
orgasme. Kutarik tititku dari lubang anusnya, dan kutumpahkan spermaku
dipunggungnya. Mbak Erna kemudian membalikkan badannya dan berdiri, sambil
memintaku duduk kursi taman. Didekatkannya selangkangannya kewajahku.
Ditariknya rambutku dan dibenamkannya kepalaku keselangkangannya. Dan akupun
mulai menjilati vaginanya sambil duduk. Kuhisap dan kusedot-sedot cairan hangat
yang keluar dari lubang vaginanya. Mbak Erna sangat puas dengan perlakuanku.
Hari itu kami melakukan persetubuhan sampai puas, dengan
berbagai macam gaya. Sungguh luar biasa Mbak Erna, meskipun tinggal dikampung.
Tapi dalam soal bersetubuh dia tak kalah dengan orang kota. Memang sungguh
nikmat istri Mas Deddy. Vagina dan lubang anusnya sama nikmatnya. Membuatku
ketagihan menyetubuhinya.
Tak terasa sudah satu bulan aku berlibur dikampung Mas Deddy.
Malam-malam yang kulewati bersama Mbak Erna dan Tante Mega membuat waktu satu
bulan terasa cepat sekali. Sudah saatnya aku kembali kekotaku, karena tiga hari
lagi aku harus ke sekolah.
Saat berangkat dari kampung Mas Deddy, aku tidak sendirian.
Ada Vivi, anak kandung Tante Mega menemaniku. Gadis cantik berkulit putih dan
bertubuh langsing ini, baru tamat SMP dan akan melanjutkan SMU di kota. Tante Mega
meminta tolong padaku agar mengantarkan Vivi, mencari rumah kost di dekat
sekolah.
Dengan menempuh dua jam perjalanan, sampailah kami di kota.
Dan setelah berpuar-putar cukup lama, akhirnya kudapatkan rumah kost untuk
Vivi. Pemilik rumah adalah seorang janda cantik berusia sekitar 32 tahun,
namanya Yeni. Setelah memberikan kunci kamar pada Vivi, Tante Yeni meninggalkan
kami berdua.
Sehabis membantu Vivi mengangkat barang-barangnya ke dalam
kamar, aku merasa haus. Kusuruh Vivi ke warung untuk membeli minuman. Sambil
duduk menunggu kedatangan Vivi, iseng-iseng kunyalakan VCD. Ngawur aja kusetel
salah satu film. Aku terkejut, ternyata isinya film porno.
Adegan-adegan difilm itu, membangkitkan nafsu birahiku.
Kurasakan batang tititku mengeras dan berdiri tegak di balik celanaku.
Kuturunkan celanaku, dan kukeluarkan batang tititku. Kuelus-elus dan
kukocok-kocok batang tititku. Saking asiknya aku mengocok-ngocok batang tititku,
sampai kedatangan Vivi tak kurasakan.
“Mas, Diti lagi ngapain,” suara Vivi mengejutkanku.
“Akh, nggak ngapa-ngapain,” sahutku.
“Itu apa?” tanyanya lagi sambil memandangi celanaku.
Astaga! Aku lupa menaikkan celanaku. Sehingga Vivi dengan
jelas melihat tititku yang sedang berdiri tegak. Merasa sudah kepalang basah,
kulanjutkan saja mengocok tititku.
“Kamu bisa membantuku Vi?,” tanyaku.
“Bantu apa Mas?,” katanya balik bertanya.
“Kocokkin tititku Vi,” pintaku.
Vivi menganggukkan kepalanya tanda setuju. Kutarik tangannya
dan kuletakkan diatas tititku. Vivi yang juga sudah terangsang akibat ikut
nonton film porno, menggenggam batang tititku. Dengan lembut dia mengelus-elus
dari kepala sampai kepangkal tititku. Aku merasa seperti melayang.
Aku melepaskan seluruh pakaianku sambil memeluk tubuh Vivi
yang sedang mengocok tititku. Kutarik kaosnya dan kususupkan tanganku kebalik
BHnya. Kuraba-raba buah dadanya. Perlahan-lahan buah dadanya mengeras. Cukup
lama aku meraba-raba buah dadanya, kemudian kutarik Bhnya hingga terlepas.
Setelah terlepas, terlihatlah buah dadanya yang padat dan mengeras. Aku
melanjutkan lagi meremas-remas buah dadanya. Vivi mendesah-desah merasakan
nikmat, tangannya semakin cepat mengocok tititku.
Sekitar lima belas menit berlalu kami berganti posisi.
Sambil menarik rok mininya, kodorong tubuhnya hingga terlentang diranjang.
Hanya celana dalamnya saja yang melekat menutupi selangkangannya. Kutindih
tubuhnya dari atas lalu kukecup bibirnya, kujulurkan lidahku mengisi rongga
mulutnya yang terbuka. Vivi menyambutnya dengan hisapan yang tak kalah
hebatnya.
Setelah cukup lama berpagutan, kuputar tubuhku. Membentuk
posisi 69. Selangkanganku berada diatas wajahnya, sedangkan selangkangannya
berada dibawah wajahku. Kujulurkan lidahku menjilati bagian bawah perutnya,
sambil tanganku melepas celana dalam Vivi. Vivi mengangkat pantatnya memudahkan
aku melepaskan celana dalamnya dan meleparkannya ke lantai kamar. Lidahku
bergerak turun menyapu bibir vaginanya yang ditumbuhi bulu-bulu tipis.
“Ohh… Mas Dit… Enakk,” desahnya ketika aku mulai menjilati
vaginanya yang basah, membuatku semakin bersemangat menjilati vaginanya.
Kucucuk-cucuk dan kusedot-sedot klitorisnya yang sebesar biji kacang.
Saat aku menjilati lubang vaginanya, Vivi juga sedang asyik
menjilati tititku. Sambil tangan kirinya mengocok-ngocok pangkal tititku
sedangkan tangan kanannya mengelus-elus buah pelirku dengan lembut. Sesaat
kemudian Vivi memasukkan tititku ke mulutnya. Hampir seluruh batang tititku masuk
ke mulutnya. Kudorong pantatku ke atas dan ke bawah, sehingga tititku keluar
masuk dimulutnya.
Tak terasa sudah dua puluh menit berlalu. Aku bangkit dan
berdiri dilantai kamar. Kutarik tubuhnya, hingga pantatnya berada ditepi
ranjang. Kedua pahanya kubuka lebar-lebar. Kuarahkan tititku tepat ke lubang
vaginanya.
“Ja… Jangan… Mas, aku masih perawan,” katanya.
Aku tak memperdulikan kata-katanya. Kudorong maju pantatku
hingga kepala tititku menyeruak masuk. Vivi berteriak lebih keras ketika aku
mendorong lebih keras dan tititku menembus selaput daranya. Akupun lebih
bersemangat mendorong pantatku dan amblaslah seluruh batang tititku ke lubang
vaginanya yang sangat sempit. Tititku serasa dijepit sempitnya lubang
vaginanya. Beberapa detik kubiarkan tititku di dalam vaginanya.
Kupandangi wajahnya yang meringis menahan sakit. Dengan
perlahan-lahan kuangkat pantatku lalu kuturunkan lagi. Membuat tititku keluar
masuk dilubang vaginanya. Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Beginikah
rasanya menyetubuhi seorang perawan.
“Ohh… Mas… Enakk,” desahnya yang mulai merasakan
Nikmatnya disetubuhi. Pantatnya digerakkan naik turun
seirama gerakkan pantatku. Rasa sakitnya telah hilang berganti dengan rasa
nikmat. Sekitar tiga puluh menit berlalu, kurasakan vaginanya berkedut-kedut
dan otot-otot vaginanya menegang. Tangannya mencengkeram seprei dengan keras.
“Ohh… Mas… Akuu… Mauu,” desahnya terputus.
“Mau keluar sayang,” sahutku.
Vivi mengangguk sambil tersenyum.
“Aku juga Vi,” imbuhku. Semakin cepat kudorong-dorong
pantatku.
“A… Akuu… Ke… Luarr,” teriaknya lantang.
Kurasakan cairan hangat merembes didinding vaginanya.
Sedetik kemudian kurasakan tititku berkedut-kedut. Dan Crott! crott! crott!
Kutumpahkan sperma yang sangat banyak dilubang vaginanya. Dan tubuhku ambruk
menindih tubuhnya.
“Kamu menyesal Vi,” tanyaku sambil tersenyum puas, karena
baru kali ini aku menyetubhi seorang perawan.
“Nggak Mas, semua sudah terjadi,” sahutnya.
“Kamu mau lagi khan,” godaku. Vivi tersenyum padaku, senyum
penuh arti.
Kira-kira satu jam kami tertidur. Akupun terbangun dan
bergegas ke kamar mandi membersihkan badan. Mengingat kejadian tadi, bersetubuh
dengan Vivi, membuat nafsu birahiku bangkit lagi. tititku yang tadi telah layu,
kini tegang dan mengeras. Setelah mengelap tubuhku dengan handuk akupun
bergegas ke kamar, dimana Vivi sedang tertidur pulas. Dan ia terbangun ketika
aku lagi asyik menjilati lubang vaginanya.
“Oh… Mas… Apa yang kamu lakukan,” tanyanya.
“Aku pingin setubuhi kamu lagi sayang,” sahutku sambil
tersenyum.
Vivi membuka kedua pahanya lebar-lebar, sehingga aku lebih
leluasa menjilati vaginanya. Beberapa menit berlalu kusuruh dia menungging. Aku
mengambil posisi dibelakangnya. Dari belakang, aku menjilati lubang anusnya,
sambil tanganku mencucuk-cucuk lubang vaginanya.
Setelah kurasa cukup, kuarahkan tititku ke lubang vaginanya.
Dan aku mulai mendorong maju pantatku. Sedikit demi sedikit tititku masuk ke
lubang vaginanya. Semakin lama semakin dalam tititku memasukinya, sampai
seluruhnya amblas, tertelan lubang vaginanya. Akupun mendorong pantatku maju
mundur, membuat tititku keluar masuk dari lubang vaginanya.
“Ohh… Nikk… Matt… Mas… Enakk,” jeritnya tertahan. Sekitar
tiga puluh menit berlalu, kutarik tititku dari lubang vaginanya hingga
terlepas. Kemudian kugenggam tititku dan kuarahkan ke lubang anusnya.
“Jangan, Mass sakitt, ja… “jeritnya sambil meringis. Belum
habis dia bicara, kudorong pantatku dengan keras. Dan Bless! Seluruh batang tititku
masuk ke lubang anusnya. Kukocok lubang anusnya dengan irama pelan semakin lama
semakin cepat, sambil tanganku mencucuk-cucuk lubang vaginanya. Dan Vivipun
merasakan sensasi yang luar biasa dikedua lubangnya. Jeritan-jeritannya
berganti dengan desahan-desahan nikmat penuh nafsu.
Aku semakin bersemangat mendorong-dorong pantatku, ketika
kurasakan akan mencapai orgasme. Sepuluh menit kemudian tititku menyemburkan
sperma didalam anusnya. Dan tak lama berselang Vivi menyusul, tubuhnya
mengejang hebat. Kemudian Vivi terkulai lemas dan tertidur.
Aku kemudian berdiri dan mengenakan celanaku. Saat aku akan
mengambil handuk ke dalam almari, tanpa sengaja aku menoleh keluar jendela.
Samar-samar aku melihat sesosok bayangan wanita yang sedang berdiri dibalik
jendela kamar. Rupanya orang itu sedang mengitip aku dan Vivi yang sedang
bersetubuh dari balik korden yang lupa aku tutup.
Saat aku keluar mencarinya, wanita itu bergegas pergi. Aku
membuntuti wanita itu. Melihat potongan tubuhnya dari belakang aku yakin kalau
wanita itu adalah Tante Yeni, ibu kostnya Vivi. Dan aku keyakinanku semakin
kuat, saat wanita itu masuk kekamar tidur Tante Yeni dan langsung menutup
pintu. Aku berjalan mendekat dan berdiri di depan pintu kamarnya.
Aku mengintip dari lubang kunci. Dan memang benar, wanita
yang tadi mengintipku adalah Tante Yeni. Sampai didalam kamar Tante Yeni
melepaskan seluruh pakaiannya. Aku terkesima melihat tubuh Tante Yeni yang
putih mulus dan sexy, meski sudah berumur sebaya ibuku. Membuat jantungku
berdetak kencang. Nafsu birahiku yang baru saja tersalurkan bersama Vivi,
perlahan-lahan bangkit lagi.
Pemandangan selanjutnya lebih seru lagi. Tante Yeni
merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan kedua kaki terbuka lebar-lebar,
memperlihatkan indahnya bentuk vaginanya. Tante Yeni meremas-remas buah dadanya
sendiri dengan tangan kirinya. Perlahan buah dadanya mulai mengeras. Sedangkan
tangan kanannya meraba-raba selangkangannya. Desahan-desahan nikmat keluar dari
bibirnya, membuatku semakin tak tahan. Batang kemaluanku sudah berdiri tegak.
Dengan sangat hati-hati, aku membuka pintu kamarnya. Dan
ternyata tidak terkunci. Sambil melepaskan celanaku, aku berjalan
mengendap-endap mendekatinya. Tante Yeni yang sedang asyik meraba-raba tubuhnya
sendiri, tidak tahu kalau aku masuk ke kamarnya.
Tanpa pikir panjang lagi, aku segera menindihnya. Tante Yeni
sangat terkejut melihat kehadiranku. Aku segera menyumpal mulutnya yang sedang
Terbuka saat dia hendak berteriak dengan mulutku. Dan aku langsung melumatnya.
Tante Yeni yang sedang dirasuki nafsu birahi, membalas lumatanku dengan
pagutan-pagutan yang tak kalah hebatnya.
Cukup lama aku melumat bibirnya, kemudian aku menjilati
lehernya, terus turun ke buah dadanya yang sudah mengeras. Kedua buah dadanya
aku jilati secara bergantian, membuat desahannya semakin keras. Aku menyudahi
jilatanku pada kedua buah dadanya, kemudia aku berlutut ditepi ranjang,
diantara kedua kakinya. Tanganku yang nakal mulai meraba-raba bibir vaginanya
yang dicukur bersih.
Tanpa berfikir lama, aku menjulurkan lidahku, menjilati,
menghisap dan sesekali kumasukkan lidahku ke lubang vagina Tante Yeni dan
lidahku menari-nari di dalam lubang vaginanya. Tante Yeni mengangkat-angkat
pantatnya, menyambut jilatanku. Rintihan-rintihan kecil keluar dari mulutnya
setiap kali lidahku menghujam lubang vaginanya. Disaat dia sedang menikmati
jilatanku, aku memasukkan jari-jariku ke dalam lubang vaginanya. Sambil
sesekali aku menjilati lubang anusnya. Tante Yeni sangat menikmati perlakuanku,
dia menekan kepalaku dan membenamkannya diselangkangannya.
Sepuluh menit berlalu, aku menyudahi jilatanku. Aku kemudian
berdiri, sambil menarik pinggulnya ketepi ranjang, kedua kakinya kubuka
lebar-lebar. Tanpa membuang waktu lagi, batang kemaluanku yang sudah tegang
dari tadi langsung kuhujamkan ke lubang vaginanya. Tante Yeni menjerit saat
batang kemaluanku yang besar dan panjang menerobos masuk ke lubang vaginanya.
Aku merasakan jepitan bibir vaginanya yang begitu seret. Aku mulai menggerakkan
pantatku maju mundur. Tante Yeni sangat menikmati setiap gerakkan pantatku, dia
menggeliat dan mendesah disetiap gerakan kemaluanku keluar masuk dari lubang
vaginanya.
Aku semakin mempercepat memaju mundurkan pantatku saat Tante
Yeni memperlihatkan tanda-tanda orang yang mau orgasme.
“Ohh.., Dit.., akuu.., mau.., keluarr,” jeritnya cukup
keras. Tante Yeni menggelinjang hebat, kedua pahanya menjepit pinggangku.
Rintihan panjang keluar dari mulutnya saat klitorisnya memuntahkan cairan
kenikmatan. Aku merasakan cairan hangat yang meleleh disepanjang batang
kemaluanku. Aku membiarkan Tante Yeni beristirahat sambil menikmati orgasmenya.
Setelah Tante Yeni berhasil menguasai dirinya, tanpa membuang waktu lagi aku
membalikkan tubuhnya dalam posisi menungging.
Lalu aku menciumi pantatnya. Tante Yeni mengeliat menahan
geli saat lidahku menelusuri vagina dan anusnya. Kemudian aku meludahi lubang
anusnya beberapa kali. Setelah kurasakan daerah itu benar-benar licin, aku
membimbing batang kemaluanku dengan tangan kiriku sementara tangan kananku
membuka lubang anusnya. Tante tak bereaksi apa-apa dan membiarkan saja apa yang
kulakukan. Perlahan kudorong pantatku. Tante Yeni merintih sambil menggigit
bibirnya menahan rasa perih akibat tusukan kemaluanku pada lubang anusnya yang
sempit. Setelah beberapa kali mendorong dan menarik akhirnya seluruh batang
kemaluanku masuk ke lubang anusnya.
Sambil menikmati jepitan lubang anusnya, aku mendiamkan
sebentar batang kemaluanku disana untuk beradaptasi. Tante Yeni menjerit saat
aku mulai menghujamkan kemaluanku. Tubuhnya terhentak-hentak ketika sodokkanku
bertambah kencang dan kasar. Sambil terus meningkatkan irama sodokkan, tanganku
dengan kasar mencucuk-cucuk lubang vaginanya. Akibat menahan sensasi nikmat
ditengah-tengah rasa ngilu dan perih pada kedua lubang bawah tubuhnya, Tante
Yeni sampai menangis. Setiap kali aku menyodokkan kemaluanku ke lubang anusnya,
dia mengaduh namun dia tak mau aku menyudahinya. Sampai akhirnya kurasakan
suatu perasaan yang sangat nikmat mengaliri sekujur tubuhku.
Aku mengerang panjang, saat mengalami orgasme yang pertama.
Tanganku mencengkeram keras pantatnya. Aku menumpahkan seluruh spermaku didalam
lubang anusnya. Tubuhku menegang beberapa saat, kemudian terkulai lemas. Tak
lama kemudian Tante Yeni menyusul, dia mengeram sambil tangannya mencengkeram
bantal kuat-kuat. Cairan hangat dan kental meleleh dari lubang vaginanya.
Dengan nafas yang masih memburu dan tubuh yang masih lemas,
Tante Yeni bangkit kemudian duduk ditepi ranjang. Dia meraih batang kemaluanku
lalu memasukkan ke mulutnya. Tante Yeni menjilati sisa-sisa sperma yang masih
blepotan dibatang kemaluanku sampai bersih tanpa tersisa setetespun. Tante Yeni
tersenyum puas merasakan nikmat yang sudah cukup lama tidak dirasakannya, sejak
dia bercerai dengan suaminya.

Tanpa malu-malu dia meminta aku agar menyutubuhinya lagi.
Aku menuruti permintaannya, kami bersetubuh sampai pagi. Sampai kami
benar-benar kelelahan. Pagi-pagi sekali aku meninggalkan Tante Yeni yang masih
tidur tanpa busana dan masuk kekamar Vivi. Dimana Vivi juga sedang tidur pulas.
Aku mengenakan seluruh pakaianku, kemudian pergi tanpa pamit. Meninggalkan
kenangan-kenangan nikmat untuk mereka berdua. Sekali waktu aku mengunjungi
Tante Yeni dan Vivi untuk menikmati lagi tubuh mereka.
cerita sex terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.